Muamalat Prioritaskan Pembiayaan Hunian Syariah

NERACA

Jakarta---Bank Muamalat memprioritaskan program produk Pembiayaan Hunian Syariah (PHS) dalam rangka "Accelerating Growth Through Sales Year 2012" yang ditargetkan akan dicapai pada tahun ini. "Bank Muamalat antara lain mengunggulkan PHS Muamalat yang merupakan pembiayaan bagi kepemilikan rumah, rukan, ruko, kios, dan apartemen," kata Direktur Utama Bank Muamalat Arviyan Arifin di Jakarta, Rabu.

Menurut Arviyan, produk PHS memberikan dua alternatif transaksi syariah bagi nasabah, yaitu secara kongsi ("musyarakah mutanaqisah") atau dalam bentuk jual beli ("murahabah"). Sistem kongsi, lanjutnya, dapat diterapkan untuk pemilikan properti baru (non-indent), kepemilikan dari pihak kedua (second), maupun dalam bentuk pengambilalihan (take over). "Adapun sistem jual beli, memiliki spektrum yang lebih luas. Sistem ini juga dapat diterapkan untuk pembelian properti inden, renovasi, serta pembelian-renovasi," tambahnya

Lebih jauh kata Arviyan, PHS memiliki plafon maksimal hingga Rp25 miliar, dengan plafon minimal senilai Rp50 juta untuk wilayah DKI Jakarta dan Rp25 juta untuk wilayah di luar DKI Jakarta. Selain itu, pembiayaan khusus bagi kalangan individu itu juga memiliki jangka waktu pengembalian hingga 15 tahun, terkecuali untuk kepentingan renovasi dengan plafon di bawah Rp25 juta yang hanya lima tahun.

Dikatakan Arviyan, untuk menaikkan daya saing, baru-baru ini pihaknya juga meluncurkan Program Gebyar PHS 9,99% dengan menurunkan margin hingga nilainya hanya setara 9,99% per tahun. Pada kesempatan tersebut, Bank Muamalat juga meresmikan Muamalat Consumer Center (MCC) untuk meningkatkan kualitas layanan produk-produk pembiayaan konsumennya. **maya

Related posts