Februari Banten Alami Deflasi 0,00 Persen

Februari Banten Alami Deflasi 0,00 Persen

NERACA

Banten - Provinsi Banten pada Februari 2019 mengalami deflasi 0,00 persen bila dibandingkan bulan sebelumnya, yang tercermin dari angka Indeks Harga Konsumen (IHK) yang tetap berada pada nilai 143,70.

Deflasi sebesar itu diperoleh dari pemantauan terhadap 415 jenis barang dan jasa di Kota Serang, Tangerang dan Cilegon, dimana 268 komoditas mengalami perubahan harga, yaitu 161 komoditas mengalami kenaikan harga dan sisanya sebanyak 107 komoditas mengalami penurunan harga.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten Bambang Widjonarko di Serang, dikutip dari Antara, kemarin, menjelaskan kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan terhadap deflasi Banten diantaranya kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,09 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,07 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,04 persen, kelompok sandang sebesar 0,02 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,00 persen, sedangkan kelompok kesehatan dan kelompok bahan makanan masing-masing -0,01 persen dan -0,21 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi selama bulan Februari 2019 antara lain tomat buah, bayam, pir, angkutan udara, majalah berkala/dewasa dan cumi-cumi. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga paling banyak antara lain adalah kol putih/kubis, buncis, telur ayam ras, telepon seluler, kacang panjang dan kamera.

Dari 109 komoditas yang ada pada kelompok bahan makanan, 103 komoditas diantaranya mengalami perubahan harga. Kenaikan harga terjadi pada 49 jenis komoditas. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi yang cukup besar antara lain beras dan bayam masing-masing 0,03 persen, kembung/gembung/banyar/gembolo/aso, tahu mentah dan mie kering masing-masing 0,01 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi antara lain: telur ayam ras -0,07 persen, daging ayam ras -0,06 persen, bawang merah -0,04 persen, cabe merah sebesar -0,04 persen, jeruk -0,02 persen dan kacang panjang memberikan andil -0,01 persen.

“Dua dari ketiga sub kelompok yang ada pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami kenaikan indeks yakni sub kelompok makanan jadi naik sebesar 0,51 persen dan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol mengalami kenaikan indeks sebesar 0,33 persen, sedangkan sub kelompok minuman yang tidak beralkohol mengalami penurunan indeks sebesar -0,04 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah pada komoditas ketoprak dan ayam goreng masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar adalah minuman ringan, gula pasir, teh,” kata Widjonarko.

Secara keseluruhan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberikan andil inflasi sebesar 0,09 persen. Komoditas terbesar yang menyumbang andil inflasi pada kelompok ini adalah komoditas sewa rumah sebesar 0,08 persen, bahan bakar rumah tangga dan sabun detergen bubuk masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara komoditas yang memberi andil deflasi diantaranya adalah sabun cair/cuci piring, besi beton dengan andil deflasi sebesar -0,01 persen sedangkan sisanya seperti batu bata/batu tela dan lainnya memberikan andil deflasi kurang dari -0,01 persen.

Komoditas yang memberikan andil inflasi pada kelompok sandang adalah baju kaos/T-Shirt anak, seragam sekolah anak dan celana panjang jeans dengan andil masing-masing kurang dari 0,01 persen. Sementara itu komoditas yang memberikan andil deflasi diantaranya emas perhiasan dan celana pendek dengan andil delasi kurang dari 0,01 persen. Ant

BERITA TERKAIT

PNM Targetkan 7,7 Juta Nasabah Mekaar Pada 2020 - Catatan Prestasi Ditorehkan PNM Sepanjang 2019

PNM Targetkan 7,7 Juta Nasabah Mekaar Pada 2020 Catatan Prestasi Ditorehkan PNM Sepanjang 2019 NERACA Jakarta - PT Permodalan Nasional…

DPRD Jabar Banyak Terima Aspirasi Ekonomi Kerakyatan Saat Reses

DPRD Jabar Banyak Terima Aspirasi Ekonomi Kerakyatan Saat Reses   NERACA Bandung - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat…

Harga Cabai Rawit Merah Kian Meroket - KOTA SUKABUMI

Harga Cabai Rawit Merah Kian Meroket  KOTA SUKABUMI NERACA Sukabumi - Komoditas cabai rawit merah kembali alami penaikan harga di…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Ini Dua Kandidat Wagub DKI Terbaru

Ini Dua Kandidat Wagub DKI Terbaru NERACA Jakarta - Usai ditinggalkan Sandiaga Uno, kandidat Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta yang…

Diskopdagrin Kota Sukabumi Tengah Mengiventalisir Jumlah Koperasi - Dari Ratusan Koperasi Yang Ada, Baru Empat Yang Sudah Lakukan RAT

Diskopdagrin Kota Sukabumi Tengah Mengiventalisir Jumlah Koperasi Dari Ratusan Koperasi Yang Ada, Baru Empat Yang Sudah Lakukan RAT  NERACA Sukabumi…

Gubernur Sumsel Akan Pangkas Perda Hambat Investasi

Gubernur Sumsel Akan Pangkas Perda Hambat Investasi   NERACA Palembang - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru akan memangkas peraturan daerah…