6 Bahasa PBB Yang Layak Dipelajari

Orang yang tertarik pada bahasa asing juga cenderung tertarik pada kancah internasional. Oleh karena itu, Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) cenderung dilihat sebagai istana megah yang berdiri di puncak bukit. Organisasi dunia PBB tidak saja menjadi standar emas dalam diplomasi internasional, namun juga standar dalam keterampilan linguistik.

Ada enam bahasa yang digunakan secara resmi di PBB. Arab, Cina, Inggris, Perancis, Rusia, dan Spanyol. Sebagian besar dari bahasa-bahasa ini menjadi bahasa resmi karena paling banyak digunakan di dunia. Namun, semua ini juga tidak terlepas dari sejarah politik di balik terpilihnya enam bahasa yang digunakan oleh PBB.

Walaupun belakangan ini sudah banyak aplikasi penerjemah, tidak ada salahnya kalau kamu tetap mempelajari salah satu dari keenam bahasa ini. Selain mempermudah dan mempercepat komunikasi, kemampuan bahasamu bisa menjadi nilai plus tersendiri. Entah untuk kualifikasi melamar kerja di perusahaan maupun di PBB, mengambil kesempatan belajar dan tinggal di luar negeri, hingga solo travelling. Sudah banyak aplikasi untuk belajar bahasa baru. Jadi, tidak ada lagi alasan untuk tidak belajar! Sesuai slogan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, "Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Pelajari Bahasa Asing!"

1. Bahasa Inggris

Kita sudah mempelajari Bahasa Inggris mulai sejak pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Bahasa Inggris sudah menjadi bahasa wajib untuk berkomunikasi di dunia internasional. Kehidupan kita juga tidak bisa lepas dari Bahasa Inggris. Coba lihat setiap aplikasi di gawai milikmu. Apakah ada yang tidak memakai Bahasa Inggris?

Pada tahun 1946 setelah berdirinya PBB, kelima bahasa pada saat itu (kecuali Bahasa Arab) diadopsi sebagai bahasa resmi, bahkan Bahasa Inggris dan Perancis diadopsi sebagai bahasa kerja. Perbedaannya, bahasa kerja adalah "bahasa pertukaran profesional sehari-hari," sedangkan bahasa resmi adalah bahasa di mana semua dokumen resmi harus ditulis. Sebagai bahasa internasional, kamu wajib mempelajari Bahasa Inggris.

Pergaulan internasional mengharuskan kamu untuk aktif berbahasa Inggris. Beruntung bagi kamu yang saat ini tengah menimba ilmu di negeri orang dan sehari-harinya berbicara dalam Bahasa Inggris. Kamu sudah memiliki modal awal yang baik. Sebaiknya, kamu belajar bahasa lainnya untuk menambah peluangmu masuk dan bekerja di PBB yang bermarkas di New York.

2. Bahasa Perancis

Bahasa Perancis menjadi salah satu bahasa resmi dan bahasa kerja di PBB pada tahun 1946. Memasukkan Bahasa Perancis menjadi hal yang masuk akal, karena bahasa ini banyak digunakan di dunia. Tidak hanya di Eropa, di Afrika (Selatan) pun menggunakan Bahasa Perancis sebagai bahasa nasional mereka.

Namun, Bahasa Perancis menjadi sangat sulit dimengerti jika kamu baru mempelajarinya. Apalagi, penulisan dan pengucapan dalam Bahasa Perancis adalah dua hal yang berbeda. Apa yang kamu tulis, tidak sama dengan apa yang harus diucapkan. Tetapi, jangan patah semangat. When there is a will, there is a way!

3. Bahasa Spanyol

Masih ingat dengan ekspansi Bangsa Spanyol sejak abad 14? Pada saat itu, Spanyol dan Bangsa Portugal berbagi wilayah di dunia untuk dikuasai. Kesepakatan itu dibuat pada tahun 1494 dan dikenal dengan nama The Treaty of Tordisillas. Perjalanan Columbus menjelajahi dunia menjadi dasar kesepakatan tersebut, yaitu untuk meletakkan dan memperluas pengaruh Spanyol. Jauh sebelum kesepakatan tersebut dibuat, Columbus telah mengklaim San Salvador, Kuba and Hispaniola sebagai wilayah baru yang ditemukannya.

Setelah Christopher Colombus menemukan Amerika di tahun 1492, penaklukan wilayah baru meluas ke wilayah selatan dan tengah Amerika, sebagian Karibia, Meksiko dan sebagian besar Amerika Serikat. Bayangkan seberapa besar pengaruh Spanyol dalam peradaban dunia.

4. Bahasa Rusia

Sebelum Rusia terpecah menjadi negara-negara baru, Rusia dikenal dengan nama Uni Soviet atau Union of Soviet Socialist Republics, disingkat menjadi USSR. Di era perang dingin, hegemoni kekuasaan ada di antara Amerika Serikat dan Rusia. Kedua negara tersebut dianggap sebagai negara adidaya. Meskipun pengaruh Rusia di dunia global tidak sebesar dulu, pengaruhnya masih terasa hingga saat ini.

Negara Rusia juga menjadi negara anggota tetap di Dewan Keamanan yang ada di PBB. Jadi, wajar saja bila Bahasa Rusia menjadi salah satu bahasa wajib di PBB. Bahasa Rusia menjadi bahasa resmi baik dalam Majelis Umum maupun Dewan Keamanan PBB pada tahun 1968 dan 1969 setelah deklarasi Brezhnev Doctrine, sebuah doktrin yang menegaskan hak Uni Soviet untuk campur tangan dalam persoalan luar negeri.

5. Bahasa China

Bahasa Cina merupakan bahasa paling yang tidak kalah sulit untuk dipelajari. Bagi kamu yang sangat menyukai tantangan, Bahasa Cina menjadi bahasa yang tepat untuk kamu pelajari. Yang menjadi standar Bahasa Cina di PBB adalah Bahasa Mandarin, salah satu dalam kelompok Bahasa Tionghoa yang paling umum dan banyak digunakan di dunia. Setiap suara dalam sistem transkripsi fonetik pinyin Mandarin memiliki empat cara pengucapan yang berbeda. Belum lagi, Bahasa Mandarin adalah bahasa yang kaya homofon, penuh dengan idiom, dan kata-kata mutiara dari sejarahnya yang panjang.

6. Bahasa Arab

Bahasa Arab baru ditambahkan pada tahun 1973. Sementara, bahasa resmi lainnya dipilih ketika PBB didirikan (Inggris dan Perancis), pertimbangan historis (Spanyol) dan pertimbangan politis secara global (Rusia dan China). Sementara itu, Bangsa Arab berhasil menegosiasikan cara untuk menjadi bahasa resmi di PBB. Mereka bahkan mendorong semua negara anggota PBB yang berbahasa Arab bersedia untuk membayar biaya pengenalan Bahasa Arab selama tiga tahun kepada PBB. (IDNTimes)

BERITA TERKAIT

KPK Dorong Optimalisasi PBB-KB di Sulawesi Selatan

KPK Dorong Optimalisasi PBB-KB di Sulawesi Selatan   NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong optimalisasi Pajak Bahan Bakar Kendaraan…

BJB Targetkan Himpun Rp4,9 Triliun dari Penerimaan PBB

  NERACA   Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB pada tahun ini…

Sebanyak 206.500 Unit Rumah Tak Layak Masuk Program Bedah

Sebanyak 206.500 Unit Rumah Tak Layak Masuk Program Bedah   NERACA Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Industri Harus Aktif Kerjasama dengan Pendidikan Vokasi

      Pengembangan dan perbaikan sistem pendidikan vokasi menjadi bagian dari fokus kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya…

Menghidupkan “Surga Baru” Belanja Buku di Jakarta

    Ruang luas sejuk nan bersih akan menyambut setiap pengunjung saat menjejakkan kaki di lantai tiga Pasar Kenari, salah…

Tantangan Anak dan Keluarga dalam Peringatan Hari Anak Nasional

    Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen-PPA) akan memusatkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2019…