Efisiensi Medco Catatkan Biaya Operasi Turun US$ 150,90 juta - Bukukan Laba Tumbuh 1,20%

Neraca

Jakarta – Keberhasilan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) tidak hanya meraih laba tumbuh 1,20%, namun juga efisiensi biaya operasi yang tengah di galakkan perseroan. Sepanjang tahun 2011 lalu, perseroan berhasil menurunkan biaya operasi sebesar 18% menjadi US$ 150,90 juta dibandingkan tahun 2010 senilai US$ 173,27 juta.

Direktur Utama MEDC Lukman Mahfoedz mengatakan, keberhasilan perseroan dalam efisiensi biaya operasi memberikan dampak positif pada penurunan beban biaya perusahaan, “Kondisi itu memicu perseroan membukukan laba operasi sebesar US$ 224,27 juta dolar AS, meningkat 96% dibandingkan US$ 114,49 juta di tahun 2010," katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (27/3).

Selain itu, sepanjang tahun 2011 perseroan mencatatkan laba bersih tumbuh 1,20% menjadi sebesar US$ 89,22 juta dibanding pencapaian tahun sebelumnya senilai US$ 88,16 juta. Kata Lukman, jumlah penjualan dan pendapatan usaha pada 2011 serta keberhasilan perseroan dalam melakukan efisiensi biaya memberikan dampak pada laba bersih.

Dia menyebutkan, kontributor terbesar dari peningkatan penjualan dan pendapatan usaha perseroan pada 2011 berasal dari peningkatan penjualan minyak dan gas sebesar US$ 800,48 juta atau 70% dari jumlah penjualan dan pendapatan usaha perseroan.

Sisanya sebesar 30%, kata Lukman, senilai US$ 342,82 juta berasal dari penjualan dan pendapatan kegiatan usaha non minyak dan gas (non-migas). "Meningkatnya penjualan minyak dan gas di 2011 didorong dari stabilnya volume penjualan minyak, kemudian tingginya harga rata-rata minyak yang terealisasi di tahun 2011, dan meningkatnya harga rata-rata gas,"ungkapnya.

Selain itu, Lukman mengungkapkan, perseroan tengah melanjutkan upaya melakukan optimalisasi nilai aset perusahaan sehingga membukukan keuntungan dari pelepasan 100% saham anak usaha, yakni Medco Tunisia Anaguid Limited dan rekapitalisasi sebesar 51% saham PT Medco Power Indonesia, sebesar US$ 78,42 juta. "Perseroan juga berhasil menurunkan biaya pendanaannya di tahun 2011 menjadi US$ 89,50 juta dari US$ 91,55 juta," ujarnya.

Rencana 2012

Pada tahun ini perseroan terus berusaha meningkatkan neraca keuangan dan meyakini kinerja Medco Energi lebih baik dibanding 2011 dengan menjalankan Strategi dan Rencana Usaha yang telah dicanangkan sejak akhir tahun 2011.

Lukman mengemukakan, pihaknya akan memperkuat portofolio aset produksi, termasuk melakukan akuisisi. Lalu, meningkatkan "reserve life index" dengan melakukan kegiatan eksplorasi.

Selain itu, perseroan akan menyelesaikan seluruh Proyek Utama (Senoro, Pengembangan Blok A, Rimau EOR, Libya, dan Simenggaris) sesuai dengan rencana. Dan, mempercepat pertumbuhan aset non-migas bersama dengan mitra strategis. "Dengan yang sudah dicapai pada 2011, serta komitmen untuk menjalankan Strategi Usaha yang telah dicanangkan, saya yakin Medco Energi akan dapat terus meningkatkan kinerjanya di tahun 2012 dan tahun-tahun mendatang," ujarnya.

Dia mengatakan, salah satu kontribusi kinerja perseroan pada 2012 diharapkan didukung dari kegiatan usaha baru, yaitu pertambangan batubara yang saat ini sudah mulai berproduksi, di area operasi Nunukan, Kalimantan Timur, dengan target produksi awal sebesar 300.000 ton per tahun di akhir tahun 2012. "Dengan demikian Perseroan dapat terus memberikan tingkat pengembalian yang bersaing bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya," kata Lukman. (bani)

Related posts