Waspada, Kemarau Tahun Ini Diprediksi Lebih Kering

NERACA

Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau tahun ini lebih kering dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan menyarankan pemerintah daerah yang wilayahnya rawan mengalami kebakaran lahan dan hutan meningkatkan kewaspadaan. "Waspada kekeringan di periode musim kemarau ini, karena diprediksi kemarau tahun ini lebih kering dari tahun sebelumnya," kata Kepala Subbidang Analisis Informasi Iklim BMKG Pusat Adi Ripaldi, seperti dilansir Antara, kemarin.

"Daerah yang tahun lalu pada periode Juni, Juli dan Agustus terkena kekeringan, tahun ini harus lebih waspada lagi," ia menambahkan. Ia menjelaskan bahwa tahun lalu curah hujan selama musim kemarau kurang dari 20 milimeter dalam satu bulan, dan tahun ini bisa jauh lebih rendah lagi. Menurut prakiraan BMKG hampir seluruh Jawa telah memasuki musim kemarau, mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Puncak musim kemarau diprakirakan terjadi Juli--Agustus 2019. Hujan lokal masih turun di wilayah seperti Bogor di Jawa Barat. "Tapi tidak semua wilayah ada hujannya, untuk wilayah seperti Jonggol, Parung kurang hujannya," kata Adi.

Menurut dia, warga yang tinggal di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi dan Sumatera juga perlu mewaspadai dampak kekeringan. Di wilayah-wilayah itu, puncak kemarau diprakirakan terjadi Agustus sampai September. "NTB dan NTT termasuk wilayah tadah hujan, sehingga perlu dibantu dengan irigasi," katanya.

Menurut siaran di laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, tahun 2018 kekeringan melanda sejumlah daerah di Jawa dan Nusa Tenggara. Kekeringan antara lain melanda wilayah Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, NTT, dan Lampung, membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Sebelumnya, Kepala bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara Harry Tirto Djamitko mengatakan sebagian kecil wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Total, sekitar 21 persen wilayah yang telah memasuki kemarau. "Jadi yang bener-bener sudah kemarau itu Bali dan Nusa Tenggara," kata Harry.

Wilayah Pulau Jawa memasuki tahap awal musim kemarau. Potensi curah hujan di Pulau Jawa berkurang dari biasanya. Harry menambahkan masih terdapat beberapa daerah dengan potensi curah hujan tinggi. "Artinya masih ada beberapa tempat yang transisi,"ujarnya.

BMKG memetakan potensi hujan setiap sepuluh hari. Berdasarkan pemetaan, hujan dengan intensitas menengah sampai tinggi terjadi di Pesisir Barat Sumatra, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Maluku, dan Papua. BMKG memprediksi intensitas hujan sedang hingga lebat terjadi di wilayah tersebut pada awal Juni. "Tapi bukan merata, hanya sebagian saja, terus sebagian besar Sulawesi, Maluku, dan Papua," terangnya.

BERITA TERKAIT

Tantangan Baru Mitsubishi dalam 2 Tahun Terakhir

Tantangan Baru Mitsubishi dalam 2 Tahun Terakhir NERACA Jakarta -  Chairman of Mitsubishi Motors Corporation, Osamu Masuko mengatakan saat ini,…

Tahun Depan, Pefindo Gelar Rights Issue 15%

Lembaga rating PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) akan melakukan penerbitan saham baru (rights issue) sebanyak 15% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan…

The Fed Melunak, BI Diprediksi Turunkan Bunga

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan menjadi 5,75 persen dari…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Sentry Safe Hadirkan Brankas dengan Proteksi terhadap Kebakaran dan Banjir

  NERACA Jakarta – Brankas biasanya digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen penting ataupun barang-barang berharga. Oleh karena itu Sentry Safe mengeluarkan…

SKK Migas Inginkan Penyebaran Informasi Kontribusi Hulu Migas Di Daerah

NERACA Balikpapan - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerjasama…

Sky Energy Luncurkan Produk Teringan di Dunia - Pembangkit Tenaga Surya

      NERACA   Jakarta - Kebutuhan akan listrik semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi. Pada 2019, kebutuhan listrik dunia…