Semester Satu, Penjualan SMGR Turun 4,86% - Bisnis Semen Masih Lesu

NERACA

Jakarta- Lesunya penjualan semen di semester pertama 2019, dirasakan betul bagi produsen semen. Salah satunya PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) yang mencatatkan penjualan sepanjang semester pertama tahun ini terkoreksi 4,86% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sepanjang semester I/2019, SMGR itu mencatatkan penjualan semen sebanyak 12,74 juta ton, turun 4,86% dari 13,39 juta ton pada semester I/2018. Penjualan itu terdiri atas penjualan domestik sebanyak 11,21 juta ton lebih rendah 5,14% dibandingkan tahun sebelumnya 11,82 juta ton. Sementara itu, untuk penjualan semen untuk pasar ekspor tercatat terkoreksi 2,79% menjadi 1,52 juta ton dibandingkan dengan realisasi pada tahun sebelumnya yang tercatat 1,57 juta ton.

Di sisi lain, penjualan semen SMGR pada Juni 2019 tercatat meningkat tipis 0,58% menjadi 1,58 juta ton dari catatan tahun sebelumnya 1,57 juta ton. Pada periode tersebut, penjualan semen domestik naik 11,53% secara tahunan menjadi 1,43 juta ton dan penjualan semen untuk pasar ekspor terkoreksi cukup dalam 48,28% year-on-year menjadi 148.857 ton.

Realisasi penjualan semen pada Juni 2019 lebih rendah 31,89% dibandingkan dengan realisasi penjualan semen pada Mei 2019, dengan penjualan domestik yang terkoreksi 28,14% dan penjualan ekspor yang terkoreksi 54,55%. Pada 6 bulan pertama 2019, total volume penjualan industri semen mencapai 28,24 juta ton. Jumlah itu menyusut 1,91% dari 28,79 juta ton pada semester I/2018.

Sebaliknya, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) malah mengalami pertumbuhan, baik dari permintaan maupun produksi. Meski harus diakui pertumbuhannya berada dalam rentang mini. Produksi semen SMBR mengalami pertumbuhan yang stagnan. Sepanjang semester I-2019, SMBR memproduksi 897.893 ton. Jumlah itu lebih tinggi sekitar 1% dari tahun lalu. “Semester satu 2018 kapasitas produksi kami sebesar 887.047 ton,”kata Direktur Keuangan Semen Baturaja, Dede Parasede.

Penjualan semen SMBR juga mengalami pertumbuhan. Dede mengatakan realisasi penjualan semen semester I perusahaannya mencapai 880.000 ton. Periode yang sama tahun lalu, SMBR mencatatkan sales sebesar 866.000 ton. “Meski tipis hanya sekitar 2%, namun itu kondisi yang bagus di tengah kondisi konsumsi semen nasional yang lesu,”ujar Dede.

Kalau dihitung, realisasi penjualan semen SMBR mencapai sekitar 40% dari total target tahun ini. Tahun ini,Dede berharap pihaknya mencatatkan penjualan semen hingga mencapai 2,3 juta ton. Dede optimistis perusahaannya bisa memacu bisnis di semester kedua. Dede mengakui, tipisnya pertumbuhan produksi dan penjualan semen SMBR tak dapat dilepaskan dari tertundanya beberapa proyek. “Demand sepanjang semester I banyak tertahan karena sepertinya pihak-pihak tertentu masih memantau kepastian politik,” kata Dede.

Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI), Widodo Santoso pernah bilang, buruknya serapan semen pada paruh pertama tahun ini karena proyek-proyek belum dimulai. Disampaikannya, konsumsi semen pada Juni anjlok 27,4% secara bulanan menjadi 2,7 juta ton. Namun, konsumsi semen pada Juni naik 12,8% secara tahunan. Widodo menduga hal tersebut disebabkan oleh libur lebaran selama 10 hari.

BERITA TERKAIT

Bankir: Resesi Global Masih Jauh dari Kondisi Nyata

NERACA Jakarta-Kalangan bankir menilai resesi ekonomi global masih jauh dari nyata. Dengan demikian, masyarakat diimbau tak perlu menanggapi isu tersebut…

Semester Pertama, Pajak Daerah Kota Sukabumi Sudah Mencapai 65,67 Persen

Semester Pertama, Pajak Daerah Kota Sukabumi Sudah Mencapai 65,67 Persen   NERACA Sukabumi - Realisasi pendapatan pajak daerah yang dikelola oleh…

Kesadaran Perlindungan Data Pribadi Masih Rendah

Kesadaran Perlindungan Data Pribadi Masih Rendah   NERACA Jakarta - Kesadaran masyarakat untuk melindungi data pribadi masih rendah, seseorang dengan mudah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pangkas Beban Utang - Waskita Karya Divestasi Bisnis Lima Ruas Tol

NERACA Jakarta – Besarnya beban utang yang ditanggung PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dalam ekspansi bisnis di jalan tol, menjadi…

Ubah Toko Jadi Lifestye Mall - Ramayana Pede Raih Pendapatan Rp 8,85 Triliun

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan bisnis di tengah ketatnya persaingan bisnis, PT Ramayana Lestari Santosa Tbk (RALS) sebagai emiten ritel…

Penuhi Kebutuhan Belanja Modal - Bank Permata Beri Pinjaman Anak Usaha TOWR

NERACA Jakarta –Danai kebutuhan belanja modal dan ekspansi bisnisnya, PT Iforte Solusi Infotek yang merupakan anak usaha PT Sarana Menara…