Blue Bird Akuisisi Perusahaan Transportasi - Manfaatkan Sisa Capex

NERACA

Jakarta – Memasuki semester kedua tahun ini, ekspansi bisnis PT Blue Bird Tbk (BIRD) terus dipacu. Dimana dalam waktu dekat, emiten transportasi taksi ini berencana melakukan akuisisi sebuah perusahaan dengan sisa anggaran belanja modal pada 2019.

Direktur Keuangan Blue Bird, Sandy Permadi menjelaskan bahwa hingga semester I/2019, anggaran capital expenditure (capex) yang telah direalisasikan sebanyak 30% dari total anggaran pada 2019 yakni Rp1,5 triliun. “Dengan kapasitas yang masih luas tersebut, perseroan akan mengucurkan sebagian dananya untuk melanjutkan peremajaan armada dan pengembangan teknologi. Selain itu, perseroan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan akuisisi,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, saat ini perseroan telah mengantongi salah satu perusahaan yang akan diakuisisi. Meskipun masih enggan untuk mengungkapkannya, dia menyebut perusahaan tersebut masih termasuk dalam ekosistem bisnis transportasi. "Sudah di pipeline, semester dua, mungkin pada kuartal III/2019 akhir atau kuartal IV/2019," ungkapnya.

Sekadar informasi, capex yang telah diserap 30% tersebut digunakan perseroan untuk meremajakan armadanya. Sepanjang tahun ini, jumlah kendaraan yang akan diremajakan sebanyak 4.000 unit. Adapun, hingga semester I/2019, realisasi kendaraan yang diremajakan sebanyak 1.500 unit. Ekspansi lainnya selain mengakuisisi perusahaan, lanjut Sandy, perseroan saat ini menyasar empat bandar udara (bandara) baru di Pulau Jawa untuk bisnis jasa transportasi.

Adapun, bandara yang menjadi target perseroan di antaranya adalah Bandara Internasional New Yogyakarta, dan Bandara Kertajati."Kami lagi jajaki semua bandara di Pulau Jawa ini, internasional dan domestik, kami mungkin akan masuk ke 3-4 bandara, mudah-mudah tahun ini pada semester kedua,"katanya.

Disamping itu, pengembangan bisnis lainnya, perseroan bersama PT MRT Jakarta menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait studi pengembangan layanan transportasi terintegrasi serta pemesanan dan pembayaran tiket MRT Jakarta bagi pengguna MRT Jakarta dan Bluebird. Direktur Utama Blue Bird Noni Purnomo menyebut kerjasama tersebut akan melengkapi konektivitas dan akses dari layanan jasa masing-masing sebagai transportasi yang saling terintegrasi.”Studinya membuat semua hal terintegrasi. Kami ingin [studinya] selesai sebelum 6 bulan," ujarnya.

Selain itu, setelah dibeli pada tahun ini, Blue Bird akan mengembangkan bisnis shuttle Cititrans. Nantinya, perseroan akan memperluas layanan shuttle Cititrans di Pulau Jawa. Blue Bird ke depan berkomitmen untuk mengembangkan lini layanan melalui kolaborasi dan konsolidasi dengan mitra-mitra strategis. Dengan begitu, perseroan mampu lebih dekat dan cepat dalam memenuhi kebutuhan mobilitas pelanggan.

Kinerja perseroan pada periode kuartal I/2019 membukukan pendapatan Rp976,75 miliar. Sementara laba bersih pada periode tersebut Rp88,75 miliar, tertekan 10% dibandingkan tahun sebelumnya Rp98,91 miliar.

BERITA TERKAIT

Bangun Plant Baru - Wika Beton Tambah Capex Jadi Rp 779 Miliar

NERACA Jakarta – Rencana pemindahan Ibu Kota negara ke Kalimantan memberikan dampak terhadap potensi proyek infrastruktur. Maka memanfaatkan hal tersebut,…

Kembangkan Produk Baru - Sido Muncul Serap Capex Rp 77 Miliar

NERACA Jakarta – Sepanjang semester pertama 2019, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) telah merealisasikan belanja modal…

Gandeng Perusahaan Asal China - MNCN Garap Potensi Pasar Layanan VOD

NERACA Jakarta - Kembangkan ekspansi bisnis di industri media digital, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) terus berpatner dengan berbagai…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Debat Calon Ketum HIPMI - Para Peserta Unjuk Kepiawan Memimpin

Menjelang munas Himpunan pengusaha muda Indonesia (HIPMI) ke XVI tanggal 16 September 2019 mendatang, 4 Calon Ketua Umum (Caketum) HIPMI,…

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…