Wawasan Indo Pasifik Usulan Indonesia Jadi Landasan ASEAN

Wawasan Indo Pasifik Usulan Indonesia Jadi Landasan ASEAN

NERACA

Jakarta - Kawasan Asia Tenggara telah lama memiliki nilai yang sangat strategis karena menjadi jalur lalu lintas perdagangan dunia antara negara-negara di asia timur dari negara-negara di Eropa, Afrika, Timur tengah, dan India.

Terletak di antara Samudera Hindia dan Pasifik serta diapit Benua Asia dan Australia, kawasan tersebut memiliki jumlah populasi penduduk yang sangat besar. Dengan populasi sekitar 660 juta orang, perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menjadi pemain ekonomi terbesar keenam dunia.

Berdasarkan data World Economic Forum, ASEAN pada tahun 2020 akan menjadi kekuatan ekonomi kelima terbesar di dunia. Kemudian pada tahun 2030, ASEAN diprediksi tumbuh menjadi pasar keempat terbesar di dunia setelah Uni Eropa, Amerika Serikat dan China.

Saat ini, stabilitas kawasan ASEAN mampu terjaga dengan baik di saat sebagian kawasan lain di dunia mengalami konflik berkepanjangan. Hal itu membuat ASEAN menjadi istimewa di mata negara-negara adikuasa yang saling berebut pengaruh di kawasan Asia Tenggara maupun di level global.

Di tengah persaingan negara-negara besar itu, ASEAN harus mampu menjaga kesatuan dan sentralitasnya. Hanya dengan bersatu, ASEAN akan memiliki kekuatan untuk menentukan masa depannya sendiri tanpa didikte oleh negara-negara adidaya. Dengan kesatuan, ASEAN akan mampu memajukan kepentingan bersama saat bekerja sama dengan kekuatan besar lainnya di wilayah Asia Tenggara, seperti Amerika Serikat, Rusia, maupun China.

Melihat berbagai tantangan yang akan dihadapi ASEAN di masa mendatang, Indonesia sebagai salah satu negara pemrakarsa ASEAN gigih melobi wawasan Indo-Pasifiknya kepada sembilan anggota ASEAN lainnya untuk dijadikan petunjuk ASEAN.

Perjuangan Indonesia dalam memperkenalkan konsep Indo-Pasifik itu berbuah manis seiring kesepakatan yang dicapai dalam KTT ASEAN ke-34 tentang Indo-Pasifik.

Para pemimpin negara Asia Tenggara pada Minggu (23/6) sepakat untuk memperkuat peran utama ASEAN dalam melakukan hubungan dengan mitra eksternal di kawasan melalui Wawasan ASEAN tentang Indo-Pasifik (ASEAN Outlook on the Indo-Pacific).

"Setelah pembahasan yang komprehensif, ASEAN telah mengembangkan 'Wawasan ASEAN tentang Indo-Pasifik' yang penting karena ASEAN sekarang memiliki pendekatan bersama mengenai kawasan Indo-Pasifik," ujar ketua ASEAN tahun ini, Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha.

Wawasan ASEAN tentang Indo-Pasifik muncul mengingat ASEAN perlu berperan dalam menjembatani kerja sama di kawasan Pasifik dan Samudra Hindia.

"Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan penghargaan saya kepada Yang Mulia Presiden Indonesia, yang telah memainkan peran penting dalam mengarahkan Wawasan ASEAN di Indo-Pasifik," ujar Perdana Menteri Prayut. Ant

BERITA TERKAIT

20 Persen Ponsel di Indonesia Dibeli dari Black Market

20 Persen Ponsel di Indonesia Dibeli dari Black Market NERACA Jakarta - Sekitar 20 persen dari ponsel pintar yang beredar…

Perusahaan Indonesia Suka Arbitrase Selesaikan Sengketa Bisnis

Perusahaan Indonesia Suka Arbitrase Selesaikan Sengketa Bisnis   NERACA Jakarta - Ahli hukum Wincen Santoso melihat dalam beberapa tahun terakhir ini…

Menteri Luar Negeri - Pasifik Prioritas Politik Luar Negeri Indonesia

Retno Marsudi Menteri Luar Negeri Pasifik Prioritas Politik Luar Negeri Indonesia  Auckland - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan negara-negara…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Menteri LHK: Justru Pak Jokowi Membenahi yang Salah-salah - Divonis Bersalah Kasus Karhutla

Menteri LHK: Justru Pak Jokowi Membenahi yang Salah-salah Divonis Bersalah Kasus Karhutla NERACA Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan…

RUU SDA Terhambat Banyak Faktor

Jakarta- Berlarut-larutnya RUU Sumber Daya Air (SDA) untuk segera diundangkan, akan berdampak pada terhambatnya iklim yang tidak kondusif dan proses investasi…

Kemenkop Terus Tingkatkan Kualitas Data Koperasi di Indonesia

Kemenkop Terus Tingkatkan Kualitas Data Koperasi di Indonesia NERACA Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan mengungkapkan…