LG Kampanyekan Teknologi TrueSteam

NERACA

Jakarta - PT. LG Electronics Indonesia (LG) bekerjasama dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Hermina Bekasi mengadakan serangkaian kegiatan yang menyasar pada ibu dalam persiapan melahirkan. Bersanding dengan edukasi persiapan menghadapi kelahiran dan senam hamil, kegiatan yang berlangsung sepanjang tiga hari di RSIA tersebut juga merupakan bagian upaya LG mengkampanyekan teknologi TrueSteam pada mesin cucinya.

“Disamping penguatan dengan pengetahuan mengenai persiapan kelahiran diantaranya melalui kehadiran psikolog, kegiatan ini juga berupaya memperkenalkan teknologi TrueSteam™ pada mesin cuci LG yang bermanfaat memastikan dan menjaga higienitas pakaian bayi,” ujar Head of Product Marketing Home Appliance PT LG Electronics Indonesia, Rumbi Simanjuntak, seperti dikutip dalam keterangannya, kemarin.

Faktor higienitas, menurut Rumbi Simanjuntak, kerap menjadi kekhawatiran ibu mengingat usia bayi yang membuatnya rentan dan cenderung memiliki sensitif merespon paparan zat penyebab alergi dan debu. Dari penamaannya, teknologi TrueSteam merupakan fitur pada mesin cuci bagi perawatan pakaian dengan memanfaatkan teknologi uap panas dari air. Teknologi TrueSteam hadir pada berbagai mesin cuci LG dalam kategori bukaan depan (front load). Ketersediaannya ada pada kapasitas cuci 9 Kg hingga 21 Kg.

Meski beberapa pabrikan telah memperkenalkan teknologi sejenis, namun Rumbi Simanjuntak menyatakan, teknologi TrueSteam hadir dengan pembeda yang memberinya keunggulan khususnya pada kemampuan menangani bakteri dan material penyebab alergi hingga 99,9%. Keunggulan ini, menurutnya lagi, berkat tersedianya generator uap khusus yang ditempatkan LG pada bagian atas mesin cuci dengan fitur TrueSteam.

Melalui saluran khusus yang berada pada sisi atas mesin cuci ini, uap panas dengan temperatur 50-60° Celcius disemburkan pada tabung mesin cuci yang bergerak memutar untuk memastikannya merata ke setiap cucian di dalamnya. “Dengan generator tersendiri dan penempatan saluran pada bagian atas mesin cuci, memastikan temperatur panas berada di kisaran 50-60° Celcius,” ujar Rumbi Simanjuntak.

Memastikan tingkat temperatur uap ini menjadi penting, menurutnya, karena pada rentang suhu inilah tingkat efektif untuk membebaskan cucian dari kemungkinan debu yang menempel, bakteri maupun bahan penyebab alergi. Sementara mesin cuci dengan klaim kemampuan penggunaan uap panas, ia menyatakan, proses produksi uap panas terjadi dengan memanfaatkan perangkat pemanas (heater) pada bagian bawah mesin cuci. Proses inilah yang kemudian memicu terjadinya uap panas yang bergerak merasuk hingga dalam tabung pencucian.

Adanya aliran yang dibutuhkan uap panas hingga mencapai tabung cuci, lanjut Rumbi Simanjuntak, membuat temperaturnya fluktuatif dengan rata-rata di kisaran angka 40° C. “Fluktuasi suhu dengan rata-rata di bawah tingkat yang membuatnya efektif menangani zat merugikan membuatnya belum dapat menepis kekhawatiran mengenai higienitas hasil cucian,” ujar Rumbi Simanjuntak

BERITA TERKAIT

Integrasikan Transportasi, KAI dan MRT Joint Venture

      NERACA   Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT MRT Jakarta (Perseroda) membentuk perusahaan patungan…

Neraca Pembayaran Diperkirakan Surplus US$1,5 Miliar

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada akhir tahun ini akan berbalik…

Transformasi Jabatan Eselon Rampung Juni 2020

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menargetkan proses transformasi jabatan struktural eselon III, IV, dan V ke jabatan fungsional…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Penerimaan Pajak 2019 Diakui DJP Cukup Berat

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo menyebutkan pertumbuhan penerimaan pajak 2019 cukup berat…

Pemerintah Pastikan Dorong Pembiayaan dari SBN Domestik di 2020

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman memastikan pemerintah akan mendorong…

Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Masuk Kategori Tinggi

      NERACA   Jakarta - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), United Nations Development Program (UNDP), dalam siaran persnya Selasa…