Siapkan Rp 1 Triliun, BRI Akuisisi Perusahaan Sekuritas

Neraca

Jakarta – Memiliki kecukupan modal yang kuat, ditambah lagi dengan perolehan laba Rp 15,08 triliun sepanjang tahun 2011 menjadi jalan mulus bagi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengakuisisi perusahaan sekuritas.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, Sofyan Basir mengatakan, perseroan menyiapkan anggaran sebesar Rp1 triliun untuk pertumbuhan anorganik. Termasuk, untuk mengakuisisi perusahaan sekuritas. "Anggaran akuisisi sudah lama disiapkan. Sejak tahun lalu, kami siapkan Rp1 triliun, tetapi tidak semua untuk sekuritas,"katanya di Jakarta, Rabu(28/3).

Namun, Sofyan enggan menyebutkan perusahaan sekuritas mana yang akan diakuisisi perseroan. Pasalnya, dia hanya menargetkan proses akuisisi tersebut akan dilakukan secepatnya yakni pada kuartal III-2012.

Dia menambahkan, anggaran Rp1 triliun tersebut juga disiapkan BRI untuk berbagai keperluan investasi lainnya. "Pertumbuhan anorganik kami rencanakan secepatnya. Tetapi, due diligence (uji tuntas) masih belum, kami targetkan tahun ini," ujar Sofyan.

Sebelumnya, BRI berencana untuk mengakuisisi satu perusahaan sekuritas pada 2011, yang ditandai dengan adanya izin yang telah diberikan Kementerian Badan Usaha Milik Negara untuk melakukan akuisisi tersebut. "Kemungkinan itu betul ada. Kami baru dapat izin," ujar Sofyan.

Bagikan Dividen

Selain itu, hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) juga memutuskan pembagian dividen sebesar Rp3,02 triliun. "RUPST menyepakati bahwa `dividend pay out ratio` BRI ialah sebesar 20% dari laba bersih 2011 yang sebesar Rp15,08 triliun, sehingga Rp3,02 triliun dibagikan sebagai dividen," kata Sofyan Basir.

Menurut Corporate Secretary BRI, Muhammad Ali, nilai pembulatan per lembar saham adalah Rp122,28 dengan komposisi kepemilikan saham sebesar 56,75% dimiliki pemerintah (14 miliar lembar saham) dan 43,2% dimiliki publik (10,67 miliar lembar saham).

Disamping itu, juga menyetujui penggunaan satu persen laba bersih BRI untuk cadangan tujuan guna mendukung investasi yaitu sebesar Rp150,83 miliar dan empat persen untuk Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan sejumlah Rp603,32 miliar. Sisa laba bersih sebesar 75% atau Rp11,31 triliun akan menambah laba ditahan BRI.

Asal tahu saja, aksi korporasi BRI tidak hanya sekedar mengakuisisi perusahaan sekuritas, tetapi juga berniat untuk mengakuisisi salah satu bisnis remittance yang berpusat di Hong Kong. Direktur Keuangan BRI Achmad Baiquini pernah bilang, pihaknya telah resmi mengakuisisi remittance perusahaan penyedia jasa pengiriman uang di Hong Kong pada semester I-2012. "Dengan adanya akuisisi ini, maka kedepannya kami harapkan pendapatan fee dapat meningkat dari bisnis international,”ungkapnya.

Dia menjelaskan, alasan mengakuisisi remittance didasarkan besarnya jumlah tenaga kerja Indonesia di Hong Kong menjadi pasar besar dalam bisnis jasa pengiriman uang dan nilai akuisisi remittance ini mencapai Rp3 miliar.

Sebelumnya PT BRI Tbk ingin Remittance dimiliki oleh dana pensiun BRI sehingga tidak terkonsolidasi dengan BBRI. Kata Baiquini, remittance terbesar berasal dari Malaysia, diikuti Timur Tengah dan Hong Kong. Mulai tahun ini fee based cukup besar lewat pengiriman uang dari para TKI. Total remittance sampai dengan Juli mencapai US$7,5 miliar (TKI dan non TKI) yang terdiri dari 436.975 transaksi. Dibanding posisi sepanjang 2010, transaksinya naik 53%, dan secara nominal naik 23%. Khusus TKI, posisi per Juni 2011 terdiri dari 363 ribu rekening senilai Rp1,2 triliin per Juni. "Itu untuk incomingnya. Untuk outgoing sampai dengan Juli 2011 nilainya mencapai US$12,9 miliar," ujarnya. (didi)

Related posts