Fitch Sebut APLN Tidak Layak Investasi

Bila sebelumnya lembaga peringkat internasional Moody's Investors Service menurunkan peringkat PT Agung Podomoro Land Tbk menjadi B2 dari sebelumnya B1, maka hal yang sama juga dilakukan Fitch Ratings. Lembaga pemeringkat efek internasional ini menurunkan peringkat perusahaan dan obligasi PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menjadi ‘CCC-“ atau masuk dalam kategori efek tidak layak investasi.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, peringkat efek baru bagi emiten property itu berlaku untuk perusahaan dan obligasi dalam mata uang asing senilai US$ 300 juta dengan bunga 5,95% yang akan jatuh tempo pada tahun 2024. Dijelaskan, penurunan peringkat ini didasarkan dari risiko likuiditas dan rencana pembiayaan ulang atas utang sindikasi yang akan jatuh tempo senilai Rp1,178 triliun, yang jatuh tempo pada tanggal 5 Juni 2020.

Selain itu, APLN belum dapat menyakinkan pembayaran pinjaman sindikasi senilai Rp550 miliar yang akan jatuh tempo pada Desember 2019 dan Januari 2020. Pada sisi lain, APLN hanya dapat pinjaman baru senilai Rp750 miliar untuk membayar utang yang jatuh tempo pada tanggal 6 Juni 2019. Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan perseroan pada akhir kuartal I 2019, tercatat kas perseroan senilai Rp1,2 triliun dan pendapatan Rp754 miliar.

BERITA TERKAIT

RUU Pertanahan Bertentangan dengan Keinginan Jokowi Tarik Investasi - Anggota Panja RUU Pertanahan FPG Firman Subagyo

RUU Pertanahan Bertentangan dengan Keinginan Jokowi Tarik Investasi Anggota Panja RUU Pertanahan FPG Firman Subagyo NERACA Jakarta - Rancangan Undang-undang…

Pefindo Ikut Pangkas Rating APLN Jadi BBB

NERACA Jakarta – Setelah Moody's Investors Service menurunkan peringkat PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menjadi B2 dari sebelumnya B1,…

Kejora Intervest Pimpin Investasi Ke DIVA

NERACA Jakarta - PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), entitas anak dari PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN), mengumumkan bahwa…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pangkas Beban Utang - Waskita Karya Divestasi Bisnis Lima Ruas Tol

NERACA Jakarta – Besarnya beban utang yang ditanggung PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dalam ekspansi bisnis di jalan tol, menjadi…

Ubah Toko Jadi Lifestye Mall - Ramayana Pede Raih Pendapatan Rp 8,85 Triliun

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan bisnis di tengah ketatnya persaingan bisnis, PT Ramayana Lestari Santosa Tbk (RALS) sebagai emiten ritel…

Penuhi Kebutuhan Belanja Modal - Bank Permata Beri Pinjaman Anak Usaha TOWR

NERACA Jakarta –Danai kebutuhan belanja modal dan ekspansi bisnisnya, PT Iforte Solusi Infotek yang merupakan anak usaha PT Sarana Menara…