KS Sepakati Restrukturisasi dengan Kreditur - Selamatkan Bisnis Usaha

NERACA

Jakarta – Seiring melorotnya performance kinerja keuangan dan beban utang yang terus menumpuk, kondisi ini dirasakan cukup memberatkan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) ditengah bisnis baja yang lesu. Maka dalam rangka meringkan beban keuangam, perusahaan plat merah ini merasakan perlu melakukan restrukturisasi utang dengan para kreditur.

Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (15/7) telah melakukan penandatanganan perubahan dan pernyataan kembali perjanjian pokok utang dengan sejumlah perbankan pelat merah dan swasta. Disebutkan, perseroan melakukan penandatanganan restrukturisasi dengan lima bank sindikasi yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Selain itu, penandatangan juga dilakukan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dan PT Bank Central Asia Tbk. dengan disaksikan oleh perwakilan bank swasta yang terdiri atas PT Bank Cimb Niaga Tbk., PT Bank OCBC NISP Tbk., PT Bank ICBC Indonesia, Standard Chartered Bank Indonesia, dan PT Bank DBS Indonesia.

Kat Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim, perjanjian kerja sama perbankan yang merupakan restrukturisasi utang itu perlu dilakukan guna menyelamatkan perseroan. Menurutnya, perseroan memiliki aspek strategis dalam pembangunan nasional khususnya sebagai tulang punggung industri dan pembangunan infrastruktur. “Selain itu diharapkan dengan program ini, Krakatau Steel akan lebih lincah dalam pengembangan bisnis dan pasarnya di masa mendatang,” ujarnya.

Dalam memenuhi perjanjian sama, KRAS menyatakan akan berkomitmen untuk menjaga kelangsungan operasional dan anak usaha. Restrukturisasi itu melibatkan anak-anak usaha perseroan. Penandatanganan persetujuan pembiayaan itu dilakukan untuk mendukung rencana transformasi bisnis dan keuangan KRAS. Diharapkan, strategi itu dapat membuat perseroan mencapai level likuiditas yang sehat.

Manajemen KRAS menyebut juga telah mendapatkan pinjaman untuk kebutuhan modal kerja tambahan senilai US$200 juta dari sindikasi bank. Selanjutnya, langkah yang ditempuh produsen baja pelat merah itu yakni penjualan aset-aset non-core, perampingan organisasi, mencari mitra bisnis strategis, spin-off, serta pelepasan unit kerja yang semula bersifat cost center atau hanya melayani induk perusahaan (KS), menjadi bagian dari pengembangan bisnis anak perusahaan sehingga bersifat profit center.

Sebelumnya, Silmy mengungkapkan perseroan mengincar dana US$1 miliar atau sekitar Rp14 triliun dari pelepasan aset non-core. Dana yang didapatkan akan digunakan untuk membayar utang. Dia menyebut perseroan akan melepas sebagian kepemilikan saham di entitas anak di antaranya PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), PT Krakatau Daya Listrik (KDL), dan PT Krakatau Tirta Industri (KTI).“[Pelepasan aset non-core] kami harus mencari harga yang optimal dan waktu terbaik,” ujarnya.

Untuk KDL, Silmy menyebut tengah melakukan pembahasan dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Menurutnya, dua BUMN itu tertarik dengan bisnis pembangkit listrik dan distribusi gas di entitas anak tersebut.

BERITA TERKAIT

Komisioner KPPU Keliling Kanwil Desak Pelaku Usaha Bayar Dendanya

Komisioner KPPU Keliling Kanwil Desak Pelaku Usaha Bayar Dendanya   NERACA Makassar - Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI berkeliling…

Ketua MPR - Konstitusi Harus Sesuai Dengan Tuntutan Zaman

Zulkifli Hasan  Ketua MPR Konstitusi Harus Sesuai Dengan Tuntutan Zaman Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan berpendapat…

Potensi Pasar Besar, Acer Masuk Bisnis Solusi IoT

    NERACA   Jakarta - Menyambut megatrend big data, Acer hadir sebagai perusahaan TI yang end-to-end, memperkenalkan solusi teknologi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Debat Calon Ketum HIPMI - Para Peserta Unjuk Kepiawan Memimpin

Menjelang munas Himpunan pengusaha muda Indonesia (HIPMI) ke XVI tanggal 16 September 2019 mendatang, 4 Calon Ketua Umum (Caketum) HIPMI,…

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…