Kuasa Hukum : Tak Perlu Khawatir, Tuhan Tidak Tidur - Chuck Dituntut 5 Tahun

NERACA

Jakarta - Kuasa hukum jaksa senior Chuck Suryosumpeno, Haris Azhar mempertanyakan dasar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada kliennya pada Rabu 3 Juli 2019. Chuck diketahui dituntut 5 tahun penjara dikurangi masa tahanan dan denda sebesar Rp1 miliar subsidair enam bulan kurungan.

Menurut Haris, kasus dugaan korupsi yang ditudingkan ke Chuck tak hanya melibatkan Jaksa Ngalimun. Ada nama Notaris Zainal Abidin dan Albertus Sugeng Mulyanto. "Faktanya, Notaris Zainal Abidin meninggal dunia saat dalam proses persidangan, Albertus Sugeng Mulyanto hingga kini DPO. Dan jaksa tidak mampu menghadapkannya ke muka Pengadilan," kata Haris yang dikutip dalam keterangannya, Kamis (4/7).

Chuck dan tim Kuasa Hukum pun tidak banyak berharap akan tegaknya keadilan saat ini. Toh semua pihak juga sudah tahu latar belakang diseretnya Chuck dalam kasus pidana yang sama sekali tidak dilakukannya. "Ditambah, seluruh dakwaan JPU sebenarnya sudah patah dengan seluruh pernyataan para saksi fakta yang diajukan oleh JPU," katanya.

Haris pun mengungkapkan bahwa saat ini yang diinginkan oleh para petinggi Kejaksaan adalah memasukkan Chuck hingga 'berkarat' di tahanan, maka fakta persidangan pun di kesampingkan. "Namun Pak Chuck senantiasa menekankan pada Tim Kuasa Hukum untuk tak perlu khawatir karena “Tuhan Tidak Pernah Tidur” dan mengajak kami untuk menyerahkan sepenuhnya pada Nya," ujarnya.

Sebagai informasi, Chuck pernah berhasil membuat kejaksaan berhasil berkontribusi menyelamatkan aset negara sebesar Rp 3,5 triliun hanya dalam kurun waktu 2 tahun. Bahkan mantan Kepala Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan ini memiliki formula untuk mengoptimalkan pemulihan aset dengan melepaskan kerugian negara sebesar Rp 10 triliun pada tahun 2015.

Sayangnya, janji Chuck itu pun kandas lantaran diduga dikriminalisasi pimpinannya, karena ogah diajak bekerja sama dengan oknum pimpinan kejaksaan yang ingin bermain aset sitaan dan barang rampasan di institusi korps Adhyaksa tersebut.

BERITA TERKAIT

Wali Kota Depok: Pengembangan SDM Perlu Bertumpu Pada Keluarga

Wali Kota Depok: Pengembangan SDM Perlu Bertumpu Pada Keluarga   NERACA Depok - Wali Kota Depok Mohammad Idris menegaskan pengembangan sumber…

Hukum yang Berorientasi ke Masyarakat Topang Kesejahteraan

Hukum yang Berorientasi ke Masyarakat Topang Kesejahteraan   NERACA Jakarta - Pengamat politik, hukum, dan tata negara Prof. Asep Warlan Yusuf…

Menko Polhukam - Penegakan Hukum Pelaku Pembakar Hutan Kurang Tegas

Wiranto  Menko Polhukam Penegakan Hukum Pelaku Pembakar Hutan Kurang Tegas Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Sasa Raih Penghargaan Top Brand Award 2019

    NERACA   Jakarta – Perusahaan yang bergerak di bidang bumbu makanan, PT Sasa Inti mengalami pertumbuhan dan perkembangan…

Indonesia Butuh Haluan Ideologi Pancasila

    NERACA   Jakarta - Aktivis penggagas gerakan PancasilaPower, Rieke Diah Pitaloka mendeklarasikan gerakan kebangsaan PancasilaPower di IKIP Budi…

Said Abdullah: Pendekatan Ekonomi dan Keamanan Jadi Lokomotif Penyelesaian Masalah Papua

  NERACA   Jakarta - Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah menegaskan sinergitas antara aspek ekonomi dan…