Phapros Rambah Lini Bisnis Kosmetik - Investasikan Dana Rp 20 Miliar

NERACA

Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis dan masuk ke bisnis kosmetik, emiten farmasi PT Phapros Tbk. (PEHA) menyiapkan investasi sebesar Rp20 miliar. “Melalui bisnis baru tersebut, perseroan akan memproduksi kosmetik berupa krim anti aging berbahan dasar stem cell,”kata Sekretaris Perusahaan Phapros, Zahmilia Akbar di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, produksi kosmetik akan dilakukan di fasilitas produksi terstandarisasi GMP (good manufacturing practices) dan bekerja sama dengan Universitas Airlangga. Perseroan menyebutkan, dana investasi guna mendukung lini bisnis baru tersebut bersumber dari kas internal. Nantinya, keseluruhan alokasi investasi digunakan untuk pembangunan fasilitas produksi hingga akhirnya siap komersialisasi. Fasilitas produksi kosmetik akan dilakukan di Surabaya dengan menggandeng mitra kerja sama.

Saat ini fasilitas produksi telah masuk tahap konstruksi, kendati tidak disebutkan kapasitas produksinya. PEHA berharap produk kosmetik baru milik perseroan dapat dirilis pada akhir tahun ini."Kami sudah masuk tahap konstruksi. Adapun untuk komersialisasi nanti akan dilakukan di fasilitas milik Unair, yang telah kami standarisasi sesuai dengan GMP,"ujar Zahmilia.

Ditambahkannya, perseroan menggandeng pusat pengembangan dan penelitian sistemcellUniversitas Airlangga dalam mengembangkan krim anti penuaan dini (anti-aging) berbahan dasar biologi atau non kimia. Dalam mengembangkan produk ini, pihaknya mendapatkan pendanaan dari Kemenristek Dikti sebesar Rp 20,2 miliar."Kami memperoleh bantuan pendanaan dr kemenristekdikti Rp20,2 miliar, lalu dana investasi yang kami kucurkan internal hingga saat ini kurang lebih Rp20 miliar," ungkapnya.

Sebagai informasi, perseroan pada semester kedua tahun ini bakal menggelar rights issue. Dimana untuk aksi korporasi tersebut, perseroan menargetkan dana yang dihimpun sebesar Rp1,1 triliun dan kabarnya telah mengantungi pembeli siaga. Perseroan juga menggandeng beberapa sekuritas BUMN terkait rencana tersebut. Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 30%.

Perseroan menyakini target tersebut bakal tercapai berkat strategi pemasaran yang lebih masif, peningkatan efisiensi, dan inovasi dalam pengembangan produk. Penopang utama kinerja PEHA di tahun ini masih berasal dari segmen produk obat generik. Ini mengingat emiten tersebut memiliki 190 produk obat generik dengan kontribusi terhadap pendapatan lebih dari 50%. Segmen tersebut dinilai masih dapat berkembang. Maka dari itu, PEHA tetap rajin meluncurkan produk-produk obat baru dan rencananya sepanjang tahun ini akan menambah 12 produk obat baru.

BERITA TERKAIT

Alfamart Gelar Pelatihan Bisnis Masyarakat di Museum Geopark

Alfamart Gelar Pelatihan Bisnis Masyarakat di Museum Geopark   NERACA Sukabumi - PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) menggelar pelatihan dan pendampingan…

Kisel-Koperasi Astra-Forkom KBI Kerjasama Bisnis Aplikasi Digital

Kisel-Koperasi Astra-Forkom KBI Kerjasama Bisnis Aplikasi Digital NERACA Purwokerto - Koperasi Telekomunikasi Seluler (Kisel), Koperasi Astra Internasional dan Forum Koperasi…

Tim Mahasiswa UI Berhasil Raih Juara Umum Kompetisi Bisnis Se ASEAN dan China

  NERACA   Jakarta - Enam mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berhasil meraih juara umum dalam kompetisi bisnis yang diadakan oleh…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Menjawab Tantangan IKM From Zero To Hero

Pesatnya pertumbuhan pengguna internet di Indonesia memacu geliat pertumbuhan industri e-commerce terus berkembang pesat. Berdasarkan prediksi McKinsey, penetrasi belanja online…

Penjelasan Belum Memuaskan - BEI Pastikan Suspensi KIJA Masih Berlanjut

NERACA Jakarta – Meskipun PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) sudah memberikan penjelasan terkait potensi gagal bayar atau default atas…

Rajawali Nusindo Buka Gudang Baru di Solo

Dalam rangka peningkatan omzet dan kinerja operasional, PT Rajawali Nusindo sebagai anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang bergerak…