Home Credit Mentransformasi Cara Belanja Masyarakat Indonesia

Momentum pameran Pekan Raya Jakarta (PRJ) dalam rangka hari ulang tahun Jakarta, tidak pernah absen dari Yuyu Wahyuni (40) untuk selalu hadir dan menikmati segala bentuk promo yang ditawarkan setiap produk yang membuka stand di sana. Ibu dua anak ini, merasakan betul murahnya belanja dengan berbagai promo, discount dan cashback yang diberikan. “Saya kalau main ke PRJ gak cuma sekali, tapi bisa tiga kali dan itu mesti ada yang dibeli,”ceritanya.

Meskipun bukan warga Jakarta, Yuyu yang tinggal di Serang, Banten ini ikut menikmati berbagai hiburan di PRJ, mulai dari wisata kuliner, fashion hingga elektronik. Tahun ini, dirinya bercerita pengalamannya membeli kebutuhan smartphone dengan menggunakan fasilitas pembiayaan dari Home Credit dengan berbagai kemudahaan penawaran hingga bunga 0%. “Saya beli smatphone Iphone 6S+ dengan cicilan yang ringan hingga bunga 0%. Alhamdulikah, prosesnya cukup cepat dan mudah,”tuturnya.

Langsung membayar uang muka yang telah ditentukan dan tenor 12 bulan, dirinya sudah bisa membawa langsung smartphone barunya hari itu juga. Selain itu, dirinya mengungkapkan, bila bulanannya selalu tepat waktu dan tidak telat, selalu ada potongan dari Home Credit. Menurutnya, mengajukan pembiayaan lewat Home Credit merupakan pengalaman pertamanya. Pasalnya, pegawai negeri sipil ini selalu anti menggunakan pembiayaan dengan kartu kredit. Apalagi, kalau cuma hanya membeli gadget atau smartphone, dirinya lebih memilih dengan uang cash.

Ya, meskipun baru kali pertama menggunakan layanan pembiayaan Home Credit, Yuyu merasakan betul kepuasan pelayanan. Selain, tawaran bunga cicilannya yang ringan hingga 0%, juga proses pengajuanya cukup cepat.”Cukup dokumen KTP dan mengisi formulir, pembiayaan langsung disetujui gak lebih satu jam dan paling cepat 30 menit,”ungkapnya.

Lain lagi ceritanya dengan Amir (34), pelanggan setia Home Credit merasakan betul pelayanan dan kemudahaan dalam mendapatkan pembiayaan yang dibutuhkan, mulai dari gadget, smarphone hingga barang-barang elektronik.”Semua perabotan rumah tangga, hasil dari pembiayaan Home Credit. Terlebih sejak ada aplikasi My Home Credit, semua pelayanan ada dalam genggaman dan bisa dimanfaatkan kapanpun dan dimanapun,”katanya.

Kemudahan dan proses pengajuan yang cepat dengan mengindahkan prosedur yang ada, kini menjadi tuntutan masyarakat. Apalagi, perkembangan teknologi digital saat ini membuat proses pembiayaan menjadi lebih mudah. Praktik pinjam meminjam danapun berkembang, tak lagi secara "tradisional", yakni melalui lembaga keuangan bank dan nonbank. Calon peminjam dana dan pemilik modal dipertemukan dalam jaringan atau daring yang dapat diakses melalui gawai secara mudah. Satu hal lagi yang membuat praktik pembiayaan dari pihak lain ini diminati adalah prosesnya, yang dinilai penggunanya lebih cepat.

Hal inilah yang dilakukan Home Credit dengan terus melakukan inovasi pembiayaan di era digital dengan menghadirkan aplikasi mobile My Home Credit pada awal 2017. Menurut Chief Commercial Officer Home Credit Indonesia, Animesh Narang, aplikasi mobile My Home Credit telah membantu perusahaan untuk mendapatkan jutaan pengguna baru. Aplikasi ini dikembangkan dengan berfokus pada apa yang pelanggan butuhkan dan bagaimana mereka mengevaluasinya,” kata Animesh.

Bagi Home Credit Indonesia, komitmen mereka untuk memperbarui cara melayani pelanggan tidak berhenti dengan peluncuran aplikasi saja. Perseroan ingin memberi dampak berkepanjangan dengan mengubah cara dunia berbelanja. Diakuinya, mentransformasi cara belanja masyarakat Indonesia memang bukan perkara mudah, tetapi Home Credit Indonesia berupaya terus mengembangkan bisnis untuk membantu semakin banyak pengguna.

Melakukan Terobosan

Sementara Chief External Affairs Home Credit Indonesia, Andy Nahil Gultom mengungkapkan, awal kehadiran di Indonesia Home Credit telah melakukan terobosan (breakthrough) dengan cara memanfaatkan teknologi dalam proses aplikasi. Saat itu terobosan yang dilakukan Home Credit Indonesia berhasil mempercepat proses aplikasi dari dua jam menjadi hanya sekitar 30 menit.

Disampaikannya, berbagai upaya inovasi yang dilakukan oleh pihaknya bertujuan untuk memberikan layanan terbaik serta memenuhi kebutuhan pelanggan. Dia mencontohkan Home Credit terus melakukan upaya inovasi dalam proses aplikasi dari cepat menjadi instan. Ya, inovasi Home Credit Indonesia (HCI) tidak hanya memberi kemudahan kepada pelanggan. Lebih jauh dari itu, HCI telah mengubah wajah industri pembiayaan konsumen di Indonesia dari konvensional menjadi digital. Inovasi digital yang dilakukan oleh Home Credit Indonesia fokus kepada tiga pilar yakni meningkatkan kualitas layanan ke pelanggan, mempersingkat proses bisnis, dan memperluas jangkauan layanan pembiayaan.

Untuk perluas layanan pembiayaan, kata Andy, perseroan belum lama ini merilis layanan pembiayaan untuk renovasi rumah yang merupakan wujud komitmen Home Credit Indonesia, kepada masyarakat untuk menjadikan segala hal yang diinginkan dalam jangkauan. Oleh karena itu, perseroan bekerjasama dengan Mitra10 dan BJ Home untuk mempermudah mereka mewujudkan impian menata kembali rumah mereka untuk menghadirkan suasana baru di rumahnya.

Tidak hanya itu, adanya perubahan gaya hidup masyarakat yang sangat cepat, membuat orang cenderung mengikuti tren fashion yang ada. Menyikapi hal tersebut, Home Credit juga berinovasi dengan menyediakan layanan pembiayaan dikomoditas fashion. “Kami bekerjasama dengan Muji, My Feet, Lily Kasoem dan A. Kasoem untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dibidang fashion. Inovasi yang dilakukan Home Credit Indonesia untuk komoditas fashion merupakan bentuk kerjasama yang pertama kali dilakukan di Indonesia, dimana perusahaan pembiayaan menjadi salah satu opsi pembayaran bagi peritel di komoditas fashion,” jelas Andy.

Andy menambahkan, kedua bentuk inovasi layanan baru ini ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat Indonesia sekaligus menjawab kebutuhan rumah tangga dan gaya hidup. Selain itu, perseroan juga terus berupaya mempermudah pelanggan memperoleh barang dan layanan idaman dengan cepat. Home Credit Indonesia berharap dengan adanya layanan pembiayaan pada dua komoditas baru ini, dapat membantu meningkatkan pertumbuhan bisnis perusahaan dan para mitra bisnis.

BERITA TERKAIT

Gandeng Kerjasama HIPMI - ModalSaham Siap Bawa Perusahaan IPO

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan industri pasar modal dengan mengajak pelaku usaha go public, ModalSaham sebagai perusahaan starup akan menggandeng…

Produksi Nikel Vale Indonesia Terkoreksi 6,81%

NERACA Jakarta –Besarnya potensi kenaikan permintaan nikel di pasar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus memacu produksi nikel, meskipun di…

Progres Pabrik di Sumses Capai 30% - Buyung Poetra Perbesar Kapasitas Produksi Beras

NERACA Jakarta – Meskipun tengah dihadapkan pada kondisi musim kemarau yang berkepanjangan, emiten produsen beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sukseskan Target SDGs - BEI Perkuat Kemitraan Antar Perusahaan

NERACA Jakarta - Dalam rangka menyukseskan kemitraan strategis antar perusahaan di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus terbuka…

Kantungi Pinjaman BCA Rp 624 Miliar - Dharma Satya Terus Perluas Pembangunan Pabrik

NERACA Jakarta – Musim kemarau yang berkepanjangan, ditambah kondisi harga komoditas yang masih lesu tidak menyurutkan recana PT Dharma Satya…

Bisnis Pembiayaan CNAF Tumbuh 93,3%

NERACA Jakarta- Kendatipun bisnis otomotif diprediksi masih akan lesu hingga akhir tahun, hal tersebut tidak memberikan dampak bagi bisnis pembiayaan…