Pasar Industri Mainan Indonesia Yang Menggoda

NERACA

Jakarta - Pasar mainan Indonesia yang terbilang besar, maka Indonesia menjadi pasar yang potensial bagi industri mainan dunia. Maka tal ayal, beberapa negara mengincar pasar Indonesia lantaran setiap tahunnya ada 5 juta angka kelahiran. Hal itulah yang membuat Chaoyu Expo menggelar pameran International Toys and Kids Expo 2019 di Ji Expo Kemayoran Jakarta, pada 18-21 Juli 2019.

Selain angka kelahiran yang tinggi, di Indonesia juga terdapat 234 Ribu Sekolah untuk Pendidikan Usia Dini (PAUD) yang membutuhkan mainan untuk pengembangan diri anak. "Setidaknya ada 5.300 sekolah PAUD di Jakarta atau 234 ribu sekolah PAUD di Indonesia yang membutuhkan mainan, maka saya rasa itu pasar yang potensial buat industri mainan," kata Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam konferensi pers pameran International Toys and Kids Expo di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) Sutjiadi Lukas. Ia menjelaskan bahwa industri mainan khususnya kelengkapan wahana bermain (playground) mempunyai prospek yang baik. Pasalnya serapan mainan playground di Indonesia terbilang besar seperti untuk taman, rekreasi, restoran, sekolah, hotel, rumah sakit hingga bandara biasanya ada ruangan khusus untuk playground. "Saat ini hanya dimonopoli oleh 2 perusahaan saja, makanya kami mendorong agar ada yang bisa ikut dalam bisnis tersebut karena pasarnya besar," jelas Lukas.

Pasar industri mainan yang besar juga dibuktikan dengan meningkatnya jumlah peserta pameran International Toys and Kids Expo 2019. ChaoYu Expo selaku penyelenggara pameran menyatakan lebih dari 350 perusahaan-perusahaan besar dari negara Asia Tenggara seperti Cina, Indonesia, Thailand, Jepang, dan Malaysia akan menghadirkan produk terkini dan terunik mereka. Jumlah ini meningkat 100% dibanding penyelenggaraan tahun lalu, dan menggunakan ruang pameran dua kali lebih besar menjadi 9,000 m2 mencakup Hall A1, A2, A3, dan D1.

“Pameran ini merupakan platform yang tepat bagi para pemain di industri mainan dan perlengkapan anak baik di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara untuk memperluas jaringan dan mengembangkan bisnisnya. Pameran yang fokus di sektor B2B (business to business) memberikan kesempatan kepada para pemain industri untuk dapat saling bertukar informasi dan menemukan peluang untuk dapat berkolaborasi dalam mengembangkan usaha dalam jangka panjang,” ujar Nelson Hou, Vice General Manager ChaoYu Expo.

Tahun ini pameran akan menampilkan lebih dari 40.000 produk, termasuk berbagai jenis mainan elektronik, mainan plastik, berbagai jenis produk anak-anak dan bayi, berbagai jenis peralatan hiburan, produk taman bermain in-door dan out-door, serta berbagai macam produk gift dan peralatan Rumah tangga.

Indonesia menjanjikan peluang pasar terbesar di Asia. Lokasi strategis Indonesia menawarkan akses mudah untuk perdagangan ke semua negara tetangga serta peluang untuk melakukan penetrasi pasar lokal dengan basis populasi pasar Indonesia yang besar. Indonesia selama ini menjadi pusat komersial dan penghubung perdagangan antara negara Timur dan Barat serta negara Utara dan Selatan.

BERITA TERKAIT

BEI Perbanyak Sekolah Pasar Modal di DIY

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal guna menjaga ketahanan pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisai…

Imbangi Aliran Modal Asing - OJK Targetkan 5 Juta Investor Pasar Modal

NERACA Jakarta – Memperingati 42 tahun kembali diaktifkannya industri pasar modal, telah banyak pencapaian dan perubahan yang ditorehkan. Bahkan industri…

Pemkot Palembang Aktifkan Alat Uji Formalin di Semua Pasar Tradisional

Pemkot Palembang Aktifkan Alat Uji Formalin di Semua Pasar Tradisional   NERACA Palembang - Pemkot Palembang akan mengaktifkan alat penguji formalin…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Anggaran untuk Pembangunan Infrastruktur Naik 4,9%

  NERACA Jakarta - Pemerintah berencana untuk menggelontorkan anggaran infrastruktur dari APBN 2020 sebesar Rp419,2 triliun atau meningkat 4,9 persen…

Manipulasi Perintah Hakim, Jaksa Agung Dinilai Abaikan Larangan Presiden

  NERACA Jakarta - Pada pidato Sidang Tahun DPR/MPR 16 Agustus kemarin, Presiden Joko Widodo menginginkan tidak adanya ego sektoral…

Anggaran Pindah Ibukota Tak Masuk APBN 2020

  NERACA Jakarta -  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan pemerintah belum mengandalkan belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan…