Triwulan I, DPMPTSP Sukabumi Catat Kinerja Sangat Tinggi

Triwulan I, DPMPTSP Sukabumi Catat Kinerja Sangat Tinggi

NERACA

Sukabumi – Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sukabumi catat kinerja sangat tinggi pada triwulan pertama, pada realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Kepala Bidang Penanaman Modal pada DPMPTSP Kabupaten Sukabumi, Nina Widiawati, S.IP, MAK, kepada NERACA Senin (24/6) menerangkan capaian kinerja kriteria sangat tinggi, yaitu pada indikator kenaikan realisasi PMDN dengan capaian 111,10 persen dari target 0,67 persen aau 16.582.08 persen.

Kemudian, capaian kinerja kriteria sangat tinggi, yaitu pada indikator kenaikan realisasi PMA dengan capaian 1,70 persen dari targe 0,67 persen atau 253,73 persen.

Pada triwulan pertama atau periode Januari-Maret 2019 ini, sebut Nina Widiawati, rencana investasi PMDN berdasarkan system online single submission (OSS) sebesar Rp 17.303.590.027,00 dengan jumlah proyek sebanayk 545 dan tenaga kerja Indonesia sebanyak 4.279 orang.

“Nilai investasi triwulan pertama tahun 2019 ini, berdasarkan Nomor Induk Berusaha (NIB). Sedangkan minat rencana investasi PMDN di Kabupaten Sukabumi, ditanamkan berdasarkan sektor usaha lima besar,” terang dia.

Lima besar minat rencana investasi PMDN berdasarkan sektor usaha triwulan pertama tahun 2019 di Kabupaten Sukabumi, berdasarkan sektor usaha, kata dia, pertama, jasa lainnya dengan nilai investasi sebesar Rp 8.592.499.693.725,-, Perikanan dengan nilai investasi sebesar Rp 7. 130.577.600.000,-.

Kemudian, Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran dengan nilai investasi sebesar Rp 782.010.760.000,-, Listrik, Gas dan Air dengan nilai investasi sebesar Rp 403.227.150.643,-, perdagangan dan reperasi dengan nilai investasi sebesar Rp 248.481.505,-.

Sedangkan lima besar rencana investasi PMDN berdasarkan lokasi dan investasi, sebut dia, berada pada peringkat pertama di Kecamatan Cibadak dengan nilai investasi sebesar Rp 8.592.499.693.725,-, Kecamatan Cirenghas dengan nilai investasi sebesar Rp 7. 130.577.600.000,-.

Posisi ketiga, Kecamatan Bojonggenteng dengan nilai investasi sebesar Rp 508.477.500.000,- Kecamatan Cicurug dengan nilai investasi sebesar Rp 159.576.807.400, dan terakhir Kecamatan Parungkuda dengan nilai investasi sebesar Rp 95.919.494.194,-.

Sementara lima besar minat rencana investasi PMA berdasarkan sektor usaha, imbuh Nina Widiawati, yakni, pertambangan dengan nilai investasi sebesar Rp 368.798.930.064, Industri Tekstil dengan nilai investasi sebesar Rp 158.552.636.167,-.

Kemudian, perumahaan, kawasan industry, dan perkantoran dengan nilai invetasi sebesar Rp 97.567.630.000,- industry logam, mesin dan elektronika dengan nilai investasi sebesar Rp 45.800.000.000,-, dan industri kertas dan percetakan sebesar Rp 10.500.000,000,-.

Adapun perkembangan realiasi investasi PMDN dan PMA berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), ungkap Nina, terdapat sasaran renstra melebihi target yang ditetapkan, diantaranya, kenaikan nilai realisasi PMDN investasi dengan pencapaian sebanyak 111,10 peren dari target 0,67 persen atau sebesar 16.582,08 persen, dengan jumlah perusahaan sebanyak dua proyek denan nilai investasi sebesar Rp 36.017.200.000,00,-, dan menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak empat orang.

Minat perkembangan realisasi investasi PMDN berdasarkan sector usaha dan tenaga kerja, papar dia, sector usaha perumahan, kawasan industry dan perkantoran menggunakan empat tenaga kerja Indonesia.“Sektor usaha peternakan memanang saat ini belum menggunakan tenaga kerja Indonesia,” ungkap dia.

Dikatakan, minat perkembangan realisasi investasi PMDN berdasarkan lokasi dan investasi, Kecamatan Nyalindung dengan nilai investasi Rp 30.973.200.000,- dan Kecamatan Cisaat dengan nilai investasi sebesar Rp 5.044.000.000,-.

Kenaikan nilai realisasi PMA investasi dengan pencapaian sebanyak 1,70 persen dari target 0,67 atau sebanyak 253,73 persen, dengan data perusahaan sebanyak empat perusahaan dengan nilai investasi sebesar $ 20.655.902.88 atau Rp 309.838.543.134,59,-, dan penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 11.427 orang. Ron

BERITA TERKAIT

Diskopdagrin Kota Sukabumi Pantau Terus Pupuk Bersubsidi

Diskopdagrin Kota Sukabumi Pantau Terus Pupuk Bersubsidi   NERACA Sukabumi - Selain memantau perkembangan bahan pokok penting (bapokting) dan barang strategis…

Sah, AKD Kota Sukabumi Terbentuk

Sah, AKD Kota Sukabumi Terbentuk   NERACA Sukabumi - Akhirnya Alat Kelengkapan DPRD (AKD) Kota Sukabumi sah terbentuk. Meskipun sebelumnya beberapa…

Sinergi PNM-SMF Hadirkan Pembiayaan Perumahan yang Layak dan Terjangkau - KPR untuk Karyawan dan Mitra Binaan PNM

Sinergi PNM-SMF Hadirkan Pembiayaan Perumahan yang Layak dan Terjangkau KPR untuk Karyawan dan Mitra Binaan PNM NERACA Jakarta - PT…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Mantan Relawan Buat Surat Terbuka untuk Anies

Mantan Relawan Buat Surat Terbuka untuk Anies  NERACA Jakarta - Saat pesta demokrasi Pilkada DKI Jakarta 2017, sebagai Cagub-Cawagub Anies…

Ada Si Mantap di Disdukcapil Kota Sukabumi

Ada Si Mantap di Disdukcapil Kota Sukabumi  NERACA Sukabumi - Dalam meningkatkan pelayanan ke masyarakat, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil…

39 Warga Lebak Bekerja di Negara ASEAN

39 Warga Lebak Bekerja di Negara ASEAN   NERACA Lebak - Sebanyak 39 warga Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, tahun 2019 bekerja…