Pefindo Sematkan Peringkat AA Jasa Marga

Melesatnya pertumbuhan EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization) PT Jasa Marga(Persero) Tbk (JSMR) atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi di kuartal I/2019 sebesar Rp1,81 triliun, tumbuh sebesar 14,5% atau sekitar Rp229,58 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mendorong PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan rating AA terhadap perseroan dan juga surat utang yang diterbitkan perseroan.

Corporate Secretary Jasa Marga, M. Agus Setiawan di Jakarta, kemarin menyampaikan, Pefindo memberikan rating idAA (double A) dengan outlook stabil terhadap perseroan. Rating ini berlaku untuk periode 14 Juni 2019 sampai dengan 1 Juli 2020. Selain itu, Pefindo menetapkan rating idAA untuk dua surat utang JSMR. Pertama, Obligasi XIV Seri JM-10 Tahun 2010, yang berlaku untuk periode 14 Juni 2019 sampai dengan 1 Juni 2020.

Kedua, Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Seri T Tahun 2014, yang berlaku untuk periode 14 Juni 2019 sampai dengan 19 September 2019. JSMR merupakan salah satu BUMN yang gencar mencari alternatif pendanaan, termasuk obligasi. Sebelumnya, Agus mengatakan perseroan menganggarkan belanja modal sekitar Rp27 triliun pada 2019.

Manajemen JSMR memproyeksikan akan mengoperasikan empat jalan tol baru dan menambah konsesi sekitar 250 kilometer (km) tahun ini. Pada 2018, total konsesi yang dimiliki JSMR sepanjang 1.527 km. Panjang ruas yang telah dioperasikan 1.000 km tahun lalu. Asal tahu saja, untuk menjaga kondisi keuangan perusahaan tetap solid dan untuk memperkuat struktur permodalan, Jasa Marga kembali melakukan inovasi alternatif pendanaan berbasis ekuitas yaitu Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK DINFRA).

BERITA TERKAIT

Layanan Darurat 112 Jadi Solusi Smart City

PT Jasnita Telekomindo Tbk melalui anak perusahaannya, PT Esa Kreasi Negri telah membuat penambahan fitur baru yang bernama mobile application…

Tahun Depan, SMF Rilis Obligasi Rp 9 Triliun

Perkuat likuiditas guna menopang kebutuhan pendanaan perumahan bagi masyarakat berpenghasulan rendah (MBR), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF akan…

Volume Penjualan Indocement Turun 1,9%

Di kuartal tiga 2019, volume penjualan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menurun dibandingkan dengan capaian periode yang sama tahun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pangsa Pasar Menyusut - Volume Penjualan Rokok HMSP Terkoreksi 5,7%

NERACA Jakarta - Keputusan pemermintah yang akan menaikkan cukai rokok rata-rata sebesar 23% mulai Januari 2020 menjadi ancaman terhadap pertumbuhan…

Bekasi Fajar Raup Pendapatan Rp 607,61 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membukukan pendapatan Rp 607,61 miliar. Jumlah…

Usai Pelantikan Presiden Terpilih - Pelaku Pasar Menantikan Tim Kabinet Ekonomi

NERACA Jakarta- Sentimen positif pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Indonesia priode 2019-2024 masih menyelimuti pergerakan indeks harga saham gabungan…