Perusahaan Tambang Wajib Pakai BBN - Mulai Juli 2012

NERACA

Jakarta—Dalam waktu dekat pemerintah membuat kebijakan terkait penggunaan Bahan Bakar Nabati (BBN) paling lambat 1 Juli 2012 terhadap sejumlah industri pertambangan mineral dan batubara. “Penggunaan BBN untuk industri pertambangan mineral dan batubara akan dimulai paling lambat 1 Juli 2012," kata Direktur Bioenergi, Maritje Maritje Hutapea di Jakarta,27/3

Lebih jauh kata Maritje, kewajiban pemanfaatan biodiesel untuk industri sebesar 2% dari konsumsi BBM di setiap industrinya. "Mandatory pemanfaatan biodiesel sebesar 2%," tambahnya

Sesuai dengan kesepakatan rapat tertanggal 28 Oktober 2011, antara pengusaha di bidang mineral dan batubara dengan pemerintah dalam hal ini Ditjen EBTKE akan membuat pemetaan distribusi bahan bakar oleh seluruh badan usaha pemegang izin usaha niaga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Indonesia, pasokan BBN di seluruh Indonesia serta lokasi penambangan dan depo BBM dari badan usaha pemegang izin usaha niaga BBM.

Maritje menjelaskan, terdapat dua puluh lima industri pertambangan mineral dan batubara yang terkena kewajiban pemanfaatan BBN.

Ditempat terpisah, Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo mengatakan, Indonesia tidak tepat memakai kebijakan harga bahan bakar minyak yang murah. "Sebagai negara `net importer` minyak dan cadangan terbukti minyaknya juga sedikit, tidak bijaksana kalau mengikuti harga BBM murah seperti di negara-negara yang cadangan minyaknya melimpah," katanya di Jakarta, Selasa.

Menurut Widjajono, kebijakan harga BBM murah telah menyebabkan dana pemerintah terkuras untuk subsidi harga BBM, ketergantungan terhadap BBM yang berkelanjutan, impor minyak mentah dan BBM yang makin membesar, serta makin sulitnya energi lain berkembang.

Lebih jauh Guru Besar ITB ini menambahkan pada 2011 Indonesia memproduksi minyak sebesar 329 juta barel, mengekspor minyak mentah 132 juta barel, mengimpor minyak mentah 99 juta barel dan BBM 182 juta barel, serta mengkonsumsi BBM 479 juta barel. "Secara total, Indonesia defisit sebesar 150 juta barel," ujarnya.

Cadangan terbukti minyak Indonesia, lanjutnya, juga hanya 3,7 miliar barel atau 0,3 persen cadangan terbukti dunia. "Indonesia adalah negara yang tidak kaya minyak. Kita lebih banyak memiliki energi lain seperti batubara, gas, CBM (coal bed methane), gas `shale`, panas bumi, air, dan BBN (bahan bakar nabati)," paparnya

Dikatakan Widjajono, kebijakan BBM murah hanya cocok diterapkan di negara-negara yang cadangan minyaknya melimpah seperti Arab Saudi, Irak, Lybia, dan Venezuela. Bahkan, tambahnya, harga bensin di Iran yang mempunyai cadangan minyak 138 miliar barel, mencapai 0,67 dolar per liter atau lebih mahal dibandingkan Indonesia yang 0,59 dolar per liter dengan cadangannya hanya 3,7 miliar barel. "Harga BBM di Iran mahal, karena mereka mengutamakan gas untuk transportasi, rumah tangga dan listrik," imbuhnya

Iran mempunyai cadangan terbukti gas nomor dua di dunia yaitu 982 triliun kaki kubik sesudah Rusia, sedangkan Indonesia hanya 112 TCF. **cahyo

Related posts