YULE Catatkan Laba Berjalan Rp 4,98 Miliar

NERACA

Jakarta - PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE) mencatakan laba periode berjalan senilai Rp4,98 miliar atau membaik dibanding akhir semester I 2018 yang tercatat merugi senilai Rp33,056 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (3/7).

Perolehan laba yang dicatatkan perseroan, berbalik dengan rugi usaha yang berhasil dibukukukan sebesar sebesar Rp1,751 miliar atau membengkak 93.69% dibanding semester I 2018 yang tercatat merugi sebesar Rp904,4 juta. Perseroan mengungkapkan, pendapatan usaha tercatat senilai Rp441,43 juta atau turun 28,0% dibanding semester I 2018 yang tercatat sebesar Rp620,95 juta. Rincinya, pendapatan kegiatan perantara perdagangan efek sebesar Rp441,3 juta dan pendapatan kegiatan penjaminan emisi efek hanya Rp46.800.

Sementara itu, beban usaha tercatat Rp2,192 miliar atau naik 43,73% dibanding semester I 2018 yang tercatat sebesar Rp1,525 miliar. Hanya saja, perseroan mencatatkan pendapatan bunga sebesar Rp6,105 miliar dan laba selisih kurs sebesar Rp265,4 juta. Sebagai informasi, di kuartal pertama 2019, PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,41 miliar atau naik 6,7% dibanding priode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,413 miliar. Padahal pendapatan usaha utama emiten jasa keuangan itu hanya sebesar Rp157 juta atau turun 40,75% dibanding kuartal I 2018 yang tercatat sebesar Rp265,69 juta.

Perseroan juga mengungkapkan, pendapatan utama seperti pendapatan kegiatan perantara perdagangan efek, tercatat sebesar Rp157,2 juta atau turun 40,74% dibanding kuartal 1 2018 yang tercatat sebesar Rp265,65 juta. Bahkan, pendapatan kegiatan penjaminan emisi efek sepanjang kuartal I 2019 tercatat nol. Sementara itu, beban usaha perseroan tercatat sebesar Rp2,242 miliar atau naik 195% dibanding kuartal I 2018 yang tercatat sebesar Rp760,8 juta. Sehingga laba usaha perseroan tercatat rugi sebesar Rp2,084 miliar atau membengkak dibanding kuartal I 2018 yang tercatat merugi sebesar Rp495,1 juta. Selain itu, pendapatan bunga tercatat sebesar Rp4,85 miliar atau naik 94,78% dibanding kuartal I 2018 yang tercatat sebesar Rp2,491 miliar.

BERITA TERKAIT

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun - Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar NERACA Depok - ‎DPRD…

BPPT Kumpulkan PNBP Mencapai Rp100 miliar

  NERACA Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Pusat Layanan Teknologi (Pusyantek) telah melampaui target Penerimaan Negara…

Targetkan Listing Awal September - Bhakti Agung Bidik Dana IPO Rp 335,5 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun bisnis properti lesu, hal tersebut tidak menyurutkan rencana PT Bhakti Agung Propertindo Tbk untuk go public.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BTN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) siap mendorong pertumbuhan ekonomi di Bengkulu agar bisa lebih maju lagi, salah satunya melalui…

Kinerja Keuangan Melorot - ANJT "Kencangkan Ikat Pinggang" di Operasional

NERACA Jakarta – Terkoreksinya pencapaian kinerja keuangan PT Austindo Nusantara Tbk (ANJT) di paruh pertama tahun ini, menjadi pertimbangan emiten…

Pasar Respon Positif Nota Keuangan 2020

NERACA Jakarta – Pidato nota keuangan negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 yang disampaikan presiden Joko…