Hensel Davest Serap Belanja Modal 10%

NERACA

Jakarta – Mengawali perdagangan saham perdana di pasar modal, saham PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT) dibuka melejit 49,52% ke level Rp 785 per saham. Perseroan mengklaim menjadi perusahaan teknologi finsial yang pertama tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam pengembangan bisnisnya, kata Direktur Keuangan HDIT, Daniar Akhmad, perseroan telah menyerap 10% atau sekitar Rp13 miliar dari anggaran yang disediakan untuk merger dan akuisisi jaringan agen sepanjang semester I/2019. “Sampai dengan semester I/2019, dari 65% sudah terserap untuk merger dan akuisisi sekitar 10%, tapi untuk pengembangan software dan security system belum digunakan,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Asal tahu saja, perseroan menganggarkan 65% dari dana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) atau sebesar Rp130,07 miliar untuk modal kerja yang digunakan untuk akuisisi merchant. Kemudian 10% untuk pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, serta 25% untuk operasional perusahaan dan pembelian gedung kantor.

Perseroan melepas 381,17 juta saham dan meraih dana hasil IPO Rp200,11 miliar. HDIT menggandeng PT Mirae Asset Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi saham. Pada masa penawaran umum, saham HDIToversubscribedhingga 39,75 kali atau 528,17 juta daripooling

Sementara CEO Hensel Davest Indonesia, Hendra David menambahkan, perseroan fokus untuk menambah jaringan agen dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang tersebar di Indonesia bagian timur.”Jadi, merchant dari UMKM utamanya di Indonesia Timur sehingga mereka bisa menjadi agen untuk berbelanja produk dan pembayaran tagihan secara digital,” ujar Hendra.

Hendra menjelaskan, saat ini perseroan telah memiliki media-media transaksi yang dapat diakses melalui website, ponsel, maupun transaksi SMS. Dirinya menjelaskan, transaksi SMS pun masih menarik karena jaringan konektivitas internet belum terlalu merata di kawasan Indonesia Timur. Namun demikian, seiring dengan perkembangan teknologi, HDIT mengungkapkan tengah menyiapkan aplikasi yang nantinya dapat digunakan oleh para mitranya. “Fokus di Indonesia Timur, tapi penyebarannya kami juga ada di kawasan barat Indonesia. Saat ini utamanya di Sulawesi, Kalimantan, di Jawa dan Sumatra juga ada,”kata Hendra.

BERITA TERKAIT

Pabrik Karawang Beroperasi - Softex Bidik Bisnis Tumbuh Double Digit

NERACA Bandung –Mengulang kesuksesan pertumbuhan bisnis di tahun 2019 kemarin, perusahaan prdousen saniter PT Softex Indonesia mematok pertumbuhan bisnis tahun…

Tambah Portofolio Aset - SDI Akuisisi Gedung Milik SCB Rp 20 Miliar

NERACA Jakarta -  Dukung pengembangan bisnisnya, PT Serba Dinamik Indonesia (SDI) mengakuisisi gedung milik PT Surya Cipta Banten (SCB) senilai…

Marak Terbitkan Obligasi - Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 40,7 Triliun

NERACA Jakarta –Pasar obligasi dalam negeri di tahun 2020 masih berpiotensi tumbuh, meskipun dihantui sentimen negatif pasar global. Berkah inilah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bantu Daya Saing UMKM - HIPO Hadirkan Aplikasi Marketplasce Histore

NERACA Jakarta – Berangkat dari upaya untuk membangun daya saing dan go digital pelaku usaha mikro kecil dan menengah, Himpunan…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Trisula Genjot Pasar Ekspor Segmen Uniform

NERACA Jakarta – Jaga pertumbuhan kinerja sepanjang tahun ini, PT Trisula International Tbk (TRIS) telah menyiapkan beberapa strategi bisnis. Apalagi…

Danai Akuisisi Lahan - Polaris Cari Modal Lewat Rights Issue

NERACA Jakarta – Dukung pengembangan bisnisnya, perusahaan properti PT Polaris Investama Tbk (PLAS) rencanakan mencari pendanaan di pasar lewat rights…