Eastparc Targetkan Pendapatan Rp 60 Miliar - Penjualan Semester Kedua Positif

NERACA

Jakarta – Masih tumbuhnya industri pariwisata dalam negeri menjadi keyakinan bagi PT Eastparc Hotel Tbk (EAST) bakal membukukan kinerja positif tahun ini. Perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan ini menargetkan bisa membukukan laba hingga 76% atau Rp 10 miliar hingga akhir tahun dan pendapatan tumbuh 20%.

Khalid bin Omar Abdat, President Director Eastparc Hotel mengatakan, target pendapatan perseroan selama 2019 sebesar Rp60 miliar. Jumlah tersebut naik 20% dibandingkan dengan pendapatan tahun lalu. Adapun sampai dengan semester I/2019 pendapatan perseroan ditargetkan mengalami kenaikan 20% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.”Target kami pada 6 bulan pertama ini ada kenaikan revenue sekitar 20% dan gross operating profit sudah naik 30% kalau kami bandingkan dengan tahun lalu,”ujarnya di Jakarta, Selasa (9/7).

Khalid juga menargetkan akhir tahun EAST akan mencapai total okupansi sebesar 75%-80% pada 31 Desember 2019 mendatang. Disampaikannya, target ini pasti tercapai karena perolehan pendapatan pada semester pertama 2019 saja sudah mencapai Rp 28 miliar. Adapun laba juga sudah Rp 3 miliar sepanjang setengah tahun ini.

Selain itu, faktor lain yang membuat Khalid optimistis adalah siklus penjualan hotel di semester kedua yang biasanya lebih baik. Strategi yang disiapkan adalah meningkatkan fasilitas untuk keluarga dan fokus pada penjualan di momen tertentu seperti tahun baru. Perolehan dana hasil IPO sebesar Rp 54,88 miliar seluruhnya akan digunakan untuk membangun satu unit hotel baru bernama Easparc Express di Yogyakarta yang nilai investasinya sebesar Rp 150 miliar.

Khalid bilang sisa modal akan ditambah dari kas internal sebanyak Rp 30 miliar dan sisanya dari hasil penawaran Waran Seri I (KOTA-W). Hingga saat ini proses Eastparc Express di Yogyakarta masih dalam tahap perizinan yang ditargetkan rampung pada 2020 mendatang. Adapun pembangunan paling lama akan selesai pada 2022. Dirinya mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar yang dirasakan EAST adalah jauhnya Bandar Udara Internasional Yogyakarta yang baru diresmikan tahun ini jauh dari hotel-hotel milik EAST.

Namun demikian, upaya yang akan dilakukan adalah menyediakan layanan khusus bus ke bandara. Pada 2017 dan 2018, EAST mengantongi pendapatan Rp54,2 miliar dan Rp54,05 miliar. Sementara itu, laba kotornya mencapai Rp33,42 miliar pada 2017 dan Rp32,09 miliar pada 2018.EAST melantai di BEI dengan melepas saham sebanyak 412,63 juta saham baru atau setara dengan 10% modal disetor dan ditempatkan perseroan dengan harga Rp133 per saham.

Saham EAST juga mendapat respons yang sangat baik dari publik dengan mencatatkan oversubscribed sebanyak 4,51 kali dari total saham yang ditawarkan atau 363,26 kali dari alokasi penjatahan terpusat. Sementara itu John Octavianus, Head of Investment Banking PT UOB Kay Hian Sekuritas, yang menjadi penjamin menyatakan manajemen EAST berpengalaman dalam tata kelola hotel yang baik.”Potensi pariwisata Yogyakarta sebagal daerah destinasi wisata terfavorit kedua setelah Bali akan mendukung rencana pengembangan Hotel Eastparc Express dan juga dapat meningkatkan penggunaan fasiltas MICE (Meeting Incentive Convention Exhibition) yang dimiliki oleh Eastparc Hotel,” ucapnya.

BERITA TERKAIT

Juli, Penjualan Semen Indonesia Naik 78,8%

NERACA Jakarta – Meskipun industri semen dalam negeri masih terjadi oversuplai, namun penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada Juli…

Siapkan Capex Rp 620 Miliar - MIKA Tambah Empat Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Perluas penetrasi pasar, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) terus menambah rumah sakit baru. Emiten pengelola jaringan…

Diserap Empat Pemerintah Daerah - Bank BJB Bidik Private Placement Rp 412 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) bakal kembali menggelar penambahan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bidik Dana di Pasar Rp 2 Triliun - Lagi, Jasa Marga Bakal Terbitkan Obligasi

NERACA Jakarta – Sukses menggalan dana di pasar lewat program dana investasi infrastruktur (Dinfra), memacu PT Jasa Marga (Persero) Tbk…

Bangun Plant Baru - Wika Beton Tambah Capex Jadi Rp 779 Miliar

NERACA Jakarta – Rencana pemindahan Ibu Kota negara ke Kalimantan memberikan dampak terhadap potensi proyek infrastruktur. Maka memanfaatkan hal tersebut,…

Perluas Pasar, FWD Life Gandeng K-Link

Dalam rangka perluas penetrasi pasar asuransi, PT FWD Life Indonesia (FWD Life) sebagai salah satu pelopor asuransi jiwa digital di…