Lippo Karawaci Bakal Bangun Mall Terbesar - Raup Dana Segar Rp 11,23 Triliun

NERACA

Jakarta – Sukses menggelar aksi korporasi rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan dana yang masuk dari aksi korporasi ini jumlahnya mencapai Rp 11,23 triliun, memacu emiten properti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) untuk mengembangkan bisnis propertinya lebih besar lagi.

CEO Lippo Karawaci, John Riady mengatakan, mengantungi dana yang cukup besar di pasar belum ada rencana ekspansi bagi perseroan di luar Indonesia. Perseroan, lanjutnya, masih fokus menggarap pasar Indonesia yang menjadi negara populasi terbesar keempat di dunia. "Kami Cinta Indonesia. Rencananya kami akan investasi Rp100 triliun untuk bisnis properti dalam 5-10 tahun ke depan,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Secara grup, Lippo melayani hampir 50 juta penduduk Indonesia dan ada lebih dari 10.000 transaksi yang terjadi setiap menitnya. Properti dan kesehatan akan menjadi engine growth Lippo Group ke depan. Disampaikan John Riady, perseroan berencana untuk membangun proyek baru yakni Mall Cikarang Orange County pada 2020.

Sebelumnya diketahui bahwa tahun ini Lippo Karawaci telah berkomitmen untuk tidak membangun proyek baru dan terus menyelesaikan delapan proyeknya termasuk Meikarta. Kemudian, pada 2020 pihaknya akan mulai mencanangkan proyek baru."Pada 2020 kami akan kembali membangun proyek baru. Satu di antaranya yakni Mall Cikarang Orange County yang akan menjadi salah satu mall terbesar di indonesia," tuturnya.

Menurut Riady, jumlah penduduk Cikarang yang banyak tak sebanding dengan keberadaan mal di wilayah tersebut. Meskipun Mall Lippo Cikarang cukup besar dan telah berdiri 20 tahun lebih, pusat perbelanjaan tersebut terasa sudah tak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. "Mall Lippo Cikarang sudah besar tetapi penuh banget, jadi masyarakat Cikarang sudah waktunya memiliki mall lifestyle yang baik. mungkin akan lebih besar dari Lippo Mall Puri," jelasnya.

Riady optimistis jika pembangunan mall tersebut dapat memenuhi kebutuhan lifestyle masyarakat. Pasalnya, berdasarkan kajian internalnya, meskipun trafik pengguna online semakin meningkat, di Indonesia mall tak pernah sepi pengunjung."Trafik pengunjung mal setiap tahun justru mengalami kenaikan sekitar 20 persen, kita akan menciptakan mall lifestyle ya untuk ngopi dan nonton," ujarnya.

Sebagai informasi, aksi korporasi perseroan berupa rights issue pada pekan lalu telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Disebutkan, Lippo Karawaci menawarkan sebanyak-banyaknya 47,8 miliar saham biasa dengan harga pelaksanaan senilai Rp 235 per saham untuk rencana aksi korporasi itu. Jumlah sahamnya setara dengan 67,74% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue. Setiap kepemilikan 10 saham akan mendapatkan jatah 21 saham HMETD. John memastikan, dana yang masuk tersebut, tidak akan kurang dari Rp 11,23 triliun karena sebelum mendapatkan pernyataan efektif dari OJK, harus ada bukti pendanaan.

BERITA TERKAIT

Danai Pembelian Tanah - Indo Bintang Mandiri Tawarkan 25% Saham Ke Publik

NERACA Jakarta – Perusahaan manufaktur kampas rem, PT Indo Bintang Mandiri Tbk berencana melangsungkan penawaran umum perdana saham (initial public…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MPRO

NERACA Jakarta-Mempertimbangkan karena terjadi kenaikan harga saham di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara atau suspensi atas…

Sikapi Investasi Ilegal - BOSS Tidak Ada Hubungan dengan Hanson

NERACA Jakarta –Menyikapi kasus investasi ilegal yang dilakukan PT Hanson International Tbk (MYRX) dan menyeret PT Borneo Olah Sarana Sukses…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transformasi Digital Memacu Kinerja Pelindo II

Komitmen untuk menekan biaya logistik dan bongkar muat di pelabuhan yang dituding masih tinggi terus menjadi perhatian PT Pelabuhan Indonesia…

LPCK Serah Terima Apartemen Glendale Park

NERACA Cikarang - PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) melakukan serah terima secara bertahap 508 unit apartemen Glendale Park di Orange…

Korindo Mengancam Untuk Mengubur Kebenaran

Forest Stewardship Council (FSC), Dewan Sertifikasi Global untuk pengelolaan hutan secara bertanggung jawab, menjadwalkan untuk merilis kesimpulan dari temuan-temuan investigasi…