Peran Wapres Bukan Hanya Pembantu

Usai putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 01/PHPU-PRES/XVII/2019 terhadap gugatan perselisihan hasil pemilihan umum, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin resmi ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Jakarta, Minggu.

Pekerjaan rumah menanti Presiden dan Wapres baru tersebut, diantaranya adalah menyusun kabinet baru serta pembagian tugas, wewenang, dan kewajiban antara presiden dan wapres.

Dalam Undang-Undang Dasar (UUD) NRI Tahun 1945 Pasal 4 disebutkan bahwa Presiden RI memegang kekuasaan pemerintahan. Dalam melakukan kewajibannya, Presiden dibantu oleh satu orang wakil presiden.

Istilah "dibantu" tersebut menjelaskan bahwa kedudukan wapres adalah nomor dua setelah presiden. Wapres bertugas mendampingi presiden dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan, baik di dalam maupun luar negeri. Posisi wapres pun, dalam pemerintahan, masih lebih tinggi daripada menteri koordinator dan menteri.

Dibandingkan dengan presiden, porsi wewenang yang dimiliki wapres memang lebih kecil. Namun, wapres dapat berperan sebagai pemegang kekuasaan di pemerintahan apabila presiden berhalangan.

Sesuai dengan UUD NRI Tahun 1945, wapres dapat menggantikan jabatan presiden sampai habis masa jabatannya apabila presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya.

Wapres juga berwenang menyelesaikan persoalan yang menyangkut kesejahteraan rakyat, serta melakukan pengawasan operasional pembangunan dengan bantuan kementerian dan lembaga pemerintah nonkementerian.

Berkaca dari Muhammad Jusuf Kalla, yang menjabat sebagai Wakil Presiden RI selama 2 periode, perannya dalam pemerintahan tidak hanya sebagai pembantu.

Presiden Jokowi mengakui pembagian tugasnya dengan Wapres JK memang tidak pernah sejalan. Dalam Kampanye Akbar Pilpres 2019 di Makassar pada bulan Maret lalu, Jokowi mengumpamakan apabila JK berjalan ke timur, dia akan pergi ke barat.

Dalam acara pertemuan internasional pun, tidak selalu Jokowi yang pergi mewakili pemerintah Indonesia. JK juga memiliki porsi penugasan yang sama untuk acara-acara kunjungan ke luar negeri, seperti Sidang Tahunan Majelis Umum Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) dan sejumlah konferensi tingkat tinggi, baik di tingkat kawasan maupun global.

Pada masa jabatannya yang terakhir mendampingi Joko Widodo, JK juga memimpin sejumlah acara kenegaraan, menghadiri Sidang Tahunan Majelis Umum PBB di New York, memimpin penanggulangan pascabencana, menjadi Ketua Dewan Pengarah Asian Games XVIII 2018, serta mengurus persoalan ekonomi.

Sejak menjabat sebagai Wapres periode 2014 s.d. 2019, JK hadir sebagai perwakilan pemerintah Indonesia di Sidang Tahunan Majelis Umum PBB menggantikan Presiden Joko Widodo selama 4 tahun berturut-turut. Hingga puncaknya, Indonesia terpilih kembali sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020. (ant)

BERITA TERKAIT

Indef Nilai Erick Thohir Cocok Jadi Menteri BUMN

Indef Nilai Erick Thohir Cocok Jadi Menteri BUMN Peneliti senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri…

Tantangan dan Harapan Kabinet Indonesia Maju

Tantangan dan Harapan Kabinet Indonesia Maju Pengamat ekonomi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Jember Adhitya Wardhono PhD mengatakan tantangan Kabinet Indonesia…

Komposisi Kabinet Ideal Secara Politik

Komposisi Kabinet Ideal Secara Politik Komposisi menteri dalam Kabinet Indonesia Maju sudah ideal secara politik maupun administratif, kata pengamat kebijakan…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Di Balik Terungkapnya Kasus Bisnis Piramida Q-Net

Di Balik Terungkapnya Kasus Bisnis Piramida Q-Net Berawal dari laporan hilangnya seorang anak remaja putri di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur,…

Dua Kebijakan Yang Dibutuhkan Industri Fintech

Dua Kebijakan Yang Dibutuhkan Industri Fintech Otoritas Jasa Keuangan menyebutkan industri Financial technology (Fintech) di Indonesia membutuhkan dua kebijakan yakni…

BI Ingatkan Tren Jasa Finansial Nonbank

BI Ingatkan Tren Jasa Finansial Nonbank Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengingatkan adanya kecenderungan bahwa aktivitas pengembangan jasa finansial…