Laporan Kinerja Emiten Semangati IHSG Melaju Positif

Neraca

Jakarta – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu yang bergerak fluktuatif tajam cukup terasa. Sempat terkoreksi di perdagangan sesi I, akhirnya indeks BEI Rabu ditutup menguat tipis 11,189 poin (0,27%) ke level 4.090,573. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 2,177 poin (0,30%) ke level 706,0,83.

Aksi ambil untung pelaku pasar menjadi penyelamat indeks ditengah bursa regional yang masuk di zona merah. Kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, penguatan indeks BEI lebih dipengaruhi oleh sentimen pengumuman laporan kinerja emiten 2011 yang cenderung positif, “Laporan kinerja emiten menjadi penyelamat indeks BEI,”katanya di Jakarta, Rabu (28/3).

Hal itu, lanjut dia, menutup sentimen negatif dari bursa kawasan regional yang belum kondusif sehubungan dengan kekhawatiran melemahnya ekonomi China. Berikutnya, dia memperkirakan kisaran pergerakan indeks BEI pada perdagangan saham (Kamis, 29/3) di level 4.052-4.109 poin. Beberapa saham pilihan diantaranya Bank Bukopin (BBKP), Bumi Serpong Damai (BSDE), Lippo Karawaci (LPKR), Gozco Plantation (GZCO).

Pada perdagangan kemarin, investor banyak mengkoleksi saham-saham unggulan di sektor agrikultur, indeksnya pun menguat hingga 2,5%. Hanya tiga sektor yang melemah, yaitu manufaktur, infrastruktur dan aneka industri yang melemah cukup dalam, 1,44%.

Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 423,291 miliar di seluruh pasar. Volume dan nilai transaksi di pasar modal naik cukup tinggi karena adanya aksi tutup sendiri alias crossing saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) senilai Rp 540 miliar oleh CLSA Indonesia (KZ).

Selain itu, Macquaire Capital (RX) juga melakukan dua crossing saham Grup Bakrie, yaitu PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) senilai Rp 291 miliar dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) Rp 200 miliar. Sleuruhnya dilakukan di pasar negosiasi.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 66.338 kali pada volume 10.094 juta lot saham senilai Rp 2,926 triliun. Sebanyak 107 saham naik, sisanya 110 saham turun, dan 97 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Merck (MERK) naik Rp 2.000 ke Rp 147.000, Astra Agro (AALI) naik Rp 1.150 ke Rp 22.450, Century Textille (CNTX) naik Rp 1.000 ke Rp 9.800, dan Multibreeder (MBAI) naik Rp 750 ke Rp 14.750.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top lossers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.300 ke Rp 71.550, Myoh (MYOH) turun Rp 500 ke Rp 4.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 ke Rp 53.550, dan Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 225 ke Rp 4.400.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI menipis 3,518 poin (0,09%) ke level 4.075,866. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 0,948 poin (0,14%) ke level 703,018. Saham-saham berbasis perkebunan membuat anomali dengan naik cukup tinggi hingga indeksnya melesat hampir 1,5%. Padahal, saham-saham lain justru terkena koreksi akibat maraknya aksi jual.

Sentimen dari regional dan global itu membuat investor kurang pede dan memutuskan untuk keluar sejenak dari pasar modal. Mayoritas indeks sektoral terkena koreksi, dipimpin oleh indeks sektor aneka industri.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 66.338 kali pada volume 10.094 juta lot saham senilai Rp 2,926 triliun. Sebanyak 107 saham naik, sisanya 110 saham turun, dan 97 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 500 ke Rp 500 ke Rp 13.000, United Tractor (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 32.500, Astra Agro (AALI) naik Rp 500 ke Rp 21.800, dan Mayora (MYOR) naik Rp 350 ke Rp 19.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top lossers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.250 ke Rp 71.600, Myoh (MYOH) turun Rp 500 ke Rp 4.500, Indomobil (IMAS) turun Rp 150 ke Rp 15.050, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 20.400.

Pada awal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 3,77 poin atau 0,09% ke posisi 4.075,62, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,96 poin atau 0,14% ke posisi 703,01 poin. "IHSG Rabu dibuka terkoreksi memfaktorkan sentimen negatif dari bursa regional dan potensi ambil untung (profit taking)," kata analis Samuel Sekuritas Christine Salim.

Dia mengemukakan, bursa Asia pagi bergerak "mixed" dengan kecenderungan terkoreksi tipis setelah menguat signifikan dalam dua hari terakhir. Sementara, Analis Sinarmas Sekuritas Jeff Tan mengatakan, secara teknikal indeks BEI bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat pada kisaran 4.065 - 4.115 poin. "Data tingkat kepercayaan konsumen AS serta laporan keuangan perusahaan domestik, dapat memberikan sentimen terhadap indeks dalam negeri," kata dia.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 143,64 poin (0,68%) ke level 20.903,27, indeks Nikkei-225 turun 112,49 poin (1,10%) ke level 10.142,66 dan Straits Times melemah 12,34 poin (0,41%) ke level 3.006,57. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemerintah Diminta Waspadai Ketidakpastian 2018 - MESKI PERTUMBUHAN EKONOMI 3 TAHUN TERAKHIR POSITIF

Jakarta-Meski pertumbuhan ekonomi dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren cukup positif, pemerintahan Jokowi-JK tetap harus fokus terus membenahi masalah ketimpangan…

BEI Pertegas Kepemilikan Investor Aman - Ramai Emiten Delisting

NERACA Jakarta – Sikap tegas PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam memberikan sanksi delisting atau penghapusan paksa dari papan pasar…

Profit Taking Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu ditutup turun sebesar 18,12 poin seiring…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hary Tanoe Terima Gelar Kehormatan Sulsel

NERACA Makassar - Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menerima gelar warga kehormatan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diberikan…

BEI Suspensi Perdagangan Saham Malacca

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), berikutnya perdagangan saham PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) dihentikan…

Panorama Bikin Anak Usaha Mitra Global

Menggeliatnya bisnis pariwisata saat ini memacu PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) untuk lebih agresif mengembangkan bisnisnya. Teranyar, perseroan membentuk anak…