DMS Propertindo Bidik Dana IPO Rp 186,6 Miliar - Danai Akuisisi Lahan

NERACA

Jakarta – Kondisi pasar properti yang diprediksi masih lesu tahun ini, tidak menyurutkan niatan PT DMS Propertindo Tbk (DMS) sebagai perusahaan pengembangan properti, perhotelan dan jasa manajemen hotel untuk go public. Perseroan dalam aksi korporasi penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) menawarkan sebanyak-banyaknya 933 juta saham dengan nilai nominal Rp 100 (seratus Rupiah) per saham. Adapun kisaran harga ditetapkan antara Rp150-Rp200 per lembar saham, sehingga perseroan akan meraup dana sebesar Rp139,95 miliar hingga Rp186,6 miliar.

Direktur Utama PT DMS Propertindo, Muhamad Prapanca dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, perseroan berencana mengalokasikan dana hasil IPO sebesar Rp 100 miliar untuk pembelian lahan potensial di daerah Jawa Barat. Sisanya akan dipergunakan untuk modal kerja untuk operasional perseroan dan/atau entitas anak yaitu PT Padjadjaran Raya dalam bentuk penyertaan modal.

Tercatat pendapatan usaha perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 adalah sebesar Rp 170 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp 138 miliar atau sebesar 424,71% dari pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 sebesar Rp 32 miliar. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya penjualan tanah, juga adanya penjualan unit rumah dan pendapatan dari hotel.

Sementara laba tahun berjalan perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 adalah sebesar Rp 13 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp 2 miliar atau sebesar 18,61% dari laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 sebesar Rp 11 miliar. Hal ini terutama disebabkan sebagai dampak langsung dari penjualan yang meningkat.

Jumlah aset perseroan pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 1.227 miliar, meningkat sebesar Rp 70 miliar atau 6,02% dibandingkan dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2017 sebesar Rp 1.158 miliar. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan nilai piutang usaha atas penjualan tanah. Saat ini, DMS melalui entitas anak telah memiliki persediaan tanah yang sedang dan akan dikembangkan, antara lain tanah seluas 1,8 hektar yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan yang sedang dikembangkan menjadi rumah tapak melalui entitas anak DMS Graha, tanah seluas 49,2 hektar yang berlokasi di Samarinda yang rencananya akan dikembangkan rumah tapak dan area komersial melalui entitas anak DMSPS.

Kemudian tanah seluas 1,4 hektar yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan yang rencananya akan dikembangkan menjadi apartemen melalui entitas anak DMS Laguna. Asal tahu saja, bersamaan dengan penawaran umum ini perseroan juga melaksanakan Obligasi Wajib Konversi (OWK) sebesar Rp 270,1 miliar. Disebutkan, waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar penjatahan penawaran umum yang dikeluarkan oleh biro administrasi efek pada tanggal penjatahan.

Untuk aksi korporasi tersebut, perseroan menunjuk PT Danatama Makmur Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek. Periode penawaran awal (book building) akan berlangsung pada tanggal 18 Juni 2019, denganperkiraan tanggal efektif pada 27 Juni 2019. Adapun penawaran umum akan dilaksanakan pada 2 – 3 Juli 2019 dan pencatatan perdana saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada 9 Juli 2019.

BERITA TERKAIT

Hartadinata Akuisisi Perusahaan E-Commerce

Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) pada tanggal 15 Juli 2019 menandatangani akta perjanjian penyertaan modal yang pada…

Zurich Jamin Kesehatan Hingga Rp30 miliar - Luncurkan Produk Critical Advantage

    NERACA   Jakarta - Zurich Indonesia meluncurkan produk asuransi untuk penyakit kritis yaitu Zurich Critical Advantage (ZCA). Produk…

Gandeng Perusahan Taiwan - Kalbe Farma Bidik Cuan di Bisnis Kecantikan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan, inovasi dan pengembangan bisnis menjadi strategi yang dilakukan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Menggandeng…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…