Perbankan Harap BI Turunkan Suku Bunga

NERACA

Jakarta – Desakan agar Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan atau BI 7 Day Reverse Repo Rate terus menguat. Industri perbankan juga berharap hal yang sama dengan alasan ekonomi Indonesia yang relatif stabil. “Terkait suku bunga memang ada harapan diturunkan 25 bps sejalan dengan forecast ekonomi kami. Karena di global kemungkinan besar akan mulai diturunkan 25 bps di The Fed,” kata Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Panji Irawan di Jakarta, Rabu (17/7).

Menurutnya, bank sentral Amerika Serikat (AS) juga terbuka peluang sangat lebar untuk menurunkan suku bunga acuannya. Hal tersebut, tentunya akan diikuti oleh beberapa bank sentral di berbagai negara termasuk di Asia. Tak hanya itu, Panji menyebut, penurunan suku bunga tersebut juga akan memberikan sentimen positif terhadap bisnis perbankan nasional.

Hal yang sama juga disampaikan Ekonom Bank Permata Josua Pardede. Menurut dia, BI akan menurunkan suku bunga karena dipicu semakin kuatnya sinyalemen Bank Sentral AS The Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga acuannya tahun ini, serta meredanya tekanan terhadap nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir. "Hal itu karena ekspektasi posisi (stance) kebijakan moneter yang longgar dari Bank Sentral negara-negara maju, salah satunya The Fed yang diperkirakan akan mulai menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25-50 basis poin pada tahun ini sejalan dengan perlambatan ekonomi AS yang terindikasi dari proyeksi inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan awal," katanya.

JIka Bank Sentral benar-benar "berani" menurunkan suku bunga acuan "7-day reverse repo rate" pada pekan ini, maka hal itu akan menjadi kali pertama pelonggaran suku bunga acuan sejak November 2018. Sepanjang 2018. BI memposisikan sebagai otoritas yang cenderung "hawkish" dengan merealisasikan kenaikan suku bunga acuan secara agresif hingga 1,75 persen menjadi enam persen, untuk membendung keluarnya modal asing.

Josua menilai beberapa faktor yang membuat BI perlu memangkas suku bunga acuannya pada pekan ini adalah tekanan ekonomi eksternal yang mereda seperti melunaknya sengketa perdagangan antara dua negara raksasa ekonomi dunia AS dan China. Sebagai informasi, untuk suku bunga acuan BI sendiri, sejak Desember 2018 hingga Juni 2019 BI konsisten untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) juga memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) dalam Rapat Dewan Gubernur pekan ini. Ekonom Pefindo Fikri C Permana mengatakan BI saat ini sudah memiliki ruang untuk adanya poenurunan tingkat suku bunga saat ini. Apalagi Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) menunjukkan kemungkinan menurunkan suku bunga acuan (Fed Fund Rate).

"Perkiraan BI akan menurunkan 25bps, soon di pekan ini untuk penurunan suku bunga tahun ini. Untuk sampai akhir tahun belum tahu, tidak tahun dua atau tiga bulan ke depan. Kita baru expect satu kali," kata Fikri. Dia menyebutkan, BI diperkirakan akan mendahului The Fed (ahead the curve) dan hal ini sudah diperkirakan (price in) oleh pasar. Jika tak terjadi penurunan suku bunga maka akan terjadi volatilitas di pasar.

BERITA TERKAIT

OJK Sebut Jiwasraya akan Diselamatkan Anak Usaha

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan menyebutkan bahwa PT Asuransi Jiwasraya (Persero) akan diselamatkan oleh anak…

BI Tetap Akomodatif Antisipasi Ancaman Resesi

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan kebijakan moneter dan makroprudensial akan tetap akomodatif untuk mendorong pertumbuhan…

Lewat Bank Wakaf, OJK Bidik Penyaluran Kredit di Sektor Informal

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membidik peningkatan penyaluran kredit untuk sektor informal melalui Bank…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Modalku Luncurkan Produk Modal Karyawan dan Hunian

    NERACA   Jakarta - Platform peer-to-peer (P2P) lending, Modalku menghadirkan solusi finansial dengan meluncurkan produk Modal Karyawan dan…

ADB Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,1%

    NERACA   Jakarta - Bank Pembangunan Asia (ADB) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 dan 2020 masing-masing…

Industri Asuransi Jiwa Berpeluang Investasi B30

    NERACA   Jakarta - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) berpendapat industri asuransi jiwa berpeluang untuk investasi di sektor…