Bisakah Internet Meningkatkan Literasi Membaca?

Rendahnya minat dan kebiasaan membaca di Indonesia masih sangat dirasakan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya akses, terutama untuk di daerah terpencil. Hasil dari Indeks Aktivitas Literasi Membaca (Alibaca) Kemendikbud menunjukkan bahwa sembilan provinsi memiliki literasi tingkat sedang, 24 provinsi rendah, dan satu provinsi sangat rendah.

Menurut Lukman Solihin, peneliti di Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan Balitbang Kemendikbud, salah satu cara untuk meningkatkan tingkat literasi itu melalui pemanfaatan teknologi internet. Internet untuk pendidikan Sesuai data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tercatat lebih kurang 143 juta pengguna intenet di Indonesia pada tahun 2017. Jumlah itu bisa dibilang cukup banyak, meski harus diakui penyebarannya belum merata.

Maka dari itu, pemerintah dan semua pihak ditantang mampu memanfaatkan internet dalam dunia pendidikan, termasuk untuk menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca. “Ada tantangan untuk pemanfaatan media pendidikan. Sebagian besar internet dimanfaatkan untuk media sosial, masih kurang sebagai sarana edukasi. Artinya potensial, tapi belum dimanfaatkan dengan baik,” ucap Lukman, pekan kemarin.

Dari hasil Indeks Alibaca itu, penggunaan internet masuk ke dimensi alternatif, di mana sebanyak satu provinsi memiliki akses yang tinggi, 17 provinsi sedang, dan 16 provinsi rendah. Provinsi yang aksesnya tertinggi adalah DKI Jakarta. Peralihan cetak ke digital Hal itu bisa dilihat dari begitu banyaknya anak-anak sekolah yang sudah memiliki gawai (gadget) berupa ponsel sendiri dan bisa memakainya untuk mengakses internet dengan berbagai keperluan.

Namun, kebanyakan dari mereka menggunakannya melihat media sosial. Seharusnya ponsel itu bisa digunakan untuk keperluan yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah, misalnya mengunduh buku digital. Lukman menuturkan, jika dilihat dari perkembangan zaman, ada kecenderungan secara internasional bahwa pembaca buku sekarang mulai beralih dari buku cetak ke buku digital, tetapi belum begitu banyak. “Terutama di kota-kota besar, siswa sudah mulai pegang handphone, tapi umumnya untuk medsos. Jika bisa diintroduksi untuk kebiasaan mereka membaca buku, justru bukan beralih dari cetak ke digital, tapi memulainya dari digital, atau simbiosis,” ujarnya.

Dia pun mengungkapkan hasil lain dari Indeks Alibaca, yaitu dari dimensi kecakapan, sebanyak enam provinsi dalam tingkat sangat tinggi dan 28 provinsi tinggi. Kemudian, dari dimensi akses, tiga provinsi di tingkat sedang, 16 provinsi rendah, dan 15 provinsi sangat rendah. Berikutnya, dari dimensi budaya, sebanyak tiga provinsi tingkat sedang, 29 provinsi rendah, dan dua provinsi sangat rendah.

Sebelumnya, Lukman mengatakan, keterbatasan akses itu bisa diatasi, misalnya dengan memanfaatkan teknologi internet dan gawai (gadget) serta perangkat elektronik lain, terutama untuk sekolah di daerah pelosok desa. Biasanya di daerah tersebut masih susah ditemui toko buku dan perpustakaan yang memadai. Bahkan untuk pengiriman buku juga masih mengalami kesulitan. Maka dari itu, guru bisa mengakali dengan mengunduh buku digital lalu dibacakan kepada para siswa di kelas. “Untuk mengatasi keterbatasan akses, misalnya guru di daerah terpencil bisa mengunduh buku digital, lalu ditampilkan ke proyektor dan dibaca sama-sama di kelas,” tambahnya.

BERITA TERKAIT

Modifikasi AMMDes Untuk Meningkatkan Produktifitas Masyarakat Pedesaan

Modifikasi AMMDes Untuk Meningkatkan Produktifitas Masyarakat Pedesaan NERACA Jakarta - Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE)…

Kemenkop Ajak Masyarakat Meningkatkan Peran Koperasi

Kemenkop Ajak Masyarakat Meningkatkan Peran Koperasi NERACA Selayar - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan mengajak masyarakat UKM…

Prudential Bikin Program Literasi Keuangan untuk 2.000 Anak di Papua

    NERACA   Jakarta - Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2019, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mendeklarasikan…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Industri Harus Aktif Kerjasama dengan Pendidikan Vokasi

      Pengembangan dan perbaikan sistem pendidikan vokasi menjadi bagian dari fokus kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya…

Menghidupkan “Surga Baru” Belanja Buku di Jakarta

    Ruang luas sejuk nan bersih akan menyambut setiap pengunjung saat menjejakkan kaki di lantai tiga Pasar Kenari, salah…

Tantangan Anak dan Keluarga dalam Peringatan Hari Anak Nasional

    Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen-PPA) akan memusatkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2019…