Bank Sinarmas Serahkan Kepada Penyidik Kejaksaan - Soal Kasus Aset LCC

Bank Sinarmas Serahkan Kepada Penyidik Kejaksaan

Soal Kasus Aset LCC

NERACA

Jakarta - Perseroan Terbatas Bank Sinarmas Tbk menyerahkan penanganan kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan aset Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berupa lahan seluas 8,4 hektare untuk Lombok City Center (LCC) kepada penyidik Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat.

Perseroan menyerahkan segala keputusan terkait dengan permasalahan tersebut kepada penyidik Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat, serta akan mematuhi segala ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, demikian keterangan resmi PT Bank Sinarmas Tbk yang diterima di Jakarta, Selasa (16/7).

Keterangan tertulis tersebut ditandatangani oleh dua direktur PT Bank Sinarmas Tbk., yakni Miko Andidjaja dan Hanafi Himawan.

Melalui keterangan itu, PT Bank Sinarmas Tbk. juga menegaskan bahwa perseroan selalu mengedepankan hukum dan ketentuan yang berlaku, serta selalu memegang teguh prinsip kehati-hatian dalam menjalankan kegiatan operasional bank sehari-hari.

Pada tanggal 19 Juni 2019, penyidik pidana khusus Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat memeriksa pejabat Bank Sinarmas terkait dengan penanganan kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan aset Pemkab Lombok Barat berupa lahan seluas 8,4 hektare untuk Lombok City Center (LCC).

Pejabat Bank Sinarmas yang menjalani pemeriksaan penyidik di Kantor Kejati NTB adalah Corporate Credit Analyst Bank Sinarmas Anula Putra.

Anula Putra yang ditemui wartawan usai pemeriksaan enggan memberikan banyak komentar. Namun, Anula membenarkan bahwa dirinya diperiksa terkait dengan agunan aset pemkab tersebut.

"Iya benar, tapi nanti dulu, saya tidak bisa berikan keterangan," kata dia singkat sembari bergegas pergi meninggalkan wartawan yang sudah menunggu pemeriksaannya sejak pagi di Kantor Kejati NTB

Menurut keterangan yang disampaikan pihak Kejati NTB, pemeriksaan terhadap Bank Sinarmas ini dilakukan sesuai dengan agenda yang telah dibuat penyidik."Jadi, semua yang ada kaitannya dipanggil penyidik," kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTB Ery Ariansyah Harahap.

Lahan seluas 8,4 hektare yang dikelola sebagai pusat perbelanjaan itu diduga diagunkan ke Bank Sinarmas oleh salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) PT Tripat yang mendapat hak kelola aset Pemkab Lombok Barat tersebut.

Progres penyidikannya masih dalam tahap pemeriksaan saksi. Setelah semuanya rampung, pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk melihat peran tersangka yang diperkirakan menimbulkan potensi kerugian negara mencapai Rp1,7 miliar.

Terkait dengan nilai kerugian, Ery Ariansyah mengatakan bahwa penyidik belum mendapatkan perinciannya secara jelas, masih berkoordinasi dengan BPKP NTB.

Pengelolaan aset Pemkab Lombok Barat melalui PT Bliss untuk pusat perbelanjaan LCC itu diduga ada indikasi penyimpangan. Pasalnya, dividen dari PT Tripat yang seharusnya disetorkan ke pemerintah, terkesan macet. Dalam perjanjiannya, Pemkab Lombok Barat seharusnya menerima 3 persen per tahun dari pengelolaan aset tersebut. Persentase dan nominal setoran dihitung dari angka penyertaan modal. Ant

BERITA TERKAIT

Tiga Bank Lokal Minta Izin Kerjasama dengan WeChat dan Alipay

  NERACA Jakarta -  Bank Indonesia (BI) menyebutkan setidaknya ada tiga bank domestik yang sudah mengajukan izin kerja sama dengan…

Bank Global Mulai Pangkas Jumlah Karyawan

  NERACA Jakarta – Berkembangnya era teknologi informasi turut memberikan perubahan di seluruh lini sektor, tak terkecuali di industri perbankan.…

Laba Bersih MNC Bank Anjlok 94,73%

NERACA Jakarta – Semester pertama 2019, PT Bank MNC Internasional  Tbk (BABP) mencatatkan laba bersih berjalan sebesar Rp5,28 miliar  atau turun…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Swasta Dipastikan Berperan dalam Pengelolaan SDA

Swasta Dipastikan Berperan dalam Pengelolaan SDA NERACA Jakarta - Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Hari Suprayogi memastikan swasta bisa…

Presiden Berwenang untuk Tidak Sahkan RUU Pertanahan - Guru Besar Hukum Unpad, Prof Ida Nurlinda

Presiden Berwenang untuk Tidak Sahkan RUU Pertanahan Guru Besar Hukum Unpad, Prof Ida Nurlinda NERACA Jakarta - Guru besar Hukum…

Web Sanken Dicatut, IPW Imbau Polda Minta Bantuan Patroli Siber

Web Sanken Dicatut, IPW Imbau Polda Minta Bantuan Patroli Siber NERACA Jakarta - Kejahatan di dunia maya yang mencatut nama…