Presiden Soroti Toilet Umum di Objek Wisata Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pihaknya akan fokus terlebih dahulu untuk mengembangkan 5 destinasi wisata prioritas, dari sebelumnya ingin menciptakan 10 Bali baru di beberapa wilayah Indonesia. Ia mengaku sudah mendatangi 4 dari 5 destinasi wisata yang akan dikembangkan tersebut. "Pertama saya pergi ke Mandalika, Danau Toba, Manado, Labuan Bajo, saya enggak ke Borobudur karena sudah pernah bolak-balik ke sana, sudah tahu masalahnya," kata Jokowi membuka rapat terbatas 'Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas', di Kantor Presiden, Jakarta, dikutip dari CNN Indonesia.com.

Jokowi menyatakan dari hasil kunjungan kerja yang dirinya lakukan ke empat destinasi wisata tersebut terdapat sejumlah masalah yang perlu dibenahi. Ia menyebut masalah pertama terkait dengan pengaturan dan pengendalian tata ruang."Terakhir ada masalah di Sulawesi Utara juga, di Labuan Bajo, yang kami harapkan bisa selesai. Di Toba yang saya lihat juga masih ada," ujarnya.

Masalah yang kedua, kata Jokowi terkait dengan akses konektivitas menuju destinasi wisata tersebut. Menurutnya, sejumlah infrastruktur pendukung konektivitas perlu dibenahi, seperti bandara, pelabuhan, hingga jalan menuju lokasi wisata. "Saya sudah sampaikan pada menteri tahun depan harus diselesaikan. Karena memang ada peluang besar bagi kita untuk menarik wisatawan dari mancanegara yang diharapkan menghasilkan devisa sebanyak-banyaknya," ujarnya.

Kemudian masalah ketiga, Jokowi menyoroti soal fasilitas yang tersedia di masing-masing lokasi wisata. Mantan wali kota Solo itu memerintahkan pemerintah provinsi turun ke lapangan untuk membenahi masalah fasilitas di lokasi wisata."Pemerintah kabupaten/kota diajak membenahi, misal penataan PKL, resto-resto kecil, toilet, standar toilet minimal. Sehingga orang masuk betul-betul diberikan pelayanan yang baik," tuturnya.

Lalu yang keempat, Jokowi meminta kepala daerah setempat memperhatikan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada di lokasi wisata, seperti para pedagang, karyawan hotel, hingga pemilik kapal, dengan melakukan pelatihan. "Sehingga bisa betul-betul mampu melayani wisatawan dengan baik dengan ramah tamah, melayani dengan senyuman," ujarnya.

Kelima, kata Jokowi, produk-produk budaya di lokasi wisata setempat juta harus ditampilkan. Mantan gubernur DKI Jakarta itu pun meminta Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) turun tangan menangani hal tersebut. "Mohon ini Bekraf beri suntikan di desain pakaian, kostum yang bisa diperbaiki dengan sebuah injeksi dari desainer yang baik," katanya.

Terakhir, menurut presiden terpilih itu, perlu dilakukan promosi secara besar-besaran terhadap 5 destinasi wisata prioritas tersebut. Sehingga, kata Jokowi, negara betul-betul mendapatkan manfaat yang besar dan memberikan efek pertumbuhan bagi ekonomi daerah.

Usai rapat, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan terkait dengan akses konektivitas di 5 destinasi wisata prioritas tersebut, pihaknya akan mengembangkan Bandara Sam Ratulangi, Kota Manado, Sulawesi Utara dan Bandara Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Budi menyatakan bahwa pihaknya akan memperpanjang landasan pacu di Bandara Sam Ratulangi menjadi 2.800 meter serta membangun terminal baru. Ia berharap nantinya pesawat jenis Airbus bisa mendarat di bandara tersebut.

Kemudian, kata Budi, landasan pacu di Bandara Komodo juga akan diperpanjang menjadi 2.750 meter. Menurutnya, Bandara Komodo akan dikelola oleh pihak swasta dengan mekanisme Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). "Jadi nanti investasi swasta, kita juga akan perpanjang (landasan pacu) bandaranya jadi 2.750 meter, supaya pesawat Airbus bisa ke sana (Bandara Komodo)," katanya.

Selain bandara, Budi melanjutkan pihaknya juga akan mengembangkan pelabuhan setempat. Ia ingin kapal-kapal pesiar nantinya bisa langsung berlabuh di pelabuhan yang ada di kawasan wisata yang ada di sekitar Kota Manado dan Labuan Bajo.

"Nah pelabuhan di sana kan masih campur tuh, kargo sama penumpang. Kami akan pisahkan, untuk kami carikan tempat lain. Itu khusus mereka-mereka yang turis-turis itu," ujar Budi. Budi mengatakan untuk tiga destinasi wisata lainnya relatif sudah memiliki konektivitas yang cukup. Menurutnya, untuk wisata di kawasan Candi Borobudur, pihaknya tengah membangun jalur kereta api dari Bandara New Yogyakarta International Airport, Kabupaten Kulon Progo.

"Kalau di Sumut (Danau Toba) kami konsentrasi memperbaiki konektivitas di antara pelabuhan-pelabuhan yang ada. Jadi kami akan investasi kapal-kapal, dermaga," tuturnya. Budi yakin pembangunan infrastruktur pendukung akan rampung pada 2020-2021.

BERITA TERKAIT

Mencari Keberadaan Air Terjun di Karawang Selatan

"Permisi ada toilet?," saya bertanya kepada seorang petugas waralaba di kawasan Karawang Selatan. "Punten a, toiletnya ada tapi airnya yang…

Samudra Ancol Punya Wahana Baru untuk Liburan Akhir Tahun

Menyambut pekan liburan akhir tahun, Taman Impian Jaya Ancol tengah mempersiapkan berbagai inovasi berupa fasilitas serta wahana permainan baru. Salah…

Tips Demi 'Glamping' yang Lebih Nyaman

Glamping alias glamour camping atau berkemah mewah menjadi salah satu kegiatan wisata akhir tahun yang banyak diburu turis, terutama bagi…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Mencari Keberadaan Air Terjun di Karawang Selatan

"Permisi ada toilet?," saya bertanya kepada seorang petugas waralaba di kawasan Karawang Selatan. "Punten a, toiletnya ada tapi airnya yang…

Samudra Ancol Punya Wahana Baru untuk Liburan Akhir Tahun

Menyambut pekan liburan akhir tahun, Taman Impian Jaya Ancol tengah mempersiapkan berbagai inovasi berupa fasilitas serta wahana permainan baru. Salah…

Tips Demi 'Glamping' yang Lebih Nyaman

Glamping alias glamour camping atau berkemah mewah menjadi salah satu kegiatan wisata akhir tahun yang banyak diburu turis, terutama bagi…