Satyamitra Kemas Oversubscribed 1,5 Kali - Tetapkan IPO Rp193 Persaham

NERACA

Jakarta - PT Satyamitra Kemas Lestari (SKL) menetapkan harga penawaran umum saham perdana sebesar Rp193 per saham.Harga penawaran umum Satyamitra Kemas Lestari berada di rentang harga pada masa penawaran awal (bookbuilding) 13 Juni hingga 20 Juni 2019, sebesar Rp150-Rp200 per saham.

Direktur Utama PT Kresna Securities, Oktavianus Budianto mengatakan bahwa selama masa penawaran awal, permintaan terhadap saham Satyamitra Kemas Lestari oversubscribe 1,5 kali. Selanjutnya, harga akhir penawaran berada pada level Rp193 per saham.“Dari bookbuilding dan dari penawaran yang masuk terbentuk Rp193 per saham,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Selanjutnya, masa penawaran umum pada 1-4 Juli 2019. Perseroan menargetkan pencatatan saham dan waran seri I di Bursa Efek Indonesia pada 11 Juli 2019. Kemudian pooling di 1-4 Juli. Perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan kemasan karton terintegrasi ini mengungkapkan, dana yang diperoleh dari hasil IPO akan digunakan sekitar 40% untuk modal kerja perseroan untuk meningkatkan persediaan bahan baku kertas baik impor maupun lokal serta untuk penyelesaian implementasi sistem SAP (System Application and Product) yang saat ini sedang berjalan.

Kemudian sekitar 30% akan digunakan untuk pelunasan sebagian hutang bank, dan sisanya sekitar 30% akan digunakan untuk pembelian mesin dan lokasi baru pabrik. Ang Kinardo, Direktur Utama PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk pernah bilang, IPO merupakan sebuah langkah besar untuk mewujudkan visi perusahaan untuk menjadi pemimpin di industri packaging yang selalu mengedepankan kepuasan konsumen dan tentunya untuk memperluas strategi bisnis dan berkontribusi untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia tentunya.

Perseroan melebarkan lini usahanya dengan menambah layanan-layanan baru berupa penyewaan truk dan logistik untuk memberikan solusi, manajemen transportasi kepada pelanggannya. Perseroan saat ini mempunyai kantor dan pabrik di kawasan industri Benua Permai Lestari, Tigaraksa, Tangerang, Banten dengan luas lahan 14 ha. Saat ini, perseroan memproduksi karton gelombang (corrugated carton box) dan kemasan offset untuk berbagai industri di bidang makanan minuman, elektronik, telekomunikasi, sepatu dan lain sebagainya yang memerlukan kotak kemasan untuk memasarkan produk-produknya.

Sebagian besar pelanggan perseroan berasal dari sektor consumer dan teknologi, di antaranya Unilever Group, Adidas, Indofood Group, Mayora Group, Haier-Sanyo, Nutricia Indonesia, Great Giant Pineapple, Samsung, Nestle Indonesia, Djojonegoro C-1000, Epson Indonesia, Dollar General, Ecco Indonesia, Walgreens , Jco Donut & Coffee, Samindo Electronics, Oppo, Lenovo, Smartfren dan Polytron. Kedepannya, perseroan berencana untuk memproduksi jewelry boxes, premium gift products, dan stationery boxes. Meski demikian, laba tahun berjalan sempat tertekan 48,33% menjadi Rp33,188 miliar pada 2017. Laba tahun berjalan naik 34,84% menjadi Rp44,74 triliun pada 2018.

Untuk kebijakan dividen, perseroan berencana mengusulkan pembagian dividen tunai kepada pemegang saham sekurang-kurangnya 20% dari laba bersih mulai tahun buku yang berakhir 31 Desember 2019.

BERITA TERKAIT

Surya Fajar Capital Serap Dana IPO 67,33%

NERACA Jakarta - PT Surya Fajar Capital Tbk (SFAN) telah menyerap dana hasil initial public offering senilai Rp26,9 miliar atau…

Emdeki Realisasikan Dana IPO Baru 30,05%

Per Juni 2019, PT Emdeki Utama Tbk (MDKI) baru merealisasikan dana hasil penawaran umum saham perdana sebesar 30,05% dari dana…

MD Picture Sisakan IPO Rp 127,71 Miliar

NERACA Jakarta – Sejak mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT MD Picture Tbk (FILM) terus pacu ekspansi bisnisnya dengan memproduksi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Penjualan Terkoreksi 5,58% - Astra Terus Pacu Penjualan di Semester Kedua

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis otomotif di paruh pertama tahun ini memberikan dampak terhadap bisnis otomotif PT Astra International Tbk…

Hartadinata Akuisisi Perusahaan E-Commerce

Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) pada tanggal 15 Juli 2019 menandatangani akta perjanjian penyertaan modal yang pada…

Kasus Hukum Menimpa Tiga Pilar - Investor Ritel Minta Kepastian Hukum

NERACA Jakarta – Kisruh sengketa manajamen PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) masih menyisakan masalah bagi para investor, khususnya investor…