Mitra Adiperkasa Bukukan Pendapatan Rp 5,88 Triliun - Sukses Garap Pasar Kelas Atas

NERACA

Jakarta - Perusahaan ritel PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatatkan kenaikan pendapatan 24,97% dari Rp 4,71 triliun menjadi Rp5,88 triliun pada 2011. Meningkatnya pertumbuhan pendapatan tersebut merupakan imbas dari kesuksesan menggarap pasar menengah atas.

Sekretaris perusahaan MAPI Fetty Kwartati mengatakan, perseroan berhasil mendatangkan sejumlah merek baru pada tahun lalu sehingga menambah portofolio belanja masyarakat dan buntutnya pendapatan perseroan juga ikut tumbuh.

"Pencapaian ini tentunya memberikan dampak pada laba komprehensif perseroan yang tercatat naik tajam 73,89% dari Rp205,98 miliar pada 2010 menjadi Rp358,19 miliar pada 2011,” katanya di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan bahwa seiring dengan meningkatnya pendapatan, MAPI belum mampu menekan beban pokok penjualan yang kini tercatat naik 21,87% menjadi Rp2,84 triliun, dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,33 triliun.

Dalam laporan keuangannya, disebutkan beban penjualan perseroan tercatat mengalami kenaikan 24,23% dari Rp1,663 triliun pada 2010 menjadi Rp2,06 triliun sepanjang 2011. Bukan itu saja, MAPI terpaksa mengantongi kerugian kurs sebesar Rp6,28 miliar pada 2011, dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya berhasil meraup untung kurs sebesar Rp607 juta.

Hingga 2011, total aset perseroan tercatat sebesar Rp4,415 triliun. Angka ini meningkat 20,29% dari raihan 2010 yang sekitar Rp3,670 triliun. Pada tahun ini, perusahaan pengelola lebih dari 100 merek internasional ini berencana melakukan ekspansi pembukaan 10-15 restoran Burger King melalui anak usahanya, yaitu PT Sari Burger Indonesia.

Artinya, sepanjang 2012, perseroan membidik pembukaan gerai dan restoran baru dengan luas sekitar 50-60 ribu meter persegi dengan perkiraan 200 gerai, termasuk restoran Burger King. "Untuk belanja modal tahun ini keseluruhan mencapai Rp600 miliar," ujar Fetty.

Siapkan Refinancing

Selain itu, Mitra Adiperkasa juga berencana menggunakan skema refinancing untuk pelunasan obligasi dan sukuk ijarah perseroan senilai Rp300 miliar yang akan jatuh tempo pada Desember tahun ini.

Fetty Kwartati memastikan perseroan tidak akan menggunakan kas internal untuk melunasi obligasi jatuh tempo. Namun skema refinancing obligasi masih belum diputuskan saat ini. “Batas akhirnya masih Desember 2012, jadi belum kami putuskan bagaimana skema refinancing. Bisa melalui pinjaman perbankan atau emisi obligasi baru,” ungkapnya.

Menurutnya, beberapa bank sudah menawarkan pinjaman baru kepada perseroan. Sayangnya diriya enggan menyebutkan identitas bank-bank tersebut, hanya saja kisaran bunga yang ditawarkan 9%-10%.

Selain bank, beberapa sekuritas dikabarkan juga menawarkan diri ntuk menjadi penjamin emisi obligasi. “Sejauh ini belum ada kecocokan baik untuk tawaran dari bank maupun sekuritas.”ujarnya.

Berdasarkan data PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), obligasi Mitra Adiperkasa I tahun 2009 seri A mendapat rating idA+ dari Pefindo. Adapun besaran kupon yang ditawarkan perseroan mencapai 12,25%.

Related posts