Asuransi Bintang Lunasi Klaim Rp 28,78 Miliar - Pengelola Hotel Mercure Palu

NERACA

Jakarta – Sebagai komitmen menjaga kepercayaan pada nasabah, PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) kembali memenuhi pembayaran klaim kepada nasabahnya yang terdampak bencana gempa Palu, Sulawesi Tengah yang terjadi pada tahun lalu. Perseroan menyelesaikan pembayaran klaim kepada pengelola Hotel Mercure Palu.

Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebutkan, telah menyelesaikan pembayaran klaim asuransi gempa bumi yang menimpa Hotel Mercure Palu kepada PT Silkstone Mitra Stay sebagai pengelola. Dimana nilainya sendiri mencapai sebesar Rp 28,78 miliar.

Dari nilai klaim sebesar itu, di dalamnyatermasuk klaim Rp. 3,33 miliar yang telah dibayarkan lebih awal sebagai interim payment pada 12 November 2018. "Interim payment dibayarkan dengan tujuan untuk dapat segera dipergunakan tertanggung guna meringankan kerugian," kata Presiden Direktur ASBI, Hastanto Sri Margi Widodo.

Lebih jauh lagi, sebagai prefered-insurance untuk hotel dan resort, Asuransi Bintang juga telah melakukan pembayaran Klaim terkait gempa Lombok kepada PT Rajawali Adimandalika selaku pemilik Hotel Sheraton Senggigi, PT Arcs House selaku pemilik Oceano Resort Jambuluwuk Gili Trawangan dan lainnya.

Disampaikan Hastanto, tanggung jawab dan pemenuhan janji-janji perusahaan tepat waktu sebagai bukti kekuatan finansial Asuransi Bintang tidaklah terlepas dari dukungan kuat para partner reasuransi dalam dan luar negeri. Dengan didukung oleh perusahaanreasuransi dalam dan luar negeri dan memiliki reputasi yang sangat baik dengan grade “AA-” dari Standard & Poor Rating yaitu PT Reasuransi Indonesia Utama, PT Reasuransi Nasional Indonesia, PT Tugu ReasuransiIndonesia, PT Maskapai Reasuransi Indonesia, SwissRe dan HannoverRe serta dukungan technical expertise dari AON Benfield & Mure maka realisasi pembayaran klaim dapat dilaksanakan dengan cepat dan tepat waktu.

Penyelesaian pembayaran klaim ini juga melengkapi cerita panjang Asuransi Bintang dapat membantu para nasabah untuk membangun kembali usahanya setelah musibah besar seperti klaim bom serangan teroris di hotel JW Marriott Jakarta pada 17 Juli 2009 dengan nilai pembayaran sebesar US$ 4.96 jurta.

Lalu klaim kebakaran besar pusat pembelanjaan Yogya Department Store milik PT Akur Pratama pada 10 Oktober 2009 dengan nilai pembayaran sebesar Rp 40 milyar, klaim Kebakaran pabrik minyak atsiri CV Aroma pada 29 Juni 2008 dengan nilai sebesar Rp 70 miliar, klaim PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo yang terjadi pada 31 Desember 2015 sebesar Rp 29 miliar, dan lainnya.

BERITA TERKAIT

Bangun Plant Baru - Wika Beton Tambah Capex Jadi Rp 779 Miliar

NERACA Jakarta – Rencana pemindahan Ibu Kota negara ke Kalimantan memberikan dampak terhadap potensi proyek infrastruktur. Maka memanfaatkan hal tersebut,…

Kembangkan Produk Baru - Sido Muncul Serap Capex Rp 77 Miliar

NERACA Jakarta – Sepanjang semester pertama 2019, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) telah merealisasikan belanja modal…

Tumbuh 64%, CIMB Niaga Syariah Bukukan Laba Rp536 Miliar

      NERACA   Jakarta - Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) membukukan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Debat Calon Ketum HIPMI - Para Peserta Unjuk Kepiawan Memimpin

Menjelang munas Himpunan pengusaha muda Indonesia (HIPMI) ke XVI tanggal 16 September 2019 mendatang, 4 Calon Ketua Umum (Caketum) HIPMI,…

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…