Aset Perbankan di Surakarta Capai 24%

NERACA

Solo – Kantor Bank Indonesia (BI) Wilayah Solo mengklaim total aset perbankan di wilayah eks karesidenan Surakarta pada Februari 2012 mencapai Rp38,51 triliun atau tumbuh 24,22% (yoy). "Pertumbuhan total aset perbankan tersebut terutama berasal dari meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK) atau simpanan masyarakat yang mencapai Rp31,54 triliun atau tumbuh 27,83% (yoy)," kata Kepala Kantor Bank Indonesia Solo Doni P Joewono di Solo, Selasa (27/3)

Simpanan masyarakat yang paling banyak, menurut Doni, yakni dalam bentuk tabungan dengan pangsa sebesar 49,57% dari DPK atau senilai Rp15,63 triliun. Disusul deposito dengan pangsa sebesar 36,74 persen atau senilai Rp11,59 triliun. "Sisanya dalam bentuk giro dengan pangsa sebesar 13,69% atau senilai Rp4,32 triliun," ungkapnya.

Total aset perbankan tersebut, menurut Kepala Kantor BI Solo, merupakan kinerja dari 65 Kantor Cabang Bank Umum dan 88 Kantor Pusat Bank Perkreditan Rakyat. "Total aset perbankan itu mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy)," imbuhnya

Sebelumnya pada Pebruari 2012 lalu, Doni sempat mengungkapkan aliran uang masuk dari perbankan di Solo ke Kantor Bank Indonesia Solo hingga bulan Desember 2011 mencapai sebesar Rp8,01 triliun atau meningkat 39,52 persen (year on year/yoy). “Untuk outflow atau aliran uang keluar dari Kantor Bank Indonesia Solo ke perbankan sebesar Rp3,99 triliun atau meningkat 79,73% (yoy),” jelasnya

Menurut Doni, net inflow menjadi sebesar Rp4,03 triliun, atau meningkat sebesar 14,22 persen (yoy). “Hal itu memang tidak terlepas dari dukungan sistem pembayaran yang berjalan lancar,” ujarnya.

Sementara untuk mencegah peredaran uang palsu, Doni mengatakan Kantor Bank Indonesia Solo aktif melakukan sosialisasi keaslian uang rupiah kepada masyarakat luas. Kegiatan dilakukan dengan berbagai instansi terkait, dengan tujuan memberantas uang palsu.

Lebih lanjut, dia mengatakan hingga Desember 2011, uang palsu yang ditemukan KBI Solo sebanyak 3.633 lembar. Terperinci uang pecahan Rp100 ribu sebanyak 1.685 lembar, pecahan Rp50 ribu sebanyak 1.717 lembar, pecahan Rp20 ribu sebanyak 145 lembar, pecahan Rp10 ribu sebanyak 40 lembar, dan pecahan Rp5 ribu sebanyak 45 lembar dan pecahan Rp1.000 sebanyak satu lembar. **cahyo

Related posts