Kredit Baru CIMB Niaga Berpotensi Turun 40%

NERACA

Jakarta--- Pasca pemberlakuan pembatasan uang muka (Down Payment), PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) memprediksi kemungkinan terjadi penurunan kredit baru di segmen bisnis konsumer sekitar 20%-40%. "Dampaknya sulit diperkirakan tapi angka kasar akan drop 20%-40% dalam enam bulan ke depan. Makanya kita tumbuh konservatif, antisipasinya tidak ada karena ini peraturan untuk semua pihak," kata Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid di Jakarta,29/3

Menurut Arwin, dalam jangka pendek memang pertumbuhan segmen bisnis konsumer, terutama Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) akan terpengaruh. Perseroan biasanya kredit baru di segmen konsumer membukukan sekitar Rp10 triliun tiap tahunnya.

Dengan ketentuan itu, Arwin memprediksi akan terjadi penurunan sekira 20-40 persen atau sekira Rp2 triliun-Rp4 triliun. “Contohnya, jika tadinya nasabah membeli mobil dengan harga Rp500 juta, jadi diturunkan menjadi Rp300 juta dan nasabah lebih menyesuaikan anggaran calon pembeli,” terangnya.

Dikatakan Arwin, penurunan ini tidak akan memberatkan target kredit perseroan yang dipatok konservatif sebesar 18 persen. Di akhir 2011, kucuran kredit konsumer perseroan mencapai Rp37,5 triliun, naik 14% dari posisi akhir 2010 sebesar Rp32,87 triliun. "Tidak memberatkan karena kita universal bank jadi semua segmen masuk," ungkapnya.

Wakil Direktur Utama CIMB Niaga Catherine Hadiman sebelumnya menjelaskan, perseroan belum mengubah target pertumbuhan KPR dan KKB dikisaran 18%. “Sedikit banyak memang aturan ini tetap akan mempengaruhi permintaan,” tuturnya.

Catherine tetap optimistis permintaan akan baik, terlebih kondisi makroekonomi dan pendapatan per kapita Indonesia yang meningkat sehingga diharapkan meningkatkan kemampuan dan daya beli masyarakat. "Secara umum kredit kita akan tumbuh 18%, termasuk KPR dan KKB. Memang akan ada koreksi tapi kita akan lihat ke depan, di semester pertama. Kalau sekarang belum revisi," ujarnya. **maya

Related posts