Anak Usaha ABMM Raih Kontrak US$ 337 Juta - Geliat Bisnis Tambang

NERACA

Jakarta - Entitas anak PT ABM Investama Tbk (ABMM), PT Cipta Kridatama mendapatkan kontrak pekerjaan dari perseroan pertambangan batu bara PT Multi Harapan Utama dengan nilai setara US$337 juta. Inforasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakara, kemarin.

Lewat kontrak tersebut, Cipta Kridatama (CK) akan membantu kegiatan usaha pertambangan Multi Harapan Utama (MHU) dalam bentuk penyewaan alat berat serta pemindahan material penutup atauoverburden removal(OB). Lokasi pertambangan batu bara MHU terletak di Kutai Kertanegara dan Samarinda, Kalimantan Timur.

Kata Direktur Utama Cipta Kridatama, Feriwan Sinatra, kepercayaan dari MHU pada semester awal semakin menunjukkan konsistensi positioning CK sebagai mitra kontraktor jasa pertambangan yang memiliki komitmen kuat dalam membantu pelaku bisnis pertambangan untuk menghasilkan angka produksi positif dengan dukungan tata kelola penambangan yang tepat. Adapun, target volume OB mencapai 36 juta bank cubic meter (bcm) per tahun dengan jangka waktu kerja sama maksmium selama 5 tahun.

Maka dengan demikian, total volume OB di kawasan pertambangan tersebut diharapkan mencapai 180 juta bcm. Pada Februari 2019, ABMM juga telah meneken kontrak jasa pertambangan dengan PT Muara Alam Sejahtera. Nilai kontrak yang dikantongi perseroan senilai US$114 juta. Pekerjaan itu didapatkan perseroan untuk area tambang yang terletak di Marapi, Sumatra Selatan. Durasi yang diteken selama tiga tahun.

Adapun, beberapa jasa penambangan yang dikerjakan di lokasi Muara Alam Sejahtera yakni pemindahan material, penyewaan alat berat, dan pengangkutan batu bara.Sementara Direktur ABM Investama,Adrian Erlangga menambahkan, dengan raihan kontrak baru yang diraih anak usaha memacu perseroan untuk membidik kontrak baru. Dirinya menargetkan, ABMM bakal memperoleh dua kontrak baru pada kuartal ke tiga tahun ini. “Kita sedang negosiasi untuk dua kontrak lagi, untuk yang satu akan kita tanda tangan di bulan depan,”ungkapnya.

Saat ini, perseroan tengah gencar memburu kontrak anyak pasalnya ada satu kontrak yang sudah selesai pengerjaannya pada awal tahun 2019. Adapun ABMM mengusahakan untuk mendapat kontrak jangka panjang atau seumur tambang. Selain perolehan kontrak dari MHU yang berjangka seumur tambang, dua kontrak yang bakal diperoleh ABMM nanti juga merupakan kontrak seumur tambang, yang mana pengerjaannya berada di wilayah Kalimantan dan Sumatera.

Dari segi kapasitas, mereka memiliki kapasitas produksi sebesar 165 juta BCM per tahun. Pada tahun lalu ABMM mencatat volume OB sebanyak 140 BCM, Adrian memproyeksi capaian volume OB pada tahun ini akan sedikit lebih rendah karena berakhirnya salah satu kontrak. Sekarang ini CK memiliki 650 unit alat berat standar internasional, dan sistem teknologi modern yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

BERITA TERKAIT

Industri Pariwisata Tumbuh - BTN Siap Garap Dana Murah di Bengkulu

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) terus memperkuat strategi bisnisnya di Bengkulu dengan membidik seluruh segmen nasabah pada berbagai produk…

Tingkat Hunian Kamar Naik 9,6% - Eastparc Hotel Raup Laba Rp 5,8 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Eastparc Hotel Tbk (EAST) berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 5,8…

Berkah Menjadi Sub Holding Gas - PGN Pede Penggunaan Gas Bumi Akan Lebih Optimal

Menyadari luasnya cakupan wilayah Indonesia dan juga besarnya populasi masyarakatnya, tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi PT Perusahan Gas Negara (Persero)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Catatkan Laba Rp 801 Miliar - BTN Terus Pertebal Pembentukan CKPN

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus memupuk rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) perseroan untuk mempersiapkan…

Siapkan Dana Rp 200 Miliar - Mega Manunggal Bakal Buyback Saham

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT Mega Manunggal Properti Tbk (MMLP) akan melakukan pembelian kembali (buyback)…

Rencanakan Rights Issue - TOPS Lepas 4 Miliar Saham Baru Ke Pasar

NERACA Jakarta – Perkuat likuiditas ditengah melorotnya kinerja keuangan menjadi alasan bagi emiten konstruksi PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS)…