Eximbank Bantu Waskita Rp120 Miliar - Untuk Modal Kerja

NERACA

Jakarta - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) bekerja sama dengan PT Waskita Karya (Persero) dalam rangka pembiayaan Modal Kerja Ekspor senilai Rp 120 miliar. "Penunjukan Waskita Karya sebagai salah satu kontraktor proyek oleh Saudi Bin Ladin Group merupakan bukti kepercayaan terhadap perusahaan kontraktor Indonesia dan merupakan salah satu aktivitas ekspor jasa yang dapat meningkatkan devisa negara," kata Enny Listyorini Sekretaris Indonesia Eximbank.

Dari keterangan tertulis yang disampaikan Indonesia EximBank menyebutkan Waskita akan menggunakan pinjaman ini untuk modal kerja pembangunan struktur gedung (structural work) di Parcel 1.09, Kompleks King Abdullah Financial District, Riyadh, Saudi Arabia.

Pembangunan Kompleks King Abdullah Financial District merupakan kawasan bisnis baru yang tersentralisasi sebagai langkah pengembangan sektor keuangan disamping industri minyak dan gas yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian negara.

Sebelumnya, Waskita Karya meminjam dana kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) sebesar Rp 4,36 triliun untuk membiayai proyek. Fasilitas pinjaman terdiri dari kredit modal kerja (KMK) Rp 1 triliun, penerbitan garansi bank sebagai penjaminan pelaksanaan proyek sebesar Rp 3 triliun, dan penerbitan letter of credit (L/C) untuk impor barang-barang modal US$ 40 juta (sekitar Rp 360 miliar). "Fasilitas kredit ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan mendukung pelaksanaan sisa proyek tahun 2011 dan proyek kontrak baru tahun 2012," kata Direktur Utama BNI Gatot Suwondo dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (6/2/2012).

BNI dan PT Waskita Karya juga bekerjasama untuk pemberian supply chain financing kepada supplier/subkontraktor dengan plafon Rp 200 miliar. Untuk tahap pertama, fasilitas supply chain financing akan disalurkan kepada 30 supplier/subkontraktor utama dari Waskita Karya.

Waskita Karya merupakan salah satu BUMN yang bergerak dalam bidang konstruksi untuk proyek-proyek dari pemerintah dan swasta. Pada kesempatan yang sama juga ditandatangani kerjasama BNI dengan Waskita Karya dalam bidang layanan cash management dan virtual account untuk mendukung pengelolaan keuangan perusahaan secara menyeluruh dengan lebih efektif dan efisien.

Waskita Karya merupakan nasabah BNI yang telah lama menggunakan layanan perbankan dari BNI. Pada 2010 lalu, BNI juga telah memberikan fasilitas pinjaman Rp 2,6 triliun untuk modal kerja mengerjakan proyek-proyek Waskita Karya.

Pemberian fasilitas supply chain financing kepada para supplier/subkontraktor Waskita Karya ditujukan untuk memberikan manfaat berupa kecukupan modal kerja dalam memenuhi pekerjaan atau kontrak dari Waskita Karya, sedangkan Waskita Karya mendapatkan manfaat berupa kelancaran pekerjaan dan pengadaan dari para mitranya.

Kerjasama supply chain financing ini, menurut Gatot, adalah salah satu bentuk upaya BNI sebagai bank of choice yang memberikan total financial solution bagi customer atau nasabah. "BNI tidak hanya memberikan fasilitas pembiayaan atau layanan perbankan kepada suatu korporasi, dalam hal ini Waskita Karya, tetapi juga memberikan solusi keuangan secara menyeluruh, termasuk transaksi dan pembiayaan dengan pihak lain, seperti supplier, mitra/rekanan, hingga ke pihak end usser," terangnya.

Dengan pemberian fasilitas pinjaman ke Waskita Karya ini, total kredit BNI yang disalurkan kepada BUMN Karya mencapai Rp 8,2 trilun yang diberikan kepada Waskita Karya, Hutama Karya, PT Pembangunan Perumahan, Wijaya Karya, dan Nindya Karya. **cahyo

Related posts