Vaksin Influenza, Mencegah dan Mengurangi Keparahan Flu

Jangan anggap remeh penyakit flu atau influenza. Jika tak tertangani dengan baik, penyakit ini dapat menjadi serius dan berujung kematian. Untuk mencegah dan mengurangi keparahan flu, vaksin influenza dapat digunakan.

Influenza merupakan salah satu penyakit yang rutin menyerang tubuh tiap tahun. Pemberian vaksin flu menyebabkan antibodi berkembang di dalam tubuh sekitar dua minggu setelah vaksinasi. Antibodi ini memberikan perlindungan terhadap infeksi dengan virus yang ada dalam vaksin. Vaksin flu ini dirancang agar tubuh memiliki kekebalan terhadap virus influenza yang paling umum dikutip dari CNN Indonesia.com.

Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), tersedia vaksin flu trivalen untuk melindungi diri dari tiga virus flu paling umum yakni virus influenza A (H1N1), virus influenza A (H3N2), dan virus influenza B. Ada pula vaksin flu yang melindungi empat virus atau quadrivalen. Vaksin ini melindungi tubuh dari virus yang sama dengan trivalen ditambah dengan virus B. CDC merekomendasikan penggunaan vaksin flu berlisensi sesuai usia selama musim influenza. Berdasarkan Komite Penasihat Praktik Imunisasi (ACIP) CDC, vaksin ini direkomendasikan untuk semua orang yang berusia enam bulan ke atas.

Pemberian vaksin dianggap penting untuk mencegah flu bagi orang-orang yang berisiko tinggi terkena komplikasi serius dari influenza. Orang yang berisiko tinggi itu meliputi lansia di atas 65 tahun, ibu hamil, anak-anak, penderita asma, penderita penyakit jantung dan stroke, penderita diabetes, penderita kanker, anak dengan kondisi neurologi, dan orang dengan HIV/AIDS.

Setiap orang direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin influenza sebelum musim flu berkembang. Pasalnya, butuh dua pekan agar vaksin ini dapat aktif di tubuh. Di Indonesia, musim flu umumnya muncul saat pergantian musim atau pancaroba dan musim hujan.

Vaksin influenza perlu diberikan setiap tahun menjelang musim flu datang. Alasannya, respons imun tubuh dari vaksinasi sebelumnya menurun dari waktu ke waktu, sehingga diperlukan vaksin tahunan untuk perlindungan optimal. Selain itu, virus flu berubah setiap waktu, sehingga vaksin flu juga ikut ditinjau sesuai perubahan tersebut.

Efektivitas vaksin influenza ini dapat bervariasi dari tahun ke tahun. Perlindungan yang diberikan oleh vaksin flu tergantung pada usia dan status atau riwayat kesehatan orang yang mendapatkan vaksin, dan kesamaan atau kecocokan antara virus flu yang beredar di lingkungan dengan vaksin.

Vaksin flu memberikan manfaat berupa mencegah penyakit flu, mengurangi risiko rawat inap terkait flu, membantu mencegah kejadian medis serius yang terkait dengan beberapa kondisi kronis, membantu melindungi wanita selama dan setelah kehamilan, mengurangi keparahan penyakit pada orang yang divaksinasi, serta melindungi orang lain di sekitar.

Studi pada 2017 menunjukkan, vaksinasi flu mengurangi kematian, penerimaan unit perawatan intensif (ICU), lama tinggal di ICU, dan durasi keseluruhan rawat inap di antara pasien flu yang dirawat di rumah sakit. Studi lain pada 2018 menunjukkan bahwa orang yang sudah divaksin dan dirawat di rumah sakit karena flu memiliki risiko 59 persen lebih kecil kemungkinannya untuk dirawat di Unit Perawatan Intensif daripada seseorang yang belum divaksinasi. Vaksin influenza kini banyak tersedia di rumah sakit, klinik, dan praktik dokter.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan dunia akan kembali menghadapi wabah penyakit flu. Alih-alih menganggap remeh, WHO memperingatkan agar seluruh dunia waspada dan bersiap menghadapi wabah flu yang dapat berdampak serius.

Dari data WHO, wabah flu terakhir yang menyerang dunia terjadi pada tahun 2009-2010 yang disebabkan oleh virus H1N1. Studi pandemi menemukan setidaknya satu dari lima orang di seluruh dunia terinfeksi pada tahun pertama dengan tingkat kematian mencapai 0,02 persen.

"Ancaman pandemi influenza selalu ada. Kita harus waspada dan siap, biaya wabah influenza akan jauh lebih besar daripada mencegahnya," kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesusd dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters pada Selasa (12/3).

Para pakar kesehatan global dan WHO menyebutkan wabah flu yang datang pada tahun ini membawa ancaman yang mematikan. Virus flu ini dapat berasal dari hewan, menular ke manusia, bermutasi, dan menginfeksi ratusan ribu orang.

BERITA TERKAIT

Kenali Beda Moody dan Bipolar

Marshanda tak lagi malu mengakui gangguan bipolar yang diidapnya. Alih-alih membencinya, artis satu ini malah menganggap bipolar sebagai anugerah. Bagi…

Gejala Penyakit Bisa Terlihat dari Kondisi Wajah

Beberapa penyakit memiliki efek luas ke sejumlah organ tubuh, termasuk di antaranya wajah. Dengan demikian, tak heran jika kondisi wajah…

Ini Makanan Pencegah Penyakit Jantung

Penyakit jantung menyumbang hampir sepertiga dari semua penyebab kematian di dunia, ungkap sebuah laporan tahun 2017 dari American Heart Association.…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Musim Hujan, Kenali Ragam Cara Cegah DBD

Memasuki musim hujan, penyakit demam berdarah dengue (DBD) mulai mengintai. Banyak cara untuk mencegah DBD mulai dari menjaga kebersihan hingga…

Cara Mudah Mengecilkan Perut Buncit

Penghujung 2019 semakin dekat. Apakah mengecilkan perut buncit menjadi salah satu resolusi Anda di awal tahun? Urusan 'membakar' lemak perut…

Cara Alami Bersihkan Paru-paru

Bagi mereka yang tinggal di kota besar, polusi udara bisa menjadi 'makanan' sehari-hari. Padahal, polusi bisa berdampak buruk bagi kesehatan,…