Produsen Otomotif Bidik Pasar Indonesia

Oleh Agus S. Soerono

Wartawan Harian Ekonomi NERACA

Pasar otomotif Indonesia yang pada tahun lalu berhasil mencatatkan penjualan sedikitnya 890.000 unit mobil, membuat negeri ini mempunyai daya tarik yang luar biasa bagi produsen kendaraan, terutama yang beroda empat.

Dengan angka penjualan sebesar itu, Indonesia menjadi pasar yang terbesar di Asean. Angka penjualan sebesar itu, tentu didukung oleh tingkat pertumbuhan ekonomi yang stabil, angka inflasi yang single digit, GDP dan pendapatan per kapita yang terus meningkat. Terlebih lagi dengan diraihnya peringkat investment grade dari lembaga pemeringkat Fitch dan Moody’s.

Namun sayangnya angka penjualan mobil yang tinggi itu, tidak didukung dengan infrastruktur yang sepadan, sehingga semakin membuat kemacetan di seantero Ibukota dan kota besar lainnya. Terlepas dari kendala infrastruktur yang masih menghadang, yang jelas para pelaku industri otomotif baik lokal maupun dari luar negeri , terus menambah angka produksi maupun impornya ke Indonesia.

Memang kendaraan roda dua, roda empat atau beroda lebih banyak lagi, sebagai sarana transportasi merupakan motor penggerak perekonomian negara. Sulit bisa dibayangkan, perekonomian negara bisa maju tanpa alat transportasi. Pengguna berbagai jenis kendaraan itu, baik sebagai karyawan swasta, pegawai pemerintah, eksekutif atau sopir angkutan barang, menggelindingkan roda perekonomian.

Barang hasil produksi tidak akan bisa mencapai konsumen, apabila tidak ada roda kendaraan yang menggulirkannya. Tanpa transportasi, barang produksi akan menumpuk di gudang. Tanpa transportasi karyawan tidak bisa beranjak ke kantor. Tanpa transportasi direktur atau eksekutif perusahaan lainnya, tidak bisa menghadiri rapat guna mengambil keputusan atas produk perusahaannya. Pendek kata semuanya tidak akan bergerak tanpa transportasi.

Di sisi lain, kepemilikan kendaraan pribadi di Indonesia yang tinggi sekali, pada umumnya disebabkan oleh buruknya sistem transportasi umum di negeri ini. Untuk bisa mencapai kantornya, seorang karyawan yang tinggal di Bekasi atau Depok misalnya, harus berpindah-pindah moda transportasi beberapa kali.

Dengan biaya transportasi yang tinggi dan kondisi transportasi yang tidak aman serta nyaman, mendorong mereka mengambil pilihan mencicil kendaraan. Pilihan itu kini sangat mendapat kemudahan dengan adanya lembaga pembiayaan yang menyediakan fasilitas kredit yang cepat, ringan dan terjangkau. Para karyawan tentu menghitung, dengan biaya transportasi kendaraan umum yang dipergunakan untuk mencicil kendaraan, mereka mendapat kepastian bahwa tidak terlambat untuk sampai ke kantor.

Ada penghematan waktu yang bisa diraih, dan ada kepastian kenyamanan dan keamanan berkendara untuk kegiatan bisnisnya. Itulah berbagai hal yang mendorong peningkatan penjualan mobil dan motor di Indonesia.

Related posts