Kurang Kesadaran Wanita - Mengenai Bahaya Kanker Payudara

NERACA

Kesadaran perempuan mengenai kesehatan payudara masih tergolong rendah. Hal ini ditandai dengan banyaknya kasus kanker payudara yang gagal terdeteksi dini.

Ketua Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia, dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B(K)Onk, Kamis, 29/03, dalam peluncuran film televisi ‘Derita Dinda’ mengatakan, “Karena masih banyak kasus kanker payudara yang ditemukan pada stadium lanjut, kami berpendapat masyarakat penting untuk memiliki kesadaran kanker payudara dan deteksi dini kanker payudara serta memahami penanganannya melalui kegiatan yang efektif dan edukatif.”

Menurut dia, sedikitnya 50% dari kasus kanker payudara yang ditemukan dokter dalam kondisi bukan stadium awal lagi. Hal ini mengakibatkan pengobatan yang diberikan menjadi lebih kompleks dan mahal, selain bahwa kenyataan ini mengurangi angka ketahanan hidup penderita kanker payudara.

Ketua LSM FORPUBLIK Rico Pasaribu mengatakan, “Kami senang bisa membuat film televisi ‘Derita Dinda’ dan mendapat dukungan dari banyak pihak sehingga cerita ini dapat dinikmati dan dipelajari oleh masyarakat. Semoga film ini bisa bermanfaat bagi seluruh anggota masyarakat Indonesia. Sesungguhnya kami melihat bahwa kesehatan payudara penting untuk dipahami oleh perempuan dan pria.”

Diperankan oleh Inez Tagor, Dinda mewakili sebagian masyarakat perempuan di Indonesia. Dinda merasakan adanya perubahan pada payudaranya. Karena tidak mendapat dukungan dari pasangan hidupnya, Dinda urung memeriksakan kesehatan payudaranya dengan dokter sehingga kemudian Dinda terlambat menerima penanganan medis dan meninggal akibat kanker payudara.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Nila Moeloek, Sp.M(K) menyambut baik pembuatan FTV ‘Derita Dinda’. “Kami menyambut baik edukasi yang disampaikan melalui gambar bergerak ini yang menunjukkan mengenai pentingnya deteksi dini dengan melakukan periksa payudara sendiri (SADARI). Lebih lanjut, masyarakat kebanyakan masih belum memahami kemana mereka harus bertanya dan bagaimana mencari jalan keluar finansial untuk berobat.”

Penanganan kanker payudara bukanlah suatu pengobatan instan namun memerlukan waktu yang tidak singkat dan biaya yang tidak sedikit. Meski demikian, terdapat beberapa pihak yang dapat membantu pasien dalam hal pembiayaan. Informasi akses pasien ini kadang tidak dipahami oleh pasien.

Gejala-gejala awal kanker payudara dapat dirasakan ataupun ditandai dengan perubahan bentuk atau tanda-tanda tertentu pada payudara. Perubahan ini sebaiknya ditindaklanjuti dengan melakukan kunjungan ke dokter.

Penyebab Kanker

dr. Sonar Soni Panigoro menambahkan, belum diketahui secara pasti apa yang menjadi sebab terjadinya kanker payudara. Namun, para ilmuwan telah mengidentifikasi sejumlah faktor berisiko yang sangat mungkin untuk terjadinya kanker payudara. Faktor-faktor tersebut adalah :

Faktor Umur

Semakin tua seseorang akan semakin berpotensi untuk terserang kanker payudara. Seorang wanita yang berumur 50 tahun delapan kali lipat lebih berpeluang untuk terserang kanker payudara dibanding dengan wanita yang berusia 30 tahun. Kanker payudara sangat jarang ditemukan pada wanita dengan usia di bawah 35 tahun.

Faktor sejarah

Faktor sejarah artinya seseorang yang pernah mengalami serangan kanker payudara, dapat menybabkan tumbuhnya kanker dibagian payudara yang lainnya. Kemungkinan terjadinya kanker baru meningkat sebesar 0,5% menjadi 0,7% setiap tahun setelah diagnosis pertama. Setelah 20 tahun, seorang wanita memiliki potensi 10% menjadi 15% untuk kembali terserang kanker payudara.

Faktor Genetik

Faktor keturunan atau genetik juga menjadi faktor terjadinya kanker payudara. Seseorang yang berasal atau lahir dari parental yang pernah memilki penyakit kanker payudara juga akan berpotensi terserang kanker payudara.

Faktor Hormon

Pengaruh hormonal seperti menstruasi terlalu dini ( di bawah 12 Tahun), terlambat menopouse, tidak pernah mengalami kehamilan, terlambat hamil (setelah usia 30), dan penggunaan Pil KB juga merupakan faktor terjadinya kanker payu dara.

Beberapa Faktor lain

Beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya kanker payudara di antaranya, terlalu banyak mengkonsumsi zat lemak, polusi linkungan, merokok, pernah aborsi dan berat dan tinggi badan di atas normal.

dr. Sonar menambahkan, deteksi dini memang harus dilakukan setidaknya satu tahun sekali untuk memeriksa kesehatan, karena kebanyakan penderita yang datang kepadanya kebanyakan sudah mencapai stadium empat, ini sudah masuk kriteria penyakit kanker stadium akhir.

Penyakit kanker payudara ini cuma hanya bisa disembuhkan melalui operasi, tetapi masyarakat banyak kendala untuk mengecek atau operasi, karena biaya yang sangat mahal, ini yang menjadi masyarakat sudah pasrah dengan penyakit kanker payudara.

Karena, masyarakat berpikir orang yang menderita kanker payudara akan meninggal tidak bisa disembuhkan lagi, namun dr. Sonar mengatakan, ini yang belum masyarakat mengerti mengenai operasi kanker payudara, masyarakat hanya mengetahui biaya yang sangat mahal namun, semua itu bisa dibantu oleh Asuransi kesehatan (Askes) atau Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

Deteksi dini memang sangat penting bagi masyarakat, agar mengetahui lebih awal penyakit yang dideritanya, dan penanganan akan lebih cepat dapat dilakukan, pepatah mengatakan lebih baik menjaga daripada mengobati, tuturnya.

Related posts