Pasar Modal Belum Terdorong Jokowi Effect

NERACA

Jakarta - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira memperkirakan belum ada pendorong yang signifikan terhadap nilai tukar rupiah dan nilai saham jika calon petahana Joko Widodo (Jokowi) kembali ditetapkan menjadi presiden yang meraih suara terbanyak pada sidang sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) oleh Mahakamah Konstitusi (MK).

Disampaikannya, Jokowi effect atau dampak Jokowi akan terasa di pasar keuangan jika Jokowi memberikan sinyalemen adanya perombakan kabinet (reshuffle) khususnya di pos menteri yang bergerak di sektor ekonomi.”Investor lebih menunggu susunan kabinet baru,"ujarnya seperti dikutip Antara di Jakarta, kemarin.

Menurut Bhima, perombakan Kabinet Kerja cukup mendesak karena permasalahan fundamental perekonomian domestik terkait i defisit neraca transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan. Menilik data neraca perdagangan, sepanjang Januari-Mei 2019 saja, neraca perdagangan nasional mengalami defisit dua kali, yaitu pada Januari dan April. Hal ini juga yang membuat defisit transaksi berjalan masih diperkirakan di kisaran 2,5%- 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun ini.

Namun, pada Mei 2019 terdapat secercah optimisme karena ekspor meningkat 12,4 persen menjadi 14,74 miliar dolar AS yang membuat neraca perdagangan nasional surplus 207,6 juta dolar AS. Lebih lanjut, menurut Bhima, investor akan bereaksi signfikan jika ada tindakan konkret dari pemerintah yang menunjukkan keseriusan untuk memperbaiki masalah defisit transaksi berjalan.

Dia berpendapat Jokowi perlu memanfaatkan momentum saat ini untuk merombak jajaran kabinet karena sudah tercipta kepastian kondisi politik yang diharapkan akan menjaga kepastian kebijakan bagi para investor."Harusnya bisa dilakukan sebelum Oktober 2019, khususnya menteri di bidang ekonomi karena sifatnya mendesak," ujar Bhima.

BERITA TERKAIT

Gandeng Perusahaan Tiongkok - Kresna Berambisi Terdepan Garap Bisnis Starup

NERACA Jakarta-Sibuk membawa beberapa anak usahanya go public dan juga sukses mengembangkan bisnis digitalnya, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN)…

Bangun Kompleks Petrokimia - Chandra Asri Petrochemical Dapat Tax Holiday

NERACA Jakarta – Sebagai komitmen patuh terhadap pajak, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mendapatkan keringanan pajak atau tax holiday…

Ekspansi Bisnis di Kongo - 10 Perusahaan Indonesia Garap Proyek Strategis

NERACA Jakarta – Membidik potensi pasar luar negeri dalam pengembangan bisnisnya, The Sandi Group (TSG) Global Holdings bersama entitas bisnisnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tambah Fasilitas Produksi Gas - Sale Raya Targetkan Dana IPO US$ 100 Juta

NERACA Jakarta — Menggeliatnya industri minyak dan tambang (migas) dimanfaatkan langsung PT Sele Raya untuk mencari permodalan di pasar modal…

Danai Belanja Modal - Smartfren Kantungi Pinjaman Rp 3,10 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), melalui PT Smart Telecom meraih kredit dari China Development…

Selesaikan Lilitan Utang - MYRX Tawarkan Aset dan Konversi Saham

NERACA Jakarta – Menyampaikan itikad baik untuk melunasi utang akibat gagal bayar atas pinjaman individu, PT Hanson International Tbk (MYRX)…