Bareksa Targetkan Bawa 1000 Jamaah - Rilis Produk Bareksa Umroh

NERACA

Jakarta – Menjawab kebutuhan masyarakat akan produk investasi yang bisa mendanai perjalanan ibadah umrah, PT Bareksa Portal Investasi meluncurkan Bareksa Umrah. Perseroan mengklaim platform ini pertama di Indonesia yang menawarkan layanan rencana simpanan di produk reksadana untuk membiayai ibadah umrah.

Chief Sales & Marketing Bareksa, Rani Sumarni mengungkapkan, Bareksa Umroh merupakan inovasi pertama di Indonesia untuk menabung reksadana secara online yang juga bertujuan menjalankan ibadah umrah ke tanah suci. "Adanya inovasi ini juga untuk meminimalisir risiko kasus penipuan paket-paket perjalanan umrah," ujarnya di Jakarta, kemarin Rabu (10/7).

Dia menjelaskan, dalam menyediakan layanan investasi yang terintegrasi dengan tujuan umrah, Bareksa bekerjasama dengan mitra biro perjalanan umrah dan haji bernama Al-Qadri Umrah & Haji. Perusahaan ini disebut telah berpengalaman mengelola perjalanan ibadah haji dan umrah sejak 1976 silam.

Rani mengatakan, kedepan tidak menutup kemungkinan jumlah mitra biro perjalanan umrah yang bekerjasama dengan pihaknya bertambah. Disampaikanya, untuk berinvestasi dengan tujuan umrah, investor dapat mengakses situs bareksa.com/umrah. Dari situ, investor dapat mengatur rencana perjalanan umrah dan melakukan simulasi pembiayaan ibadah tersebut berdasarkan paket-paket yang tersedia.

Setelah itu, investor akan memperoleh estimasi dan komponen biaya perjalanan umrah. Kemudian, barulah investor dapat memilih produk reksadana yang diinginkan. Tak ketinggalan, investor juga bisa mengatur waktu investasi dan besaran biaya per bulan yang bisa diberikan. Produk yang dapat diinvestasikan oleh investor dengan tujuan menjalankan ibadah umrah adalah reksadana pasar uang syariah yang terdapat dalam platform Bareksa.

Rani beralasan, reksadana pasar uang tergolong minim risiko dan tingkat imbal hasil yang diperoleh juga lebih stabil. "Karena lebih minim risiko, nasabah juga bisa mencapai target pelunasan biaya umrahnya tepat waktu," ungkap dia.

Dalam jangka pendek, Rani berharap pihaknya dapat memperoleh 1.000 calon jemaah umrah berkat kehadiran platform Bareksa Umrah. Sebagai informasi, tren pertumbuhan investasi reksadana terus tumbuh pesat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat empat tahun lalu nilai dana kelolaan (asset under management/AUM) khususnya di reksa dana hanya Rp 270 triliun. Per awal Juli 2019, angka tersebut sudah melonjak hingga Rp 520 triliun.

Selain itu, jumlah investor berdasarkan single investor identification (SID) telah melebihi 1 juta orang. Peningkatan ini salah satunya didorong digitalisasi.

BERITA TERKAIT

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…

Raup Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik - Coca Cola Inisiasi Packaging Recovery Organization

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mengurangi sampah plastik, produsen minuman kemasan Coca Cola Indonesia sangat aktif dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Salurkan KPR Rp 300 Triliun - BTN Telah Biayai 5 Juta Masyarakat Indonesia

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) KPR ke 43 yang jatuh pada tanggal 10 Desember mendatang, PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

Geliat Bisnis Jalan Tol - WTR Beri Pinjaman CCT Rp 206,57 Miliar

NERACA Jakarta- Dukung pengembangan bisnis di jalan tol, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road…

CJ CGV Restrukturisasi Saham di Graha Layar

NERACA Jakarta - CJ CGV Co Ltd merestrukturisasi kepemilikan sahamnya pada PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ). Perusahaan bioskop asal…