Summarecon Bagi Dividen Rp 5 Persaham

Meskipun pendapatan tahun 2018 terkoreksi 0,4% dibandingkan tahun sebelumnya, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) masih royal untuk membagikan dividen sebesar Rp 5 per saham atau senilai total Rp 69 miliar kepada pemegang saham. Dividen ini setara dengan 10% dari laba bersih 2018 yang sebesar Rp 690,6 miliar.”Dividen dibayarkan sekitar satu bulan setelah RUPST, atau tepatnya tanggal 19 Juli 2019," kata Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi di Jakarta, kemarin Selain dividen, lanjutnya, laba juga disisihkan untuk dana cadangan dan sisanya dibukukan sebagai laba ditahan. Sementara Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Lidya Tjio menambahkan, hingga Mei 2019 marketing sales perusahaan sudah mencapai Rp 2 triliun atau 50 persen dari target sepanjang tahun 2019 sebesar Rp 4 triliun.

Untuk belanja modal (capital expenditure/capex) 2019 kata dia, dialokasikan Rp 650 miliar. Dananya akuisisi lahan Rp 350 miliar dan investasi properti Rp 300 miliar. Sepanjang tahun 2018, PT Summarecon Agung Tbk berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp 5,6 triliun atau turun 0,4% dibanding tahun 2017. Meskipun demikian, laba bersih naik 30% pada tahun 2018 dibanding tahun 2017 menjadi Rp 690,6 miliar.

Perseroan mengungkapkan, kontribusi terbesar datang dari unit bisnis pengembangan properti yang mencatatkan nilai sebesar Rp 3,435 triliun. Unit ini menyumbang 61% dari total pendapatan perseroan. Capaian pendapatan dari unit pengembangan properti tahun ini turun sebesar 5% atau Rp 167 miliar dibanding pendapatan tahun lalu yang mencapai Rp 3,603 triliun.

Namun kondisi ini berbanding terbalik dengan laba usaha yang mengalami peningkatan. Pada tahun 2018, perusahaan mampu meningkatkan laba sebesar Rp 78 miliar atau 9% menjadi Rp 954 miliar. Sementara pendapatan dari unit bisnis lain yaitu investasi dan manajemen properti juga mengalami kenaikan sebesar 7% atau Rp 91 miliar menjadi Rp 1,191 triliun.

BERITA TERKAIT

BEI Masih Catatkan Pipline 38 Calon Emiten

Jelang tutup tahun 2019, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mengantongi 38 perusahaan dalam daftar pipeline calon perusahan tercatat.“Di pipeline…

Anak Usaha MUN Naikkan Tarif Tol Makassar

PT Jalan Tol Seksi Empat (JTSE) yang merupakan anak usaha dari PT Margautama Nusantara (MUN) sekaligus sebagai operator pengelola jalan…

BTPN Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun

Perkuat struktur permodalan, PT Bank BTPN Tbk melakukan penawaran umum berkelanjutan melalui obligasi berkelanjutan IV dengan target dana yang akan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lukai Kepercayaan Masyarakat - APRDI Dukung Tindakan Tegas OJK "Sentil" MI Nakal

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar yang menimpa manajer investasi Narada Aset Manajemen menjadi pil pahit bagi industri pasar modal.…

Waskita Beton Catatkan Kontrak Baru Rp 4,3 Triliun

NERACA Jakarta – Di penghujung akhir tahun 2019 ini, pencapaian kontrak baru PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) terus tumbuh.…

Marak Perusahaan Delisting - Investor Diminta Berhati-hati Berinvestasi

NERACA Jakarta – Maraknya beberapa perusahaan yang didelisting dari pasar modal menjadi cambukan para investor untuk lebih berhati-hati dalam berinvestasi.…