ADB Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi Contoh Di Asia Tenggara

NERACA

Jakarta - Presiden Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) Takehiko Nakao mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik menjadi salah satu contoh di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut diungkapkan Presiden Bank Pembangunan Asia (ADB) Takehiko Nakao saat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sela-sela KTT ASEAN ke-34 di Bangkok, Thailand, seperti dikutip Antara, kemarin.

"Dalam pertemuan tersebut, Presiden Bank Pembangunan Asia (ADB) menyatakan bahwa Indonesia adalah salah satu contoh ekonomi yang bertumbuh kembang dengan baik di kawasan," ujar Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di sela-sela KTT ASEAN ke-34 di Bangkok, Thailand, Minggu. Presiden Jokowi dan Presiden ADB Takehiko Nakao berdiskusi mengenai pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara, terutama Indonesia.

Secara khusus, lanjut Retno Marsudi, Presiden ADB menyampaikan apresiasi karena ekonomi Indonesia mampu tumbuh dengan baik di tengah ketidakpastian global. "Presiden ADB menyampaikan apresiasinya karena Indonesia dinilai khusus oleh ADB bahwa kondisi ekonomi Indonesia yang cukup baik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia baik," ujarnya.

Dalam kunjungan kehormatan Presiden ADB, Presiden Jokowi didampingi Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Duta Besar RI di Bangkok Ahmad Rusdi. Sementara itu, Presiden ADB Takehiko Nakao didampingi oleh Dirjen wilayah Asia Tenggara Ramesh Subramanian, Direktur Kerjasama Regional Asia Tenggara Alfredo Perdiguero, dan Penasehat Senior Yoichiro Ikeda.

Pada April ADB mengeluarkan Asian Development Outlook (ADO) 2019 yang memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh sebesar 5,2 persen tahun ini dan 5,3 persen pada 2020. Dalam laporannya ADB merevisi pertumbuhan tahun ini dengan penurunan dari sebelumnya diperkirakan 5,3 persen menjadi 5,2 persen.

Nakao juga menyambut baik fokus Presiden Joko Widodo terhadap pembangunan sumber daya manusia, dan infrastruktur seperti pasokan air, sanitasi, energi dan transportasi. Selain itu, mengembangkan keahlian tenaga kerja Indonesia, beserta sistem proteksi sosial yang memadai, menjadi hal penting untuk menjadikan Indonesia sebagai ekonomi yang modern dan berorientasi pada jasa.

Dalam kesempatan ini, Nakao memuji manajemen fiskal dan makroekonomi Indonesia yang solid, terlihat dari pertumbuhan ekonomi 5,2 persen, inflasi 3,2 persen serta kehati-hatian manajemen fiskal dan cadangan devisa. Fundamental ekonomi Indonesia yang solid ikut terlihat dari nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menguat dan stabil sejak 2018. Nakao juga menyampaikan perkembangan dukungan ADB yang komprehensif berupa paket tanggap darurat senilai 800 juta dolar AS pascabencana alam di Sulawesi Tengah dan Lombok pada 2018.

Fase pertama dukungan tersebut, yaitu senilai 500 juta dolar AS untuk membiayai keperluan rehabilitasi telah disetujui ADB pada 20 November 2018, atau kurang dari tujuh pekan setelah musibah di Sulawesi Tengah. Fase kedua sebesar 300 juta dolar AS akan dipertimbangkan oleh Dewan Direktur ADB pada 26 Juni 2019 untuk rekonstruksi sarana irigasi, sistem pasokan air dan sanitasi, sebuah universitas, serta pelabuhan dan bandara.

Saat ini, pinjaman rutin ADB untuk sektor publik ke Indonesia, yang terus tumbuh pada tahun terakhir, diperkirakan akan mencapai 2,9 miliar dolar AS pada 2019. ADB telah mendukung pembiayaan investasi di sektor energi, pengembangan sumber daya manusia, irigasi dan pembangunan area perbatasan, baik melalui pinjaman proyek maupun pinjaman berbasis hasil.

BERITA TERKAIT

Serapan Lelang SBSN Capai Rp7,04 Triliun

    NERACA   Jakarta - Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu)…

60% Pengguna Dapatkan Akses Pertama Kredit dari Kredivo

    NERACA   Jakarta - Kehadiran teknologi finansial telah memberikan ruang untuk turut mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia…

Palapa Ring Bikin Akses Fintech Tembus ke Daerah Terpencil

  NERACA   Jakarta - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai kehadiran Palapa Ring akan memudahkan peminjaman berbasis teknologi…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Serapan Lelang SBSN Capai Rp7,04 Triliun

    NERACA   Jakarta - Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu)…

60% Pengguna Dapatkan Akses Pertama Kredit dari Kredivo

    NERACA   Jakarta - Kehadiran teknologi finansial telah memberikan ruang untuk turut mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia…

Palapa Ring Bikin Akses Fintech Tembus ke Daerah Terpencil

  NERACA   Jakarta - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai kehadiran Palapa Ring akan memudahkan peminjaman berbasis teknologi…