Investor Sumsel Meningkat Empat Kali Lipat - Ditopang Milenial Melek Investasi

NERACA

Palembang –PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kantor perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel) menyebutkan, jumlah investor pasar modal asal Sumatera Selatan meningkat empat kali lipat pada semester pertama tahun ini. Pertumbuhan investor ini disebabkan masyarakat semakin mengenal berbagai produk surat berharga seperti saham, obligasi dan reksadana.

Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia Palembang, Hari Mulyono mengatakan, terjadi pertumbuhan sub rekening efek (SRE) dan single investor identity (SID) yang cukup pesat dalam periode Januari-Juni 2019, yakni SRE tumbuh menjadi 1.604 dan SID di angka 1.389.”Jika ditotalkan hingga Juni 2019 lalu, untuk SRE berada pada angka 20.267 dan untuk SID yaitu pada jumlah 17.074. Ini sesuatu yang menggembirakan karena produk pasar modal sudah menjadi pilihan masyarakat untuk berinvestasi,” kata dia di Palembang, Kamis (18/7).

Disampaikannya, meningkatnya minat masyarakat Sumsel ini dipengaruhi gencarnya edukasi yang dilakukan pemerintah dan instansi terkait. Disamping itu, pertumbuhan investor pasar modal juga disadari bahwa anak-anak milenial saat ini jauh lebih mudah mengakses informasi terkait pasar modal.

Menurutnya, peningkatan minat ini terbilang sangat baik karena secara tidak langsung menghindarkan mereka bergabung dengan lembaga investasi bodong. Selain itu, berinvestasi di pasar modal merupakan salah satu strategi jitu bagi masyarakat untuk mengatasi inflasi kenaikan harga barang yang cenderung tidak dapat terkejar jika hanya menyimpan uang di bank dalam kaitan mengharapkan bunga.”Setiap orang sudah seharusnya berinvestasi karena di masa datang dipastikan akan berhadapan dengan penurunan pendapatan seperti pensiun, dan inflasi harga barang dan jasa. Jika sebelumnya dengan uang Rp100 juta bisa membeli mobil baru, saat ini sudah tidak bisa lagi," kata dia.

Bila dibandingkan, jumlah SRE hanya 67 pada Juni 2018, sementara pada Juni 2019 sudah 271 SRE, sedangkan pada periode yang sama juga tumbuh signifikan yakni 60 SID menjadi 220 SID, dengan jumlah SID dengan SRE aktif tertinggi berada di Palembang berjumlah 11.879. Sebelumnya, BEI sudah memprediksi jumlah investor milenial akan mengalami penurunan angka tahun ini. Adapun jumlah investor baru oleh BEI Palembang yakni di angka 5.633 atau naik 30% dari tahun 2018 lalu. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Pasar Properti Penuh Tantangan - BTN Optimis Masih Ada Peluang Tumbuh 2020

NERACA Jakarta – Tahun depan, industri properti masih menemui tantangan seiring dengan ancaman perlambatan ekonomi nasional dan resesi ekonomi di…

PPRE Targetkan Kontrak Baru Tumbuh 20%

NERACA Jakarta –Tahun depan, PT PP Presisi Tbk (PPRE) memproyeksikan raihan proyek baru akan tumbuh 20% dibanding tahun ini. Tercatt…

Berikan Layanan Nasabah Korporasi - Maybank Sediakan Cash Collection Solution

NERACA Jakarta – Guna meningkatkan layanan kepada nasabah korporasi, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) memberikan cash collection solution,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sikapi Kasus Industri Reksadana - APRDI Tekankan Pembinaan Kode Etik

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayarnya keuntungan dari hasil produk investasi Narada Asset Manajemen kepada investor dan juga kasus yang…

Dukung Pengembangan Starup - Telkom dan KB Financial Rilis Centauri Fund

NERACA Jakarta – Sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan bisnis digitalnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya…

Topang Pertumbuhan Pendapatan - BEEF Diversifikasi Bisnis Logistik di 2020

NERACA Jakarta –Menunjang bisnis utama di pengolahan daging sapi, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) merambah bisnis baru di sektor…