Mutiara Targetkan Kucurkan Kredit Rp11,6 T

NERACA

Bandung--Bank Mutiara menargetkan penyaluran total kredit pada 2012 sebesar Rp11,6 triliun sekaligus meningkatkan sektor pembiayaan konsumtif yang memiliki kecenderungan tumbuh sepanjang tahun ini. "Target penyaluran kredit 2012 menembus Rp11,6 triliun, dengan melakukan ekspaksi bagi sektor produktif maupun konsumtif yang cenderung meningkat pada tahun ini sehingga komposisinya berimbang," kata Exacutive Vice President Bank Mutiara Candra Utama di sela-sela gathering di Bandung, Kamis.

Lebih jauh Candra menyebutkan, realisasi kredit bank tersebut meningkat dalam dua tahun terakhir dari Rp6,3 triliun pada 2010 menjadi Rp9,4 triliun pada 2011. Sehingga denga pertumbuhan tahun lalu sebesar 49 peren, ia optimis target Rp11,6 triliun pada 2012 bisa tercapai.

Menurut Candra, serapan pembiayaan pada 2011 sebagian besar disalurkan untuk sektor produktif termasuk UMKM dengan komposisi 70%, sedangkan 30% untuk memenuhi permintaan kredit konsumtif. "Pasar pembiayaan untuk kredit kecil dan menengah masih sangat terbuka, namun di sisi lain potensi untuk sektor kredit konsumtif juga menjadi salah satu prioritas karena adanya pertumbuhan pasar itu pada 2012," tambahnya

Sementara itu jumlah nasabah debitur Bank Mutiara pada Maret 2011 mencapai angka 70.000 debitur sedangkan pendanaan sebanyak 53.000 nasabah. "Penghimpunan dana pihak ketiga juga menjadi salah satu prioritas, dimana pertumbuhannya terus positif. Pada 2011 pendanaan mencapai Rp11,2 triliun atau tumbuh sekitar 25,8% dibanding 2010," ujarnya

Pertumbuhan pendanaan itu, kata dia tidak terlepas dari upaya untuk meningkatkan keuntungan perseroan yang pada 2011 membukukan laba bersih senilai Rp290,97 miliar, angka ini meningkat 33,49 persen dibandingkan dengan laba bersih 2010 sebesar Rp217,96 miliar. "Gairah untuk sektor pendanaan masih sangat positif, termasuk pada 2012 ini. Hal itu jelas memberikan peluang peningkatan pendapatan dan laba yang lebih bagus, termasuk mendukung untuk membukukan aset Rp17,78 triliun di akhir 2012," paparnya

Sementara itu Komisaris Bank Mutiara, Eko B Suprayitno menyebutkan pada 2012, bank itu juga akan membuka beberapa kantor cabang pembantu yang baru untuk mendukung ekspansi perseroan, disamping menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan asuransi.

Selain itu juga melakukan penjualan "bank note" yang menjdi salah satu kontributor pada "fee bace income." Pada 2011, Mutiara mampu menjual menjual 6-7 juta dolar bank note per hari dimana penjualan terbesar terjadi di Bali, Surabaya dan Jakarta. "Dalam waktu dekat akan bergabung dengan jaringan ATM Prima, setelah sebelumnya tergabung dengan jaringan ATM Bersama, hal ini semakin memudahkan nasabah Bank Mutiara dapat bertransaksi di ATM manapun dan ke bank manapun," ujar Eko lagi

Bahkan Eko menyebutkan, pengembangan layanan akan dilakukan khususnya di kota-kota potensial, salah satunya di DKI Jakarta dan Bandung. Salah satunya dengan rencana peluncuran layanan prioritas (priority banking). **cahyo

Related posts