Perluas Pasar Eropa, Ferron Par Pharmaceuticals Ekspor Perdana ke Polandia

NERACA

Cikarang – Menuju 50 tahun perjalanan dan dedikasi Dexa Group di bidang farmasi, salah satu perusahaan dalam Dexa Group yakni PT Ferron Par Pharmaceuticals, melakukan ekspor perdana ke Polandia, setelah ekspor ke United Kingdom di tahun 2008 dan Belanda di tahun 2018. Langkah ini menjadikan Polandia menjadi negara ke 3 setelah United Kingdom dan Belanda sebagai tujuan negara export ke Eropa.

Direktur Utama PT Ferron Par Pharmaceuticals Krestijanto Pandji mengatakan, Polandia merupakan pasar potensial, sekaligus menjadi pintu masuk (hub) bagi negara-negara lainnya seperti Belarus dan Rusia.

"Memang Polandia ini pasar yang gampang-gampang susah, kita sudah mulai dari 4 tahun lalu. Kedepannya, Polandia akan jadi hub untuk masuk pasar Belarus dan Rusia," kata Krestijanto di kantornya, Selasa (2/7).

Krestijanto menambahkan, ekspor produk tablet diabetes Avamina SR® ke Polandia bukan hanya sebagai milestone perusahaan kami, melainkan produk anak bangsa dengan teknologi sustained release pertama dari perusahaan farmasi nasional yang berhasil dieskpor ke Polandia. "Produk ini dapat memberikan added value yang tinggi dan mampu berdaya saing di pasar yang highly regulated seperti UK, Belanda, dan Polandia," tambahnya.

Krestijanto menargetkan dapat mengeskpor produk Avamina SR® ke Polandia hingga mencapai 15 juta tablet pada tahun 2019. "Total ekspor dalam satu bulan 40 fit (5 juta tablet) untuk Inggris, Belanda, dan Polandia. Khusus Polandia sendiri kami targetkan bisa tembus 15 juta tablet pada tahun ini. Kami berharap kepercayaan masyaakat Polandia mampu meningkatkan volume ekspor," jelas Krestijanto.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono menyambut baik ekspor perdana tablet Avamina SR® ke Polandia.

Menurutnya, ekspor perdana ini menjadi milestone keberhasilan PT. Ferron Par Pharmaceuticals sebagai salah satu industri farmasi nasional yang mampu berkembang memperluas pasar ekspor.

"Ekspor ini membuktikan bahwa produk Indonesia memiliki daya saing yang tinggi dengan teknologi sustained release dengan harga bersaing dan kualitas yang memenuhi standar internasional," jelas Sigit.

Sementara itu, Kepala Badan POM Penny K. Lukito memberikan apresiasi kepada PT. Ferron Par Pharmaceuticals yang telah meciptakan produk dengan teknologi dan inovasi terkini. "Inovasi suatu produk menjadi sangat penting, jadi produk yang di ekspor bukan hanya produk biasa tetapi adalah bentuk produk yang inovatif sehingga ada added valuenya. Nah ini sangat mendukung pada Inpres Nomor 6 tahun 2016 tentang percepatan pengembangan industri farmasi," papar Penny.

Ia berharap kedepan akan semakin banyak perusahaan yang memproduksi produk-produk inovatif untuk dikonsumsi di dalam negeri maipun alternatif pilihan ekspor ke berbagai negara.

"Sehingga dengan begitu, industri farmasi Indonesia akan mempunyai potensi yang sangat besar. Kami (Badan POM) siap mendukung dan memfasilitasi serta memberikan regulasi yang mendorong inovasi dan ekspor," paparnya.

Sekedar informasi, Produk Avamina SR® merupakan obat untuk penderita diabetes yang mengandung zat aktif Metformin berteknologi Sustained Release (SR). Teknologi ini dirancang untuk menyederhanakan dosis sekaligus memperpanjang durasi kerja obat, dengan mekanisme kerja yang dapat larut perlahan bersamaan dengan melepaskan obat pada jangka waktu tertentu hingga mencapai kadar stabil dalam plasma darah. Karena itu, konsumsi obat ini cukup sekali waktu dalam sehari yang dikonsumsi bersamaan saat makan malam.

Sekedar informasi, produk Avamina SR® merupakan obat untuk penderita diabetes yang mengandung zat aktif Metformin berteknologi Sustained Release (SR). Teknologi ini dirancang untuk menyederhanakan dosis sekaligus memperpanjang durasi kerja obat, dengan mekanisme kerja yang dapat larut perlahan bersamaan dengan melepaskan obat pada jangka waktu tertentu hingga mencapai kadar stabil dalam plasma darah. Karena itu, konsumsi obat ini cukup sekali waktu dalam sehari yang dikonsumsi bersamaan saat makan malam.

BERITA TERKAIT

Masuk Jalur Distribusi Ritel Modern, Bulog Harus Jaga Kualitas Beras

NERACA Jakarta – Rencana Badan Usaha Logistik (Bulog) untuk mendistribusikan beras serapannya melalui jalur ritel modern merupakan sebuah inovasi yang…

Komoditas - Harga Nikel Untuk Pasar Domestik Disepakati US$30 Per Metrik Ton

NERACA Jakarta – Pemerintah dan pengusaha sepakat untuk menetapkan harga jual nikel untuk diserap di dalam negeri sebesar 30 dolar…

Niaga Domestik - Pengusaha Ritel Diminta Inovatif Seiring Perkembangan Teknologi

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meminta para pengusaha ritel untuk inovatif seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat. Ia…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Masuk Jalur Distribusi Ritel Modern, Bulog Harus Jaga Kualitas Beras

NERACA Jakarta – Rencana Badan Usaha Logistik (Bulog) untuk mendistribusikan beras serapannya melalui jalur ritel modern merupakan sebuah inovasi yang…

Komoditas - Harga Nikel Untuk Pasar Domestik Disepakati US$30 Per Metrik Ton

NERACA Jakarta – Pemerintah dan pengusaha sepakat untuk menetapkan harga jual nikel untuk diserap di dalam negeri sebesar 30 dolar…

Niaga Domestik - Pengusaha Ritel Diminta Inovatif Seiring Perkembangan Teknologi

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meminta para pengusaha ritel untuk inovatif seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat. Ia…