Harkopnas 2019 Akan Bernuansa Milenial dan Budaya Lokal

Harkopnas 2019 Akan Bernuansa Milenial dan Budaya Lokal

NERACA

Jakarta - Untuk pertama kali, puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) digelar di Ibukota Kabupaten, yaitu Kota Purwokerto, Ibukota Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Selama ini, puncak peringatan Harkopnas selalu diselenggarakan di Ibukota provinsi. Dan rencananya, acara puncak Harkopnas 2019 bertema Reformasi Total Koperasi di Era Industri 4.0 tersebut akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo.

"Penetapan Purwokerto merupakan keputusan bernilai sejarah yang menarik. Pada mulanya, Dekopin menetapkan Kota Semarang sebagai tuan rumah. Belakangan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengusulkan Kota Purwokerto menggantikan Kota Semarang", kata Ketua Harkopnas 2019 Pahlevi Pangerang kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/6).

Pertimbangan Gubernur Jateng, lanjut Pahlevi, karena Purwokerto memiliki sejarah dan potensi besar di bidang ekonomi, wisata, budaya, dan kearifan lokal. Pemda Jawa Tengah ingin mengangkat Kota Purwokerto dengan memperbanyak event berskala nasional dan internasional. Salah satunya, dengan menjadi tuan rumah Harkopnas 2019.

"Pertimbangan kedua, pencetus koperasi pertama Indonesia, Raden Ngabei Ariawiraatmadja, berasal dari Purwokerto,” ujar Pahlevi.

Selain itu, kata Pahlevi, gerakan koperasi juga ingin memberikan apresiasi terhadap jasa dan ketokohan salah satu putra terbaik Purwokerto, Raden Ariawiraatmadja, sebagai pencetus dan pendiri koperasi Indonesia pertama dengan mendirikan bank simpan pinjam bernama Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto di Leuwiliang, Purwokerto, pada 1895.

"Bank simpan pinjam itu adalah embrio kelahiran Bank Rakyat Indonesia (BRI). Berdiri pada 16 Desember 1895, kelahiran lembaga keuangan tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari kelahiran BRI", papar Pahlevi.

Selain terobosan baru memilih Kota Kabupaten, kegiatan Harkopnas 2019 juga akan bervariasi juga sangat kental dengan warna milenial serta bernuansa budaya dan kearifan lokal."Dekopin dan Kemenkop dan UKM selalu berupaya agar Hari Koperasi yang dirayakan setiap tahun menjadi wadah konsolidasi segenap stakeholders gerakan koperasi nasional", tandas Pahlevi.

Tak hanya itu, Pahlevi mengatakan, Harkopnas Expo 2019 yang digelar pada 11-14 Juli 2019 juga merupakan etalase pencapaian gerakan koperasi nasional bersama Dekopin dan pemerintah, baik di pusat maupun di daerah, perusahaan swasta, BUMN dan BUMD di seluruh Indonesia."Harkopnas Expo juga menjadi wadah strategis untuk memperomosikan produk-produk unggulan beserta peluang bisnis dan investasi yang dimiliki koperasi dan UMKM di seluruh Indonesia,” ujar Pahlevi.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Panitia Jambore Harkopnas 2019 Pendi Yusup menjelaskan, bentuk kegiatan bernuansa milenial adalah Jambore Koperasi Harkopnas 2019 yang akan diselenggarakan pada 10-12 Juli 2019 di Bumi Perkemahan Baturaden, Purwokerto.

Jambore yang rencananya dibuka Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu akan diikuti 400 peserta yang terdiri dari 102 utusan dari 34 Dekopinwil, 105 peserta utusan dari Dekopinda se-Jawa Tengah, 123 utusan koperasi mahasiswa, koperasi pemuda, serta 70 peserta dari startup coop atau platform coop."Karena kegiatan ini berorientasi pada koperasi milenial, maka peserta kami batasi usia antara 20-35 tahun. Mereka akan mengikuti rangkaian kegiatan sarasehan dan beragam lomba bernuansa koperasi milenial selama dua malam tiga hari,” ujar Pendi Yusup.

Selama Jambore, para peserta akan mengikuti lima kegiatan utama, yaitu sarasehan koperasi, seminar dan Meet and Greet dengan tema “Koperasi Milenial, Kolaboratif dan Inovatif", lomba-lomba, kreatif inovatif, FGD Kebangkitan Koperasi dengan tema “Strategi Koperasi Merespons Revolusi Industri 4.0”, serta Api Unggun dan outbond.

“Kami berharap, para peserta generasi milenial akan menikmati beragam kegiatan Jambore koperasi ini. Untuk melecut motivasi, kami menyediakan hadiah bagi pemenang lomba Jambore dan lomba kontingen outbond berupa trofi dan uang pembinaan,” pungkas Pendi Yusup. Mohar/Rin

BERITA TERKAIT

AKPI Tekankan Keseragaman dan Standar Kode Etik Kurator

AKPI Tekankan Keseragaman dan Standar Kode Etik Kurator   NERACA Jakarta - Pengurus Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) menekankan pemberlakuan…

FTII Soroti Perlindungan Data Publik Dalam Revisi PP 82/2012

FTII Soroti Perlindungan Data Publik Dalam Revisi PP 82/2012  NERACA Jakarta - Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) yang mengaku keberatan…

Mahkamah Konstitusi RI Luncurkan 25 Buku Peringati HUT

Mahkamah Konstitusi RI Luncurkan 25 Buku Peringati HUT  NERACA Padang - Mahkamah Konstitusi (MK) RI meluncurkan 25 buku bertema hukum…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

BPOM Berikan Sosialisasi untuk Menjamin Keamanan Obat

BPOM Berikan Sosialisasi untuk Menjamin Keamanan Obat   NERACA Bandung - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI) menyelenggarakan…

BUMD Harus Siap Hadapi Era Industri 4.0

BUMD Harus Siap Hadapi Era Industri 4.0 NERACA Jakarta – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menghadapi tantangan di era industri…

Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan Ajukan Kasasi

Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan Ajukan Kasasi   NERACA Jakarta - Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina 2009-2014 Karen Galaila Agustiawan mengajukan…