SSMS Siapkan Transaksi Afiliasi Rp 2,52 Triliun - Pendanaan Jangka Panjang

NERACA

Jakarta – Rencanakan ekspansi penghiliran sawit dan tambahan pendanaan dalam jangka panjang, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) menyiapkan transaksi afiliasi sebesar Rp2,52 triliun. Emiten perkebunan ini dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengungkapkan, berencana melakukan afiliasi bersama PT Citra Borneo Indah (CBI) dan anak-anak usaha lainnya. Adapun, CBI memegang 53,75% saham SSMS.

Transaksi afiliasi tersebut melibatkan anak-anak usaha CBI dan SSMS, seperti PT Kalimantan Sawit Abadi (KSA), PT Mitra Mendawai Sejati (MMS), PT Tanjung Sawit Abadi (TSA), PT Sawit Multi Utama (SMU), PT Menteng Kencana Mas (MKM), dan PT Mirza Pratama Putra (MPP). Disebutkan, kenam anak usaha itu selanjutnya disebut sebagai entitas anak perseroan.

Rencananya, keenam anak usaha tersebut akan mengalihkan piutangnya ke SSMS dengan bunga sebesar 11 persen per tahun dan jangka waktu 15 tahun setelah perjanjian. Perjanjian sebelumnya sudah diteken pada 15 April 2019. Menurut manajemen SSMS, setelah rencana transaksi menjadi efektif, perseroan dapat memperoleh pendapatan bunga atas pinjaman kepada CBI. Dengan demikian, SSMS berharap bisa meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian, sehingga menguntungkan pemegang saham.

Selain pengalihan piutang, SSMS berencana membeli saham PT Surya Borneo Industri (SBI) senilai Rp738,30 miliar. Dengan demikian, kepemikan SSMS di SBI meningkat menjadi 49%. SBI merupakan entitas anak CBI dan juga SSMS. Adapun, nilai wajar 100% saham SBI ialah Rp1,32 triliun.

SBI memiliki kawasan industri seluas sekitar 100 hektar yang berlokasi di Kawasan Industri SBI, Kumai Hulu, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Saat ini, SBI sedang melakukan pengembangan kawasan industri berbahan baku Crude Palm Oil (CPO) yang akan melahirkan berbagai produk turunan minyak kelapa sawit. Dengan kepemilikan di SBI sebesar 49%, SSMS berharap anak usaha yang dimiliki bersama CBI tersebut memberikan kontribusi positif atas laporan keuangan konsolidasian ke depannya.

Berdasarkan analisis manajemen, proyeksi jumlah laba tahun berjalan SSMS pada 2019—2023 sebelum rencana transaksi adalah sebesar Rp 4,37 triliun . Setelah rencana transaksi, laba tahun berjalan selama 5 tahun itu meningkat menjadi Rp 4,58 triliun.

Bila melihat keterbukaan informasi dari penilai independen halaman 107, terlihat laba tahun berjalan mulai meningkat signifikan pada 2021, yakni sebesar Rp907,91 miliar. Sebelum transaksi, proyeksi laba tahun berjalan 2 tahun mendatang itu hanya sebesar Rp824,93 miliar. Total keseluruhan transaksi mencapai Rp2,52 triliun, atau setara dengan 61,92 persen total ekuitas SSMS pada 2018. Karena transaksi melampaui 50 persen ekuitas, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam rapat pada Selasa, 25 Juni 2019.

BERITA TERKAIT

Bank Mandiri Catatkan Perolehan Laba Rp 13,5 Triliun

  NERACA   Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan perolehan laba konsolidasi tumbuh 11,1% mencapai Rp13,5 triliun, kualitas kredit…

Menkeu Proyeksi Defisit APBN Capai Rp310,8 Triliun

  NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 berpotensi…

DEFISIT APBN MELEBAR HINGGA RP 135 TRILIUN LEBIH - Menkeu: Pertumbuhan Semester I Capai 5,1%

Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di semester I-2019 mencapai  5,1%.  Angka ini berdasarkan perhitungannya terhadap kontribusi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…