XL dan Mitra Ventura Bikin Perusahan Patungan - Garap Bisnis Pusat Data

NERACA

Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT XL Axiata Tbk (EXCL) membentuk perusahaan patungan bersama Mitra Ventura Bersama untuk menggarap bisnis pusat data. Dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (3/7), perseroan membentuk PT Princeton Digital Group Data Centres (PDG Data Centres) dengan modal dasar Rp10 miliar. Adapun, dari modal dasar tersebut terbagi menjadi 100.000 lembar saham bernilai Rp100.000 per lembar.

Grup Princeton sendiri merupakan pengembang dan operator infrastruktur internet yang berkantor pusat di Singapura. Perusahaan tersebut telah memiliki layanan pusat data di China, Singapura, India dan Indonesia. Dengan pembentukan perusahaan patungan tersebut, XL dan Mitra Ventura Bersama menyepakati bahwa kepemilikan 70% akan dimiliki Mitra Ventura Bersama karena kemampuan pengelolaan pusat data yang telah dimiliki. Sementara itu, XL masih fokus pada bisnis seluler.

CEO Princeton Digital Group, Rangu Salgame mengatakan bahwa perusahaan patungan ini akan menyasar perusahaan korporasi secara umum, perusahaan telekomunikasi hingga unicorn domestik di Tanah Air. Pihaknya pun menginginkan agar perusahaan tersebut mampu menjadi pemimpin pasar penyedia pusat data di Indonesia.”Dengan investasi lanjutan tersebut, joint venture ini akan menjadi pemimpin pasar di Indonesia serta salah satu operator data center terbesar di Asia Tenggara," ujarnya.

Pembentukan perusahaan patungan di bisnis pusat data mengacu pada proyeksi kebutuhan pusat data di Indonesia yang terus naik. Di Asia Tenggara, pasar layanan pusat data diperkirakan akan tumbuh nilainya dua kali lipat dalam kurun waktu 4 tahun. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 7,5 triliun, naik dari capex tahun lalu yang sebesar Rp 6,8 triliun. Sumber belanja modal tersebut berasal dari kas internal dan penerbitan surat utang.

Direktur Keuangan EXCL, Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin pernah mengatakan, kontrak pembelian atas penggunaan belanja modal tahun ini sudah diselesaikan di akhir 2018. “Jadi di awal 2019 itu, semua purchase order untuk capex 2019 sudah dikeluarkan,”ujarnya.

Dengan begitu, EXCL sudah menjalin komitmen untuk membelanjakan capex, namun capexnya belum dibayarkan. Capex tersebut akan dibayarkan setelah implementasi kontrak berjalan. Menurut dia, implementasi dari kontrak pembelian tersebut sudah mencapai 50%-60% per kuartal I-2019. Hingga lebaran, EXCL menargetkan realisasi tersebut bisa sebesar 70-%-75%.

Sementar Direktur Teknologi XL Axiata Tbk, Yessie Dianty Yosetya mengatakan, sebanyak 50% dari capex tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur transportasi jaringan, termasuk peralatan dan fiber optik. “Kurang lebih 50% itu kami fokuskan untuk serat optik, baik serat optik ke site maupun backbone dan upstream internet,” ucap dia.

Memang, untuk Pulau Jawa, XL Axiata bakal fokus melakukan fiberisasi jaringan sebagai persiapan implementasi teknologi 5G. Yessie mengatakan, tahun ini perusahaannya menargetkan fiberisasi bisa mencapai 30%-35% dari cakupan jaringan 4G XL Axiata. “Dalam tiga tahun kami targetkan untuk mencapai 50%,” kata dia.

BERITA TERKAIT

Kemendagri Dorong Penegakkan Hukum Bagi Kepala Daerah dan ASN Pelaku Korupsi

  NERACA   Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga kini terus mendorong Penegakkan Hukum Bagi Kepala Daerah dan ASN…

KPU Kota Sukabumi Tetapkan Caleg Terpilih dan Perolehan Kursi Parpol

KPU Kota Sukabumi Tetapkan Caleg Terpilih dan Perolehan Kursi Parpol NERACA Sukabumi - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi menetapkan…

PENDAPAT SEJUMLAH PRAKTISI DAN PENGAMAT PERPAJAKAN: - Kebijakan Tax Amnesty Jilid II Belum Perlu

Jakarta-Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah dan kalangan pengamat perpajakan meminta agar pemerintah memikirkan ulang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BTN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) siap mendorong pertumbuhan ekonomi di Bengkulu agar bisa lebih maju lagi, salah satunya melalui…

Kinerja Keuangan Melorot - ANJT "Kencangkan Ikat Pinggang" di Operasional

NERACA Jakarta – Terkoreksinya pencapaian kinerja keuangan PT Austindo Nusantara Tbk (ANJT) di paruh pertama tahun ini, menjadi pertimbangan emiten…

Pasar Respon Positif Nota Keuangan 2020

NERACA Jakarta – Pidato nota keuangan negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 yang disampaikan presiden Joko…